Darman Sah Alam: Pilkades Bukan Sekadar Memilih, Ini Pertaruhan Masa Depan Pantai Mekar

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan sekadar momentum mencoblos surat suara.

Di balik pesta demokrasi tingkat desa itu, tersimpan pertaruhan besar tentang siapa yang akan memegang amanah, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta membawa arah pembangunan desa dalam beberapa tahun ke depan.

Pesan tegas tersebut disampaikan calon Kepala Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Darman Sah Alam, Kamis (10/9/2026).

Menurut Darman, masyarakat Pantai Mekar memiliki hak untuk menentukan pemimpin berdasarkan integritas, rekam jejak, keberanian, serta kemampuan memperjuangkan kepentingan warga.

“Sesungguhnya apa yang masyarakat cari dan harapkan dari pesta demokrasi di Pilkades ini?” ujar Darman.

Ia kemudian mengajak masyarakat merenungkan kembali makna memilih seorang kepala desa.

Apakah masyarakat akan memilih calon yang memiliki integritas, rekam jejak dan keberanian membela hak-hak masyarakat, atau justru menentukan pilihan tanpa mempertimbangkan kapasitas dan tanggung jawab calon pemimpin?

Bagi Darman, pertanyaan tersebut bukan sekadar retorika. Pilihan masyarakat pada hari pencoblosan akan menentukan wajah Pantai Mekar ke depan.

Jangan Biarkan Demokrasi Kehilangan Nurani

Darman juga menyoroti berbagai pertimbangan yang menurutnya kerap memengaruhi pilihan masyarakat dalam kontestasi politik di tingkat desa.

Ia mengingatkan agar pilihan politik tidak semata-mata diberikan karena seseorang datang lebih dahulu, karena hubungan bertetangga, ajakan teman atau keluarga, faktor materi, tekanan sosial, maupun pertimbangan lainnya yang mengabaikan kepentingan jangka panjang masyarakat.

“Jangan sampai empati dan nurani kita mati hanya karena kepentingan sesaat,” tegasnya.

Menurut dia, demokrasi akan kehilangan maknanya apabila masyarakat tidak lagi menjadikan kepentingan bersama sebagai dasar dalam menentukan pilihan.

Pilkades, kata Darman, semestinya menjadi ruang bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu bekerja, berani mengambil tanggung jawab, serta memiliki keberpihakan nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Kalau kita berpangku tangan dan membiarkan semuanya berlalu, suatu saat kita sendiri yang akan merasakan dampak dari kebijakan pemimpin yang tidak mampu menjalankan amanah,” katanya.

Ajak Warga Miskin Bangkit Bersama

Di tengah dinamika Pilkades Pantai Mekar, Darman menyatakan dirinya hadir bukan hanya untuk memenangkan kontestasi, tetapi juga menawarkan gagasan perubahan bagi masyarakat.

Ia secara khusus mengajak masyarakat kurang mampu untuk bersama-sama memperjuangkan masa depan desa.

“Di sini saya hadir dan tampil menawarkan diri untuk mengajak semua masyarakat miskin Pantai Mekar berjuang untuk masa depan kita dan generasi muda,” ungkapnya.

Darman menekankan pentingnya pembenahan sistem ekonomi desa agar masyarakat memiliki kehidupan yang lebih aman, nyaman dan sejahtera.

Baginya, pembangunan desa tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik. Kemajuan harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan ekonomi, kesempatan hidup yang lebih baik, serta masa depan generasi muda yang lebih cerah.

“Perubahan harus dimulai dari keberanian kita menentukan pilihan,” ujarnya.

Nomor 3, Simbol Perjuangan

Menghadapi Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026, Darman Sah Alam mengajak seluruh pendukung dan masyarakat Pantai Mekar menjaga semangat perjuangan secara positif dan bermartabat.

Ia mengajak warga menggunakan hak pilihnya pada Minggu, 20 September 2026, sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam pelaksanaan Pilkades.

“Ayo berjuang bersama Darman Sah Alam. Coblos kartu suara yang ada foto dengan nomor urut 3,” serunya.

Darman juga menyampaikan sebuah pesan yang menjadi semangat perjuangannya:

“Menang Pilkades, menang masyarakat.”

Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa kemenangan dalam kontestasi, menurut Darman, tidak boleh berhenti pada kemenangan seorang calon. Kemenangan sejati harus bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Pantai Mekar.

Relawan: Bismillah Nomor 3 Menang

Semangat serupa disampaikan relawan Darman Sah Alam.

Relawan calon Kepala Desa Pantai Mekar periode 2026-2034, Ubay Bayhaqi, menyampaikan optimisme menghadapi hari pencoblosan.

“Bismillah nomor 3 menang,” ujarnya.

Sementara itu, relawan lainnya, Santo, menyampaikan ajakan pencoblosan dengan cara sederhana dan mudah diingat masyarakat.

Untuk pemilihan menggunakan surat suara, ia merangkumnya dalam empat langkah: dibuka, dibaca, dicoblos, kemudian dilipat, lalu dimasukkan ke kotak suara sesuai ketentuan pemungutan suara.

Sementara jika mekanisme pemilihan menggunakan sistem elektronik, Santo menyampaikannya secara sederhana: datang, melihat pilihan, menekan pilihan yang dikehendaki, kemudian pulang.

Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya relawan mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara tertib dan bertanggung jawab.

Pertaruhan Masa Depan Pantai Mekar

Pilkades Pantai Mekar kini memasuki fase penting. Bagi Darman Sah Alam, hari pencoblosan bukan sekadar menentukan siapa yang memperoleh suara terbanyak.

Lebih dari itu, pilihan warga menjadi penentu arah perjalanan desa.

Di tengah berbagai pilihan dan kepentingan yang hadir, Darman mengajak masyarakat kembali kepada satu hal mendasar: gunakan hak pilih dengan hati, akal sehat dan keberanian menentukan masa depan sendiri.

Sebab, satu suara mungkin terlihat kecil. Namun ketika ribuan suara berkumpul, ia dapat menentukan siapa yang akan dipercaya memimpin desa.

Darman menutup seruannya dengan optimisme dan doa:

“Bismillah, menang, menang, dan terpilih menjadi Kepala Desa Pantai Mekar.”[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *