Mata Kembali Terang, Senyum Anak Mengembang: Kemensos Layani 372 Warga Subang

 

SUBANG, MEDIAGANAS.ID – Harapan itu hadir dalam bentuk yang sederhana, tetapi begitu berarti.

Bagi sebagian warga, bisa kembali melihat dengan jelas adalah kesempatan untuk beraktivitas seperti sedia kala.

Bagi anak-anak, menjalani khitanan dengan layanan yang layak menjadi pengalaman penting dalam tumbuh kembang mereka.

Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan dan dukungan sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia hadir langsung di Kabupaten Subang.

Melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno, Kemensos menggelar bakti sosial di Kabupaten Subang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Klinik Utama Subang Eye Centre (SEC) tersebut menyasar 372 penerima manfaat dari berbagai wilayah Kabupaten Subang.

Bakti sosial itu tidak berhenti pada layanan kesehatan. Rangkaian kegiatan juga mencakup operasi katarak, khitanan massal, serta penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA dan Orang dengan HIV Kementerian Sosial RI, Anna Puspitasari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bakti sosial kedua yang diselenggarakan Kemensos di Kabupaten Subang.

“Ini merupakan kegiatan bakti sosial yang kedua kalinya kami selenggarakan di Kabupaten Subang. Mudah-mudahan melalui operasi katarak ini masyarakat kembali memiliki semangat untuk sembuh dan dapat beraktivitas dengan lebih baik,” ujar Anna.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan sosial yang tidak sekadar tepat sasaran, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

Dari total 372 penerima manfaat, sebanyak 222 orang mendapatkan layanan operasi katarak, 104 anak mengikuti khitanan massal, sementara 46 orang menerima bantuan ATENSI dengan total nilai bantuan mencapai Rp785.709.250.

Menjangkau Warga di 22 Kecamatan

Operasi katarak menjadi salah satu layanan utama dalam kegiatan tersebut. Penerima manfaat datang dari 22 kecamatan di Kabupaten Subang.

Kecamatan Subang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 42 orang.

Selanjutnya, Dawuan dan Jalancagak masing-masing 25 orang, Cijambe 21 orang, Cisalak 14 orang, Cibogo dan Pagaden Barat masing-masing 12 orang, Legonkulon dan Kalijati masing-masing 11 orang, serta Tanjungsiang sebanyak 10 orang.

Sementara 40 penerima lainnya berasal dari sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Subang.

Layanan tersebut menjadi sangat berarti bagi warga yang selama ini mengalami gangguan penglihatan.

Operasi katarak diharapkan dapat membantu penerima manfaat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Namun perhatian dalam kegiatan tersebut tidak hanya diberikan kepada warga yang mengalami gangguan penglihatan.

Anak-anak juga mendapat ruang melalui program khitanan massal.

Sebanyak 104 anak dari 18 kecamatan mengikuti layanan tersebut. Kecamatan Subang menjadi wilayah dengan peserta terbanyak, mencapai 60 anak, disusul Cibogo 17 anak, Kasomalang lima anak, Dawuan tiga anak, Cipunagara tiga anak, serta 16 anak dari kecamatan lainnya.

Bantuan ATENSI Disesuaikan dengan Kebutuhan

Selain layanan kesehatan, Kemensos juga menyalurkan bantuan ATENSI kepada 46 penerima manfaat.

Bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing penerima.

Bentuknya beragam, mulai dari perlengkapan kamar bagi 21 orang, kursi roda 3 in 1 dewasa untuk 10 orang, kursi roda CP/adaptif bagi enam orang, bantuan nutrisi dan perlengkapan kebersihan untuk tiga orang, hingga kaki palsu bagi dua orang.

Selain itu, masing-masing satu penerima memperoleh walker, quadripod, tangan palsu, dan alat bantu dengar portabel.

Beragamnya jenis bantuan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan sosial membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi penerima manfaat.

Setiap warga memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, dukungan yang diberikan pun harus mampu menjawab persoalan secara lebih spesifik agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kang Akur Apresiasi Sinergi Pemerintah

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, yang akrab disapa Kang Akur, memberikan apresiasi kepada Kemensos RI serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan bakti sosial tersebut.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kegiatan ini sangat membantu dan mendukung kondisi masyarakat di Kabupaten Subang,” ungkap Kang Akur.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu momentum. Menurutnya, pelayanan kesehatan dan bantuan sosial perlu terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses pelayanan pemerintah.

“Kami berharap pelayanan dan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga operasi katarak berjalan lancar, anak-anak yang mengikuti khitanan massal diberikan kesehatan, serta bantuan ATENSI dapat memberikan manfaat bagi para penerimanya,” tuturnya.

Kang Akur juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Subang, Kementerian Sosial RI, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar berbagai program sosial maupun layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.

Meninjau Langsung Pasien dan Anak Peserta Khitan

Usai menghadiri kegiatan, Kang Akur bersama jajaran tidak hanya mengikuti penyerahan bantuan secara simbolis.

Ia juga meninjau langsung pasien yang sedang menjalani operasi katarak di Klinik Utama Subang Eye Centre.

Dari sana, rombongan melanjutkan kunjungan ke Klinik H. Maman untuk melihat pelaksanaan khitanan massal sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak yang tengah menjalani proses khitan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX Dr. K.H. Maman Imanul Haq, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Camat Subang, serta masyarakat penerima manfaat.

Bagi ratusan warga yang hadir, bakti sosial tersebut bukan sekadar agenda seremonial.

Ada manfaat yang langsung dirasakan. Ada keluarga yang kembali memiliki harapan. Ada warga yang berharap penglihatannya menjadi lebih baik.

Ada anak-anak yang mendapatkan layanan kesehatan. Dan ada penerima bantuan yang kini memiliki alat pendukung untuk menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.

Di Subang, pelayanan sosial itu akhirnya tidak berhenti sebagai program di atas kertas.

Ia hadir dalam tindakan—membuka kembali harapan, memulihkan kemampuan, dan menghadirkan kepedulian pemerintah lebih dekat dengan masyarakat. (Deny Suhendar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *