Dari Pagaden untuk Dunia, Kabizza Fest 2026 Seduh Potensi Kopi dan Kreativitas Pemuda Subang

 

SUBANG, MEDIAGANAS.ID – Aroma kopi lokal menguar dari halaman Kantor Kecamatan Pagaden, Kamis (30/7/2026).

Di tengah geliat barista muda, pelaku UMKM, dan para pegiat kopi, semangat untuk membawa cita rasa khas Subang menembus pasar yang lebih luas mulai diracik melalui Kabizza Fest 2026.

Mengusung tema “Pemuda Menyeduh, Subang Mendunia”, festival tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk menikmati secangkir kopi.

Kabizza Fest hadir sebagai panggung kreativitas generasi muda, ajang promosi produk lokal, sekaligus wadah memperkuat ekosistem perkopian dan ekonomi kreatif di Kabupaten Subang.

Kabizza Fest 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur.

Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kabupaten Subang, Iin Inderawati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan kopi asli Subang kepada masyarakat yang lebih luas, meningkatkan kompetensi barista muda, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan kepemudaan.

“Kabizza Fest bertujuan memperkenalkan kopi lokal Kabupaten Subang, meningkatkan kompetensi barista muda, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan kalangan kepemudaan,” ujarnya.

Pemilihan Kecamatan Pagaden sebagai lokasi penyelenggaraan juga memiliki pesan tersendiri. Selama ini, perkembangan kopi Subang lebih banyak dikenal berasal dari wilayah selatan.

Melalui Kabizza Fest, pemerintah daerah ingin mendorong pemerataan hilirisasi dan pengembangan kopi hingga ke wilayah utara.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang, Nenden Setiawati, menuturkan bahwa Pagaden dipilih sebagai simbol bahwa potensi kopi Subang harus tumbuh secara merata dan tidak hanya terpusat di satu kawasan.

“Mengapa di Pagaden? Selama ini festival kopi selalu digelar di wilayah selatan. Kami ingin hilirisasi dan pengembangan kopi Subang juga merata hingga wilayah utara,” jelasnya.

Nenden juga mendorong para barista muda untuk tidak hanya terampil dalam meracik dan menyajikan kopi, tetapi memahami seluruh proses perkopian dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, Kabupaten Subang tidak hanya memiliki kopi robusta dan arabika yang telah dikenal luas, tetapi juga menyimpan potensi kopi liberika yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat.

“Calon barista juga harus memahami proses di hulu. Selama ini kopi robusta dan arabika Subang sudah dikenal, namun kopi liberika masih belum banyak terekspos,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Kang Akur mengapresiasi kolaborasi antara Disparpora Kabupaten Subang dan Komunitas Seduh yang telah menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda melalui Kabizza Fest 2026.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan Bupati Subang, saya mengucapkan terima kasih kepada Disparpora dan Komunitas Seduh yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan ini,” ucapnya.

Kang Akur menilai generasi muda Subang memiliki banyak ide, inovasi, serta semangat untuk terus berkembang. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan dukungan berupa akses, ruang kolaborasi, dan permodalan agar dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Anak muda memiliki ide, gagasan, dan semangat yang luar biasa. Kendalanya sering kali ada pada akses dan permodalan. Melalui kegiatan ini, pemerintah hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, kualitas kopi Kabupaten Subang kini telah mendapat pengakuan hingga pasar internasional. Kopi asal Subang bahkan telah menembus pasar ekspor ke Timur Tengah dan Amerika.

Capaian tersebut, menurut Kang Akur, menjadi alasan bagi masyarakat untuk semakin bangga terhadap produk lokal sekaligus mendorong para pelaku usaha dan generasi muda agar terus meningkatkan kualitas serta inovasi.

“Festival ini menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan kopi Subang yang telah menjadi komoditas unggulan dan diekspor ke Timur Tengah maupun Amerika. Tidak perlu jauh-jauh mencari kopi berkualitas, karena kopi Subang mampu bersaing di pasar dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Akur menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen untuk hadir dalam berbagai sektor pembangunan.

Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan perbaikan fasilitas pendidikan, pemerintah juga memberi perhatian terhadap perputaran ekonomi, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan generasi muda.

“Jalan rusak tetap kita bangun, sekolah rusak kita perbaiki, namun perputaran ekonomi serta pengembangan kepemudaan juga menjadi perhatian pemerintah. Itulah amanat yang harus dijalankan agar pemerintah hadir di semua sektor,” ungkapnya.

Kang Akur berharap Kabizza Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memperluas jaringan para pelaku industri kopi di Kabupaten Subang.

Ke depan, festival tersebut juga diharapkan dapat digelar secara bergilir di berbagai kecamatan sehingga manfaat dan semangat pengembangan kopi lokal dapat dirasakan lebih luas.

“Insyaallah Kabizza Fest tidak hanya digelar di Pagaden, tetapi menjadi agenda tahunan Disparpora yang dapat dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Subang,” pungkasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Kang Akur secara resmi membuka Kabizza Fest 2026 yang ditandai dengan dimulainya kompetisi barista.

Selanjutnya, Kang Akur didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Ega Agustine Rosyadi, meninjau sejumlah stan kopi lokal dan produk UMKM yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Turut hadir Staf Ahli Bupati Subang, unsur Forkopimcam Pagaden, para pegiat kopi Kabupaten Subang, pelaku UMKM, serta tamu undangan lainnya.

Melalui Kabizza Fest 2026, secangkir kopi tak hanya menghadirkan aroma dan cita rasa.

Di balik setiap seduhan, tersimpan semangat generasi muda, kerja keras para petani, kreativitas para barista, serta harapan agar kopi lokal Subang terus tumbuh dan dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia. (Deny Suhendar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *