Darman Sah Alam Kobarkan Perlawanan Politik Uang: Jangan Tukar Masa Depan Pantai Mekar dengan Iming-Iming Sesaat

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi, tensi politik di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, semakin menghangat.

Di tengah persaingan menuju kursi Kepala Desa Pantai Mekar periode 2026–2034, calon Kepala Desa Pantai Mekar, Darman Sah Alam, menyerukan agar masyarakat tidak kehilangan keberanian dalam menentukan masa depan desanya.

Dalam pernyataannya pada Rabu, 16 September 2026, Darman menyampaikan pesan yang sarat dengan semangat persaudaraan dan perjuangan.

“Insya Allah siapapun kalian adalah saudaraku. Apapun urusan kalian adalah urusanku. Apapun masalah kalian adalah masalahku. Dan apapun harapan kalian adalah tugasku.”

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa kontestasi Pilkades, menurut Darman, tidak semestinya memutus tali persaudaraan antarwarga.

Ia mengajak masyarakat Pantai Mekar tetap berdiri teguh, tidak takut menghadapi berbagai tantangan, serta menjadikan perjuangan politik desa sebagai ikhtiar bersama untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.

“Wahai para pejuang sejati, janganlah kalian takut dengan lapar dan haus karena konsep yang saya perjuangkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan kita semua,” tegasnya.

Darman kemudian mengobarkan semangat perjuangan dengan seruan, “Menyalahlah jiwa kalian, menyalahlah raga kalian. Allahu Akbar!”

Darman: Jangan Tukar Masa Depan dengan Iming-Iming Sesaat

Salah satu isu yang disoroti Darman adalah fenomena politik uang yang menurutnya tidak boleh dijadikan ukuran utama dalam menentukan pilihan politik masyarakat.

Ia meminta warga Pantai Mekar menolak narasi yang mendorong masyarakat memilih hanya berdasarkan siapa yang memberikan uang lebih besar.

“Jangan bodohi rakyat dengan hal-hal yang tidak substantif. Insya Allah warga Pantai Mekar sudah cerdas dan pintar. Mereka lebih memilih figur yang akan membawa masa depan lebih baik ketimbang iming-iming uang sesaat yang justru dapat membawa keterpurukan masa depan kita semua,” ujarnya.

Menurut Darman, Pilkades bukan semata-mata tentang siapa yang menang dalam satu hari pencoblosan.

Lebih dari itu, pilihan warga akan menentukan arah pembangunan desa selama delapan tahun ke depan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat mempertimbangkan kapasitas, integritas, pengalaman, gagasan, serta rekam jejak setiap calon sebelum memberikan suara.

“Jangan tukarkan masa depan desa dengan sesuatu yang sifatnya sesaat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam pernyataannya.

Rekam Jejak Jadi Modal Perjuangan

Dalam kesempatan tersebut, Darman juga menyinggung berbagai program pembangunan dan kegiatan yang disebutnya menjadi bagian dari rekam jejak kepemimpinannya dan kontribusinya bagi masyarakat Pantai Mekar.

Sejumlah pembangunan dan program yang disampaikan antara lain pembangunan Puskesmas rawat inap, kantor desa, aula desa, jalan Pemda, pengembangan pariwisata, PAUD/TK, sekolah rakyat, serta pembangunan jaling dan laning.

Selain pembangunan fisik, ia juga menyoroti pembinaan Karang Taruna, UKM, nelayan, pertanian, kelompok usaha bersama, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Termasuk pembangunan turap penahan banjir di Solokan Gatet sepanjang sekitar 460 meter, kegiatan Nadran tahunan, peringatan HUT Kemerdekaan, pendampingan hukum warga, pendampingan kesehatan, program Raskin, Rutilahu, serta respons terhadap bencana banjir.

Darman juga menyebut program sertifikat Prona gratis pada 2015 dan 2017 sebagai salah satu program yang menurutnya pernah dirasakan masyarakat.

Berbagai capaian tersebut kini kembali diangkat dalam momentum Pilkades 2026 sebagai bagian dari rekam jejak yang ditawarkan kepada masyarakat.

Tim Pemenangan: Kemiskinan Tak Boleh Dibiarkan Menjadi Warisan

Sementara itu, Tim Pemenangan Darman Sah Alam, Ramdani, menyampaikan pandangan keras mengenai persoalan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Ia menyampaikan kritik terhadap tata kelola pemerintahan desa yang menurutnya harus dijalankan secara mandiri, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Kesaksian Soal Penghargaan

Dukungan terhadap rekam jejak Darman juga disampaikan anggota Tim Pemenangan, Ahmad Haryanto, S.H.

Ia mengaku menjadi saksi ketika Darman memperoleh penghargaan “Adhitya Karya Mahatva Yodha Award.”

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan bahwa kiprah Darman disebut tidak hanya dikenal di tingkat desa, tetapi juga pernah mendapatkan pengakuan melalui penghargaan yang disebutkan tersebut.

“Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?”

Menjelang pencoblosan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, Darman kembali mengajak masyarakat Pantai Mekar menjaga persaudaraan dan menggunakan hak pilih secara bijak.

Baginya, perjuangan politik desa bukan sekadar pertarungan memenangkan kursi kepala desa, melainkan momentum untuk menentukan arah masa depan masyarakat.

“Suarakan perjuangan. Tidak ada kata terlambat sebelum janur kuning melambai,” pesannya.

Darman juga mengajak para pendukung dan masyarakat untuk terus bergerak dengan semangat kebersamaan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ayo kita berjuang,” tegasnya.

Pilkades Pantai Mekar 2026 kini memasuki fase akhir. Dengan pencoblosan yang semakin dekat, masyarakat akan menentukan siapa figur yang dipercaya memimpin Desa Pantai Mekar untuk periode 2026–2034.

Pada akhirnya, suara rakyatlah yang akan menjadi penentu. Bukan sekadar seberapa keras sebuah kampanye bergema, tetapi seberapa kuat keyakinan masyarakat bahwa pilihan mereka mampu membawa Pantai Mekar menuju masa depan yang lebih baik.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *