Kang Rey Cari Sekda yang Mampu Gerakkan Birokrasi, Bukan Sekadar Urus Administrasi

 

SUBANG, MEDIAGANAS.ID – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang memasuki fase penentuan.

Bukan sekadar mencari pejabat yang piawai mengelola administrasi pemerintahan, proses seleksi tahun 2026 diarahkan untuk menemukan figur yang mampu menggerakkan birokrasi, menyatukan kerja perangkat daerah, sekaligus memastikan program pemerintah benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat.

Pesan itu ditegaskan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey saat menghadiri Tes Wawancara Akhir dan Paparan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Tahun 2026 di Laska Hotel Ciater, Selasa (15/9/2026).

Di hadapan peserta dan panitia seleksi, Kang Rey menempatkan posisi Sekda sebagai salah satu simpul penting dalam efektivitas pemerintahan daerah.

Menurutnya, Sekda harus memahami denyut birokrasi dari berbagai lini. Kemampuan tersebut diperlukan untuk membangun koordinasi, menyinkronkan kebutuhan antarperangkat daerah, sekaligus merespons berbagai tantangan pelayanan publik.

Dengan demikian, kata dia, Sekda tidak boleh berhenti pada fungsi administratif. Sosok yang terpilih harus mampu menjadi penggerak yang memastikan roda pemerintahan berjalan searah dengan agenda pembangunan daerah.

Sepuluh Peserta Berebut Tiga Besar

Tahapan seleksi kini mengerucut. Dari 10 peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, nantinya akan ditetapkan tiga peserta terbaik untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Tiga besar tersebut akan menjalani pengujian kelayakan gagasan yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, termasuk pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Jabatan Administrator.

Kang Rey mengatakan, mekanisme tersebut penting agar gagasan para calon Sekda dapat diuji secara lebih terbuka dan komprehensif.

“Saya akan memberikan kesempatan kepada Eselon III dan Eselon II untuk bertanya, menanyakan dan mendengar langsung dari tiga calon Sekda tersebut,” ungkapnya.

Tahapan itu sekaligus menjadi ruang untuk melihat sejauh mana para kandidat mampu menerjemahkan gagasan ke dalam kerja birokrasi yang konkret.

Kang Rey: Jangan Ada Pendekatan Pribadi

Di tengah proses seleksi yang memasuki tahap krusial, Kang Rey menyampaikan pesan tegas mengenai integritas proses.

Ia meminta agar tidak ada peserta maupun pihak lain yang melakukan pendekatan secara pribadi kepadanya selama proses seleksi berlangsung.

“Lima belas hari ke depan, saya harap tidak ada hadap-menghadap secara pribadi kepada saya. Saya ingin menutup ruang suudzon dan tidak ingin ada stigma negatif,” tegas Kang Rey.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penekanan utama Bupati Subang dalam menjaga proses seleksi tetap objektif dan transparan.

Ia menginginkan seluruh peserta mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan tanpa membuka ruang yang dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap proses pemilihan calon Sekda.

Sekda Terpilih Dituntut Mampu Mengorkestrasi Birokrasi

Kang Rey juga menegaskan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar posisi struktural, tetapi membawa tanggung jawab besar dalam mengorkestrasi kerja pemerintahan.

Setelah pejabat Sekda terpilih, BKPSDM Kabupaten Subang akan menyiapkan pakta integritas yang harus dipatuhi sesuai ketentuan dan konsekuensi yang berlaku.

“Yang terpilih, kalau tidak bisa mengorkestrasi apa yang saya perintahkan, dan ada hal-hal yang tidak sesuai, harus mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan ekspektasi Bupati agar Sekda terpilih mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam koordinasi birokrasi yang efektif.

Bagi pemerintah daerah, kemampuan menghubungkan kebijakan dengan pelaksanaan di lapangan menjadi bagian penting agar program pembangunan tidak berhenti pada tataran perencanaan.

Kang Rey Tak Ingin Ada Kekosongan Jabatan

Selain persoalan kompetensi dan integritas, Kang Rey juga menaruh perhatian pada ketepatan waktu seluruh tahapan seleksi.

Ia berharap proses berjalan sesuai jadwal sehingga tidak terjadi kekosongan jabatan Sekda yang kemudian harus diisi oleh penjabat.

“Saya harap tidak ada penjabat. Harus berjalan tepat waktu,” pungkasnya.

Dengan demikian, proses seleksi Sekda Subang 2026 tidak hanya menjadi agenda pengisian jabatan birokrasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan figur yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan pemerintahan, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta memastikan pelayanan publik terus bergerak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional (Pusjar SKTAN) LAN Jatinangor, Kepala Pusat Studi Pengembangan Administrasi, Kebijakan, Tata Kelola dan Digitalisasi Pemerintah, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Kepala BKPSDM Kabupaten Subang, seluruh Panitia Seleksi Terbuka JPT, serta para peserta Seleksi Terbuka JPT. (Deny Suhendar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *