Dari Drainase hingga Guru Ngaji, Rudi Rochman Usung “Karangasih Bahagia”, Ustadz Nursan Apresiasi Komitmen Kesejahteraan Pengajar Al-Qur’an

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Gagasan pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang jalan, bangunan, dan infrastruktur.

Bagi Rudi Rochman, kemajuan Desa Karangasih juga harus menyentuh persoalan lingkungan, pendidikan, pelayanan sosial, hingga kesejahteraan para guru ngaji.

Melalui gagasan bertajuk “Karangasih Bahagia”, calon Kepala Desa Karangasih periode 2026–2034 itu menawarkan arah pembangunan yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai pusat perhatian.

Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi, Rudi membawa semangat “Perubahan Nyata untuk Desa Karangasih” dengan sejumlah program yang mencakup penanganan banjir, pembangunan drainase, peningkatan kualitas infrastruktur, pengelolaan lingkungan, akses pendidikan, pendampingan hukum, serta perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah banjir dan genangan air yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat curah hujan meningkat.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Rudi menggagas program Karangasih Bebas Banjir melalui normalisasi saluran air, pembangunan infrastruktur yang berkualitas, serta pengembangan sistem drainase yang lebih modern, lancar, dan terawat.

Menurut Rudi, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan dengan langkah sementara. Penanganannya membutuhkan perencanaan yang matang, pembangunan berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air.

“Bersama kita bisa, bersama kita atasi. Penanganan banjir membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar lingkungan Karangasih menjadi lebih aman dan nyaman, terutama saat musim hujan,” ujar Rudi, Sabtu (1/8/2026).

Ia menilai, sistem drainase yang baik bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, risiko genangan diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas warga tetap berjalan dengan baik, termasuk ketika intensitas hujan meningkat.

Pembangunan Desa Harus Menyentuh Kehidupan Warga

Selain penataan drainase dan pembangunan infrastruktur, Rudi juga membawa sejumlah gagasan sosial sebagai bagian dari visi “Karangasih Bahagia”.

Program tersebut meliputi Karangasih Bebas Sampah, pendampingan hukum gratis, serta Program Paket C Gratis bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan.

Menurut Rudi, keberhasilan pembangunan desa tidak seharusnya hanya diukur dari banyaknya jalan, bangunan, atau sarana fisik yang berhasil dibangun.

Pembangunan juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, sosial, hukum, lingkungan, dan kesejahteraan.

“Pembangunan harus memberikan manfaat yang nyata. Infrastruktur yang baik perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, kemajuan desa harus tumbuh secara menyeluruh. Infrastruktur yang kuat perlu didukung lingkungan yang bersih, masyarakat yang memiliki akses pendidikan, pelayanan hukum yang mudah dijangkau, serta kebijakan yang berpihak pada kebutuhan warga.

Guru Ngaji Jadi Perhatian dalam Visi “Karangasih Bahagia”

Di tengah berbagai gagasan pembangunan tersebut, perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji menjadi salah satu program yang mendapat penekanan dari Rudi Rochman.

Menurutnya, guru ngaji memiliki peran besar dalam membangun karakter masyarakat, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta membentuk akhlak generasi muda di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat.

“Guru ngaji adalah bagian penting dalam membangun karakter masyarakat. Karena itu, kesejahteraan mereka perlu mendapatkan perhatian melalui kebijakan yang jelas dan berkelanjutan,” ujar Rudi.

Ia menilai, penghargaan terhadap guru ngaji tidak cukup hanya sebatas pendataan atau pencatatan administrasi. Perhatian tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Di sejumlah desa, honorarium guru ngaji masih sebatas SPJ atau Surat Pertanggungjawaban. Bersama Rudi Rochman, insya Allah kesejahteraan guru ngaji akan direalisasikan,” katanya.

Bagi Rudi, memberikan perhatian kepada guru ngaji berarti menjaga salah satu pondasi moral masyarakat sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Karangasih.

“Ketika guru ngaji diperhatikan, maka perjuangan mereka dalam mendidik anak-anak akan semakin kuat. Dari tangan para guru ngaji, lahir generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakatnya,” tuturnya.

Ustadz Nursan Apresiasi Perhatian untuk Pengajar Al-Qur’an

Gagasan mengenai perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji mendapat apresiasi dari Ustadz Nursan Nurhidayah.

Ia menilai, perhatian kepada para pengajar Al-Qur’an merupakan langkah penting karena selama ini guru ngaji telah mengabdikan waktu, tenaga, dan ilmu untuk membimbing generasi muda.

“Guru ngaji mungkin tidak selalu tampil di depan dan tidak banyak meminta perhatian. Namun, mereka terus hadir di tengah masyarakat, mengajarkan huruf-huruf Al-Qur’an, menanamkan akhlak, serta membimbing anak-anak agar memiliki bekal agama dalam menjalani kehidupan,” ujar Ustadz Nursan.

Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji bukan hanya bentuk penghargaan atas pengabdian mereka, tetapi juga menjadi bukti bahwa perjuangan para pendidik agama memiliki arti penting bagi masa depan desa.

“Ketika guru ngaji diperhatikan dan dimuliakan, sesungguhnya kita sedang menjaga cahaya pendidikan agama agar tetap menyala di tengah masyarakat. Apa yang diajarkan guru ngaji hari ini mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi kelak akan tumbuh menjadi akhlak, kebaikan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Karangasih,” katanya.

Ustadz Nursan berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan sehingga para guru ngaji semakin bersemangat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga perhatian ini bukan hanya menjadi janji, tetapi menjadi langkah nyata yang benar-benar dirasakan. Sebab, menghargai guru ngaji berarti menghargai orang-orang yang dengan tulus menjaga nilai agama dan membentuk karakter generasi penerus,” tambahnya.

Melalui semangat “Bersama Kita Bisa, Bersama Kita Atasi”, Rudi Rochman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam membangun Desa Karangasih.

Dengan fokus pada penanganan banjir, pembangunan drainase yang lebih baik, infrastruktur berkualitas, lingkungan bersih, peningkatan akses pendidikan, pendampingan hukum, serta perhatian terhadap guru ngaji, ia berharap visi “Karangasih Bahagia” dapat menjadi arah pembangunan menuju desa yang lebih maju, bersih, aman, nyaman, dan sejahtera.

“Bersama Kita Bisa, untuk Karangasih yang Lebih Baik,” menjadi semangat yang terus digaungkan Rudi Rochman dalam menyongsong Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *