BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Perbedaan kepentingan dalam sebuah kontestasi politik tidak selalu berujung pada perpecahan.
Di tengah dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, lima bakal calon justru memilih duduk bersama, bermusyawarah, dan menyatukan sikap.
Lima bakal calon Kepala Desa Karangasih, yakni Rudi Rochman, H. Imam Mastur, Samsu Dawam, Abun Nurhasan, dan Budi Ahmadi Harsono, menyatakan sikap bersama melalui Surat Kesepakatan Bersama yang lahir dari musyawarah mufakat pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dalam dinamika Pilkades Karangasih 2026. Di tengah perbedaan pilihan dan kepentingan, kelima bakal calon menunjukkan bahwa persaingan politik desa tetap dapat ditempatkan dalam bingkai persaudaraan dan kepentingan masyarakat.
Lima Bakal Calon Tegaskan Sikap Bersama
Dalam surat kesepakatan tersebut, kelima bakal calon menyatakan telah mengikuti tahapan Pilkades Karangasih serta memenuhi persyaratan administrasi sebagai bakal calon Kepala Desa Karangasih periode 2026–2034.
Kesepakatan itu secara khusus menyikapi surat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Nomor 400.10.2.2/2969-DPMD-5/2026, yang menyebutkan bahwa Desa Karangasih memiliki daftar bakal calon Kepala Desa lebih dari lima orang.
Atas surat tersebut, kelima bakal calon menyatakan menolak dan memberikan dukungan terhadap keputusan Panitia Pilkades Karangasih yang sebelumnya telah menetapkan lima bakal calon melalui rapat pleno pada 7 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.
Sikap bersama itu menegaskan pentingnya setiap tahapan Pilkades dijalankan secara tertib, transparan, serta berpedoman pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Musyawarah Dipilih sebagai Jalan Bersama
Kesepakatan yang dibuat kelima bakal calon juga menegaskan bahwa seluruh sikap tersebut lahir dari kesadaran bersama melalui musyawarah mufakat dan tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun.
Langkah tersebut dinilai menjadi pesan penting bagi masyarakat Karangasih bahwa perbedaan dalam kontestasi politik tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh.
Pilkades memang menghadirkan persaingan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Namun, persaingan tersebut tetap harus berlangsung secara sehat dengan mengedepankan aturan, etika demokrasi, dan kepentingan bersama.
Kelima bakal calon juga menyatakan bahwa setiap keputusan dan langkah selanjutnya diharapkan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Surat kesepakatan tersebut ditandatangani oleh seluruh bakal calon Kepala Desa Karangasih di atas materai Rp20.000 pada 27 Agustus 2026.
Persatuan Karangasih Jadi Kepentingan Utama
Pilkades bukan semata-mata tentang siapa yang akan menduduki kursi kepala desa. Lebih jauh, pesta demokrasi desa merupakan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan Karangasih.
Karena itu, persatuan warga menjadi modal penting yang harus dijaga sepanjang seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Sikap lima bakal calon yang memilih bermusyawarah menjadi contoh bahwa perbedaan pilihan dapat ditempatkan dalam satu ruang kebersamaan. Masyarakat pun diharapkan tidak mudah terprovokasi atau terpecah hanya karena perbedaan dukungan politik.
Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah masyarakat, Karangasih tetap menjadi rumah bersama.
Demokrasi boleh menghadirkan perbedaan suara, tetapi persaudaraan tidak boleh kehilangan arah. Persaingan boleh terjadi, tetapi persatuan warga harus menjadi kemenangan bersama.
Dengan semangat musyawarah, persatuan, dan ketaatan terhadap aturan, seluruh elemen masyarakat Karangasih diharapkan mampu melewati Pilkades 2026 dengan kepala tegak, hati yang sejuk, dan komitmen membangun desa menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan bahagia.
Karangasih adalah milik seluruh warganya. Dari Karangasih untuk Karangasih. Perbedaan pilihan jangan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi bagian dari perjalanan bersama menuju Karangasih yang lebih maju, bermartabat, dan bahagia.[*]
