IPAL Dapur MBG Angsana Disorot, Warga Keluhkan Limbah Hitam dan Bau Menyengat

 

PANDEGLANG, MEDIAGANAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digagas pemerintah untuk mendukung tumbuh kembang generasi sehat dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Namun, di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, perhatian masyarakat justru tertuju pada persoalan lain yang diduga berkaitan dengan pengolahan limbah dari dapur program tersebut.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsana yang dikelola Yayasan Insyan Fastabiqul Khoirat.

Keluhan itu mencuat setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan kondisi instalasi pengolahan limbah yang dinilai memprihatinkan. Rekaman tersebut diterima redaksi Mediaganas.id dari warga setempat.

Dalam video yang direkam pada Rabu (29/7/2026), tampak dua tangki berwarna biru bertuliskan “IPAL DAPUR MBG”. Namun, perhatian warga tertuju pada dua bak kontrol di bagian depan instalasi yang terlihat dalam kondisi terbuka.

Di dalam bak tersebut tampak cairan berwarna hitam pekat, berbusa dan berminyak. Cairan itu juga diduga mengeluarkan aroma menyengat yang tercium hingga ke lingkungan sekitar.

“Ini limbahnya. Baunya ke mana-mana ini,” ujar perekam video dalam rekaman tersebut.

Tidak hanya itu, pada bagian belakang instalasi terlihat genangan air berwarna gelap yang diduga berasal dari luapan limbah.

Sejumlah sampah dan potongan kayu tampak mengapung di atas genangan sehingga menimbulkan kesan kumuh serta memicu kekhawatiran warga.

Warga Pertanyakan Kinerja IPAL

Sejumlah warga mengaku mulai resah dengan kondisi tersebut. Mereka mempertanyakan efektivitas sistem pengolahan limbah yang digunakan oleh Dapur MBG SPPG Angsana.

Keresahan itu semakin menguat setelah warga mengaku kerap melihat mobil penyedot limbah datang ke lokasi. Berdasarkan pengamatan warga, kendaraan penyedot limbah disebut datang hampir setiap dua hari sekali.

“Masa dapur yang katanya untuk gizi anak-anak, limbahnya saja begini. Hampir setiap dua hari sekali ada mobil penyedot datang. Kalau IPAL-nya benar-benar berfungsi, kenapa harus sering disedot? Kami menduga ada yang tidak beres dengan sistem pengolahannya,” ujar salah seorang warga.

Warga juga mengkhawatirkan dampak yang mungkin timbul apabila limbah terus meluap dan tidak ditangani secara optimal.

Selain diduga menimbulkan bau yang mengganggu kenyamanan, cairan limbah tersebut dikhawatirkan dapat meresap ke dalam tanah dan berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan maupun sumber air yang digunakan masyarakat di sekitar permukiman.

Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penjelasan dari pihak berwenang maupun pengelola terkait untuk memastikan kondisi serta dampak lingkungan yang sebenarnya.

Pengelola Belum Memberikan Penjelasan

Sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan pemberitaan dan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi Mediaganas.id telah berupaya mengonfirmasi temuan dan keluhan warga tersebut kepada Kepala SPPG Angsana melalui pesan WhatsApp.

Pesan konfirmasi telah terkirim dan diterima. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi dari pihak pengelola terkait kondisi IPAL, frekuensi penyedotan limbah, maupun dugaan pencemaran lingkungan yang dikeluhkan warga.

Masyarakat berharap pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan limbah apabila ditemukan adanya kendala teknis atau persoalan dalam operasional IPAL.

Harapan tersebut muncul agar Program Makan Bergizi Gratis yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi anak-anak Indonesia dapat terus berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Redaksi Mediaganas.id membuka ruang seluas-luasnya bagi Yayasan Insyan Fastabiqul Khoirat maupun pengelola SPPG Angsana untuk menyampaikan hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Iwan H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *