BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Di tengah semakin terbatasnya ruang bermain bagi anak-anak serta tingginya harapan masyarakat terhadap pembangunan lingkungan, warga RT 13 Perumahan The Spring Ville, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian bersama.
Melalui semangat gotong royong dan iuran sukarela, warga bergandengan tangan mengubah lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang selama ini terbengkalai menjadi taman bermain sekaligus ruang publik yang akan menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Tanpa mengandalkan anggaran pemerintah, pembangunan taman dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan warga.
Setiap akhir pekan, masyarakat secara sukarela turun langsung menyumbangkan tenaga, keahlian, hingga peralatan yang dimiliki agar pembangunan dapat terus berjalan.
Pantauan di lokasi pada Jumat (17/7/2026) menunjukkan progres pembangunan terus mengalami perkembangan.
Sejumlah pekerjaan fisik telah rampung, mulai dari pengecoran pembatas taman hingga pemasangan wahana permainan berupa ayunan berbahan bambu yang ramah lingkungan dan siap digunakan anak-anak.
Lahan yang sebelumnya kosong dan tidak termanfaatkan kini perlahan berubah menjadi ruang hijau yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki manfaat besar bagi kehidupan sosial masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat RT 13 mengatakan, gagasan membangun taman lahir dari keinginan warga untuk mengoptimalkan fungsi lahan RTH agar tidak hanya menjadi ruang kosong, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
“Kami ingin lahan RTH ini tidak lagi terbengkalai. Harapannya, tempat ini menjadi ruang bermain yang aman bagi anak-anak sekaligus menjadi pusat kegiatan masyarakat. Nantinya bisa dimanfaatkan untuk rapat RT, silaturahmi, kegiatan sosial hingga perlombaan warga,” ujarnya.
Menurutnya, selain dilengkapi berbagai fasilitas bermain, kawasan taman juga akan ditanami pepohonan dan tanaman hias sehingga menghadirkan suasana yang lebih sejuk sekaligus menjadi paru-paru hijau bagi lingkungan perumahan.
Seluruh proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pengadaan material hingga pengerjaan fisik, dilakukan secara swadaya oleh warga.
Setiap keluarga berkontribusi sesuai kemampuan, baik dalam bentuk dana, tenaga, maupun bantuan peralatan.
Semangat kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan utama sehingga pembangunan taman tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran.
Bagi warga RT 13, taman tersebut bukan sekadar fasilitas bermain. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus investasi sosial bagi generasi mendatang.
Kehadiran ruang bermain yang aman diharapkan mampu mengurangi aktivitas anak-anak bermain di jalan, sekaligus menjadi tempat berkumpul yang mempererat hubungan antarwarga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Inisiatif warga The Spring Ville menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan tidak selalu harus bergantung pada anggaran besar.
Dengan kepedulian, kekompakan, dan budaya gotong royong yang masih terjaga, masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan bersama.
Langkah sederhana yang dimulai dari iuran sukarela itu kini melahirkan sebuah ruang hijau yang diharapkan menjadi pusat kebersamaan, memperkuat interaksi sosial, serta menginspirasi lingkungan lain di Kabupaten Bekasi untuk terus menumbuhkan semangat swadaya dalam membangun wilayahnya. [*]
