Bikin Merinding! Malam Terakhir Pendaftaran, Aip Rahmat Diarak Pendukung Sambil Bersholawat

 

SUBANG, MEDIAGANAS.ID – Malam terakhir pendaftaran bakal calon kepala desa (Bacalon Kades) Cibogo, Senin (7/9/2026), mendadak menjadi panggung yang penuh perhatian.

Bukan suara teriakan kampanye yang terdengar. Bukan pula arak-arakan dengan kemeriahan berlebihan.

Lantunan sholawat justru menggema.

Dari berbagai wilayah RW di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, masyarakat datang mengiringi langkah Aip Rahmat, S.Pd., menuju Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibogo.

Menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, rombongan pendukung bergerak bersama menuju lokasi pendaftaran. Di sepanjang perjalanan, lantunan sholawat menjadi pengiring.

Momentum tersebut menjadi salah satu pemandangan menarik pada hari terakhir tahapan pendaftaran Bacalon Kades Cibogo.

Kehadiran masyarakat dari berbagai RW juga membuat suasana pendaftaran Aip Rahmat terasa berbeda. Dukungan itu hadir bukan hanya dalam bentuk kehadiran, tetapi juga melalui doa yang dipanjatkan bersama.

Koordinator tim pendukung Aip Rahmat dari MANTAP (Merakyat, Amanah, Niat Mengabdi, Transparan, Akuntabel, Profesional), Aan Mudiharto, S.E., mengatakan, rencana pendaftaran pada malam hari sebenarnya telah disampaikan kepada Panitia Pilkades Cibogo sejak jauh hari.

Menurut Aan, waktu malam dipilih karena sebagian besar pendukung telah menyelesaikan aktivitas dan pekerjaan masing-masing.

“Jauh hari sejak dibukanya pendaftaran, kami sudah menyampaikan kepada panitia bahwa ada para pendukung yang secara pribadi ingin mengantar dan mendampingi Aip Rahmat untuk mendaftar pada malam hari di hari terakhir,” ujar Aan.

Namun, ada satu hal yang menurutnya berada di luar perkiraan.

Jumlah masyarakat yang datang ternyata cukup banyak.

Warga dari berbagai RW secara sukarela hadir untuk memberikan dukungan sekaligus mengantarkan Aip Rahmat mendaftarkan diri sebagai Bacalon Kades Cibogo.

“Alhamdulillah, ternyata di luar dugaan, masyarakat dari berbagai RW ikut hadir mengantarkan,” kata Aan.

Ia menjelaskan, lantunan sholawat yang mengiringi rombongan bukan dimaksudkan sekadar untuk memeriahkan perjalanan.

Lebih dari itu, sholawat menjadi simbol doa dan pengingat agar seluruh ikhtiar yang dilakukan tetap berada dalam koridor kebaikan.

“Kami datang dengan niat baik dan mengiringinya dengan sholawat sebagai bentuk doa dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya.

MANTAP: Bukan Sekadar Bertarung, tetapi Membawa Misi Pengabdian

Bagi tim pendukung, pencalonan Aip Rahmat bukan sekadar pertarungan untuk merebut kursi kepala desa.

Kontestasi Pilkades dipandang sebagai ruang untuk menawarkan gagasan sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar membangun Desa Cibogo.

Karena itu, Aan menegaskan bahwa pihaknya siap mengikuti seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Subang Tahun 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.

Menariknya, sejak awal ia juga menegaskan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Insyaallah kami siap mengikuti seluruh tahapan Pilkades, baik menang maupun kalah atas izin Allah SWT,” ungkapnya.

Yang jauh lebih penting, kata dia, seluruh proses dapat berlangsung lancar, tertib, sukses hingga penetapan pemenang, serta mendapat ridho Allah SWT.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kompetisi politik desa tidak boleh menghapus persaudaraan antarmasyarakat.

Siapa Pun Pemenangnya, Cibogo Harus Tetap Bersatu

Pilkades akan melahirkan satu nama sebagai kepala desa. Namun, setelah proses pemilihan selesai, seluruh masyarakat tetap akan hidup berdampingan sebagai warga Desa Cibogo.

Kesadaran itulah yang menjadi salah satu pesan utama tim pendukung Aip Rahmat.

Aan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

“Siapa pun pemenangnya nanti, kita tetap harus bersatu untuk Desa Cibogo yang lebih baik, lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah atmosfer Pilkades yang biasanya sarat perbedaan pilihan.

Sebab, pesta demokrasi di tingkat desa semestinya tidak meninggalkan luka sosial setelah proses pemilihan berakhir.

Pendaftaran Tuntas, Aip Rahmat Siap Menatap Tahapan Berikutnya

Setelah tiba di sekretariat panitia, seluruh proses pendaftaran Aip Rahmat berlangsung hingga persyaratan yang diperlukan dinyatakan terpenuhi.

Aan pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk mengantar dan memberikan dukungan.

“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, semuanya terlaksana dengan lancar dan tertib serta persyaratan pendaftaran telah terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama perjalanan menuju lokasi pendaftaran terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut mengantar dan memberikan dukungan. Semoga menjadi amal kebaikan yang mendapat balasan dari Allah SWT,” pungkasnya.

Malam itu, pendaftaran memang telah selesai.

Namun, perjalanan Aip Rahmat menuju kontestasi Pilkades Cibogo baru saja dimulai.

Dan di tengah lantunan sholawat yang mengiringi langkahnya, satu pesan kembali digaungkan: berkompetisi boleh, berbeda pilihan boleh, tetapi persatuan masyarakat Cibogo harus tetap menjadi yang utama. (Deny Suhendar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *