Rudi Rochman Puncaki Seleksi Pilkades Karangasih dengan Nilai 224,07, Kini Ujian Sesungguhnya Menanti di Bilik Suara

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Peta persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mulai mengerucut.

Nama Rudi Rochman berada di posisi teratas setelah mencatatkan nilai tertinggi dalam penggabungan hasil seleksi bakal calon Kepala Desa Karangasih 2026.

Rudi mengantongi total nilai berbobot 224,07, mengungguli lima bakal calon lainnya.

Namun, angka tersebut bukanlah garis finis.

Justru sebaliknya, posisi puncak hasil seleksi kini membuka babak baru yang jauh lebih menentukan: memenangkan kepercayaan masyarakat Karangasih pada hari pencoblosan, 20 September 2026.

Berdasarkan pengumuman Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan (LPPP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Indonesia Nomor 06/LPPP.T/K/IX/2026, Rudi Rochman tercatat memperoleh total nilai berbobot 224,07.

Nilai tersebut merupakan hasil penggabungan tiga komponen seleksi, yakni administrasi, tes tertulis, dan wawancara.

Pada tahap administrasi, Rudi memperoleh nilai 245. Kemudian tes tertulis mencapai 198, sedangkan wawancara mendapatkan nilai 257,85.

Sesuai bobot penilaian yang ditetapkan, administrasi memiliki bobot 30 persen, tes tertulis 50 persen, dan wawancara 20 persen.

Dari tiga komponen tersebut, Rudi memperoleh nilai berbobot masing-masing 73,5, 99, dan 51, dengan total nilai akhir 224,07.

Capaian itu menempatkan Rudi di peringkat pertama dari enam bakal calon yang mengikuti tahapan seleksi.

Di posisi kedua terdapat H. Imam Mastur, disusul Samsu Dawan selaku petahana di urutan ketiga.

Sementara tiga posisi berikutnya ditempati Abun Nurhasan, Budi Almadi Harsono, dan Beby Lestari.

Surat Hasil Seleksi Diantar Langsung ke Posko Rudi Rochman

Hasil penggabungan nilai tersebut kemudian disampaikan secara resmi kepada pihak terkait.

Pada Selasa, 8 September 2026, surat pemberitahuan hasil penggabungan nilai seleksi bakal calon Kepala Desa Karangasih 2026 diantar langsung oleh Panitia Pilkades Karangasih yang dipimpin H. Yaya Ropandi ke Posko Pemenangan Rudi Rochman Center di Kampung Baru.

Penyerahan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian tahapan Pilkades Karangasih.

Dengan diterimanya surat pemberitahuan hasil seleksi, posisi masing-masing bakal calon setelah seluruh tahapan seleksi dilaksanakan menjadi semakin jelas.

Rudi Rochman berada di puncak dengan nilai 224,07.

Tetapi demokrasi memiliki ukuran yang berbeda.

Jika seleksi mengukur kemampuan administratif, tertulis, dan wawancara, maka pemilihan kepala desa akan mengukur seberapa besar kepercayaan masyarakat.

Puncak Seleksi Bukan Puncak Demokrasi

Peringkat pertama tentu menjadi modal penting.

Namun, posisi tersebut bukan jaminan kemenangan.

Puncak klasemen seleksi bukanlah garis akhir. Ia justru menjadi pintu masuk menuju pertarungan berikutnya yang jauh lebih menentukan: bilik suara.

Pada Minggu, 20 September 2026, masyarakat Karangasih akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin desa untuk periode 2026–2034.

Di titik inilah setiap kandidat akan berhadapan langsung dengan penilaian masyarakat.

Bukan lagi sekadar angka hasil seleksi, melainkan visi, gagasan, rekam jejak, integritas, kedekatan dengan warga, serta komitmen untuk membangun desa.

Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu menyampaikan gagasan.

Masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi kerja nyata.

“Karangasih Bahagia” dan Narasi Perubahan

Di tengah dinamika Pilkades Karangasih, Rudi Rochman membawa visi “Karangasih Bahagia” dengan semangat “Perubahan Nyata untuk Desa Karangasih.”

Narasi tersebut menjadi bagian dari gagasan yang ditawarkan untuk mendorong Karangasih menjadi desa yang lebih maju, sejahtera, tertata, dan bermartabat.

Perubahan, dalam konteks pemerintahan desa, tentu bukan sekadar pergantian sosok di kursi kepala desa.

Perubahan harus dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelayanan publik yang lebih dekat, pembangunan yang merata, lingkungan yang tertata, infrastruktur yang menjawab kebutuhan warga, serta perhatian terhadap pendidikan, sosial, keagamaan dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari harapan yang dibawa dalam kontestasi tersebut.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya seberapa menarik gagasannya disampaikan, tetapi seberapa nyata gagasan itu diwujudkan setelah memperoleh amanah.

Dari Nilai Tertinggi Menuju Ujian Kepercayaan Rakyat

Rudi Rochman kini berada di posisi teratas hasil seleksi.

Namun, posisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru.

Setelah melewati seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara, seluruh kandidat kini memasuki ujian terbesar dalam kontestasi demokrasi tingkat desa: meyakinkan masyarakat.

Tanggal 20 September 2026 akan menjadi momentum penting bagi Karangasih.

Hari itu bukan hanya menentukan siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga menentukan arah perjalanan pemerintahan Desa Karangasih untuk delapan tahun mendatang.

Karena itu, Pilkades semestinya tidak berhenti sebagai persaingan memperebutkan kursi kepala desa.

Kontestasi harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk membandingkan visi, program, kemampuan, integritas, serta komitmen setiap kandidat.

Persaingan Boleh Tajam, Persaudaraan Jangan Hilang

Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam kontestasi politik tingkat desa: seluruh kandidat dan pendukungnya merupakan bagian dari masyarakat yang sama.

Mereka bertetangga.

Mereka bersosialisasi di lingkungan yang sama.

Mereka beribadah, bekerja, dan beraktivitas bersama.

Karena itu, perbedaan pilihan politik jangan sampai berubah menjadi perpecahan sosial.

Persaingan boleh berlangsung ketat.

Gagasan boleh beradu.

Program boleh dibandingkan.

Namun, persaudaraan dan persatuan masyarakat Karangasih harus tetap berada di atas kepentingan politik sesaat.

Sebab, setelah pencoblosan selesai dan hasil pemilihan ditetapkan, seluruh warga akan kembali menjadi satu keluarga besar Karangasih.

Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah harus berdiri sebagai pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi kelompok yang memberikan dukungan.

Tim Seleksi Independen Tetapkan Hasil

Hasil penggabungan nilai seleksi ditetapkan di Bekasi pada 8 September 2026 oleh Tim Seleksi Independen.

Tim tersebut terdiri atas:

Dr. M. Harun Arasyid, Drs, M.Si

Dr. Aas Kuswandi, Drs, M.Si

Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi, M.Si

Dr. Siti Nuraini, Dra, M.Si

Penetapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi sebelum masyarakat Karangasih menentukan pilihannya melalui pemungutan suara.

Kini perhatian mulai mengarah pada 20 September 2026.

Rudi Rochman sudah berada di puncak hasil seleksi.

Tetapi sekali lagi, puncak seleksi bukanlah puncak demokrasi.

Puncak demokrasi akan terjadi ketika suara masyarakat dihitung dan mandat rakyat ditetapkan.

Angka 224,07 akan menjadi bagian penting dari perjalanan seleksi.

Namun keputusan terbesar tetap berada di tangan masyarakat Karangasih.

Dari meja seleksi menuju bilik suara, persaingan Pilkades Karangasih kini memasuki fase paling menentukan.

Dan di tengah seluruh dinamika tersebut, satu narasi perubahan terus digaungkan:

“Karangasih Bahagia.”

Bukan sekadar slogan, melainkan harapan agar Karangasih ke depan memiliki pemerintahan desa yang amanah, jujur, berani, dekat dengan rakyat, serta mampu menghadirkan kerja nyata bagi kemajuan seluruh masyarakat.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *