BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Pilihan di bilik suara mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Namun, keputusan tersebut dapat menentukan arah pembangunan dan masa depan Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, hingga delapan tahun mendatang.
Pesan itulah yang disampaikan calon Kepala Desa Pantai Mekar periode 2026–2034, Darman Sah Alam, menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi.
Pilkades Pantai Mekar dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026. Darman mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk memilih pemimpin secara cerdas, dewasa dan bermartabat.
Menurut Darman, masyarakat sebaiknya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan pemberian sesaat. Kapasitas, visi, keberanian, komitmen dan rekam jejak calon harus menjadi pertimbangan utama.
Jangan Tukar Masa Depan dengan Kepentingan Sesaat
Darman mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pemberian atau “amplop” sebagai ukuran dalam menentukan pilihan politik.
Baginya, keuntungan yang hanya dirasakan sesaat tidak sebanding dengan dampak keputusan memilih seorang pemimpin yang akan menentukan arah pemerintahan dan pembangunan desa selama delapan tahun.
“Carilah calon pemimpin yang memiliki visi untuk delapan tahun ke depan. Karena di tangan pemimpin yang tepat, insyaallah rezeki dan kesejahteraan masyarakat bisa disalurkan melalui program-program ekonomi desa. Itu yang saya perjuangkan dan saya pastikan,” ujar Darman, Sabtu (22/8/2026).
Ia menilai pemerintahan desa ke depan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi. Desa harus mampu menciptakan ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat serta menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Beda Pilihan Jangan Putus Persaudaraan
Di tengah persaingan politik desa, Darman juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh berubah menjadi permusuhan di antara warga.
“Kita semua saudara. Musuh kita bukan tetangga, tetapi musuh nyata kita adalah kemiskinan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa kontestasi Pilkades seharusnya tidak membuat masyarakat terpecah. Siapa pun pilihan politiknya, warga Pantai Mekar tetap memiliki kepentingan yang sama, yakni membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berani Bicara Benar, Berani Mengawal Pemerintahan
Selain mengajak warga menentukan pilihan secara rasional, Darman juga mendorong masyarakat berani menyampaikan aspirasi dan mengawal jalannya pemerintahan desa.
Menurutnya, kepala desa bukan pemilik kekuasaan, melainkan pemegang amanah masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan dan program harus dapat dipertanggungjawabkan serta diarahkan untuk kepentingan warga.
“Pemimpin yang menyusahkan rakyat dan tidak mampu menghadirkan program yang bermanfaat harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban dari kepemimpinan yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat,” katanya.
Darman berharap masyarakat tidak takut menyampaikan kritik apabila menemukan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan publik. Pengawasan dari masyarakat, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan desa yang sehat dan terbuka.
Pantai Mekar Harus Bangkit Bersama
Bagi Darman, Pilkades 2026 bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah. Lebih jauh, pesta demokrasi tingkat desa tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan arah Pantai Mekar selama delapan tahun ke depan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga suasana Pilkades agar tetap damai, tertib dan penuh persaudaraan.
“Jangan takut menyampaikan kebenaran. Jangan takut memperjuangkan perubahan. Mari kita berani dan tetap semangat untuk menyampaikan kebenaran demi masa depan Pantai Mekar,” tegasnya.
Darman menilai Pantai Mekar memiliki potensi yang harus dikembangkan bersama. Karena itu, masyarakat perlu mengedepankan gagasan, program, kapasitas dan rekam jejak dalam menentukan pilihan.
Pada akhirnya, demokrasi di Pantai Mekar bukan hanya tentang mencoblos nama calon di bilik suara. Demokrasi adalah tentang keberanian masyarakat menentukan masa depan desanya.
Pantai Mekar adalah rumah bersama. Perbedaan pilihan jangan sampai memutus persaudaraan. Saatnya bersatu menghadapi kemiskinan, membuka peluang kesejahteraan dan menentukan masa depan desa dengan pilihan yang penuh kesadaran.[*]
