Rudi Rochman dan Iis Sobariah Legowo Usai Pilkades Karangasih: Kembali Jadi Rakyat, Tetap Menebar Kebaikan

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Perjuangan dalam sebuah kontestasi tidak selalu berakhir dengan kemenangan.

Namun, cara seseorang menerima hasil perjuangan justru dapat menjadi cermin dari keteguhan hati.

Pesan itu tergambar dari sikap calon Kepala Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rudi Rochman, bersama sang istri, Iis Sobariah, sehari setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026.

Pada Senin, 21 September 2026, sehari setelah pencoblosan yang berlangsung Minggu, 20 September 2026, Rudi Rochman dan keluarga menyampaikan pernyataan terbuka kepada seluruh pendukung, relawan, serta masyarakat Desa Karangasih.

Meski hasil pemungutan suara belum menempatkan dirinya sebagai pemenang Pilkades Karangasih, Rudi memilih menerima hasil tersebut dengan sikap tegar, semangat dan legowo.

Dalam pesannya, Rudi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan perjuangan tersebut.

“Kami, saya, istri dan keluarga besar saya, menghaturkan banyak terima kasih atas segala dedikasi, perjuangan dan pengorbanan. Kami juga meminta maaf atas segala kesalahan dan ketidaksempurnaan ini,” ujar Rudi dalam pernyataannya.

Rudi mengatakan, perjuangan yang telah dilakukan bersama seluruh tim bukan semata-mata tentang memenangkan sebuah kontestasi, tetapi juga bagian dari ikhtiar menghadirkan suasana baru bagi Karangasih.

“Kita sudah berjuang bersama untuk suasana Karangasih yang baru,” katanya.

Namun, Rudi menyadari bahwa keputusan akhir berada di tangan masyarakat melalui proses demokrasi yang telah berlangsung.

Baginya, pilihan warga Karangasih harus dihormati sebagai bagian dari perjalanan desa.

Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa persaingan politik desa telah selesai dan hubungan persaudaraan antarmasyarakat harus tetap dijaga.

Iis Sobariah: Allah Sudah Memberikan yang Terbaik

Sikap serupa disampaikan Iis Sobariah. Dengan penuh ketenangan, Iis memaknai hasil Pilkades sebagai bagian dari ketentuan Allah SWT.

“Alhamdulillah, Allah sudah kasih yang terbaik untuk saya dan suami. Ini bukti Allah sayang dengan kami,” ungkap Iis.

Menurut Iis, tidak terpilihnya Rudi sebagai kepala desa bukan alasan untuk berhenti berbuat baik. Justru, ia dan suaminya berkomitmen untuk tetap hadir di tengah masyarakat sebagai rakyat biasa.

“Walaupun kembali menjadi rakyat biasa, kami tetap semangat untuk menebar kebaikan dan kebermanfaatan untuk orang lain,” tuturnya.

Kalimat tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana Iis memandang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama Rudi dan seluruh tim pemenangan.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bekerja dan berjuang bersama, mulai dari ketua, sekretaris, koordinator dusun, korwe, korte, koordinator lapangan hingga seluruh relawan.

Bagi Iis, orang-orang yang sebelumnya berada dalam satu barisan perjuangan itu kini telah menjadi bagian dari keluarga.

“Sudah kami anggap sebagai saudara. Semoga yang kita usahakan ini Allah tetapkan sebagai amal baik,” katanya.

Takdir Mengajarkan untuk Tetap Melangkah

Bagi Rudi dan Iis, hasil Pilkades Karangasih bukan akhir dari sebuah perjalanan. Keduanya memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses kehidupan.

Iis menegaskan bahwa apa pun yang telah terjadi merupakan takdir dan ketentuan Allah SWT.

“Apa pun yang terjadi, sudah menjadi takdir dan ketentuan-Nya. Kita hanya aktor yang menjalankan skenario,” ucapnya.

Pesan tersebut menjadi penutup yang penuh makna setelah perjalanan panjang yang mempertemukan Rudi, Iis, keluarga, relawan dan masyarakat dalam sebuah ikhtiar politik desa.

Kini, setelah pencoblosan usai, tidak ada lagi sekat antara mereka yang menang maupun yang belum berhasil meraih kemenangan.

Yang tersisa adalah masyarakat Karangasih dengan harapan dan kehidupan yang harus terus berjalan.

Rudi dan Iis pun mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga semangat, kesehatan dan silaturahmi.

“Semoga Allah mempertemukan kita lagi dengan versi terbaik kita. Sehat selalu untuk kita semua dan tetap semangat,” ujar Iis.

Bagi sebagian warga, kontestasi Pilkades mungkin berakhir ketika hasil penghitungan suara selesai. Namun bagi Rudi Rochman dan Iis Sobariah, pengabdian kepada masyarakat tidak harus menunggu sebuah jabatan.

Kembali menjadi rakyat biasa bukan berarti berhenti memberikan manfaat.

Sebab, pada akhirnya, jabatan dapat berakhir, kontestasi dapat selesai, tetapi kebaikan dan persaudaraan di tengah masyarakat diharapkan tetap hidup di Desa Karangasih.[]Karangasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *