Darman Sah Alam Usai Pilkades Pantai Mekar: 703 Suara Jadi Bukti Perjuangan, Persaudaraan Jangan Berakhir

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Kotak suara boleh ditutup. Perhitungan suara boleh berakhir. Namun, bagi Darman Sah Alam, perjuangan bersama keluarga dan para relawan tidak semestinya ikut selesai ketika pesta demokrasi Desa Pantai Mekar berakhir.

Sehari setelah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 digelar, Senin (21/9/2026), calon Kepala Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, itu justru memilih menyampaikan pesan tentang terima kasih, keikhlasan dan persaudaraan.

Tidak ada nada menyalahkan. Tidak pula ada ajakan untuk larut dalam kekecewaan.

Darman memilih menghargai proses yang telah dilalui bersama, sekaligus memberikan penghormatan kepada para relawan yang telah bekerja hingga dirinya memperoleh 703 suara dari masyarakat Pantai Mekar.

“Bismillah, Alhamdulillah. Saya ucapkan terima kasih kepada para pejuang saya, keluarga dan tim pemenangan calon kepala desa Pantai Mekar, Darman Sah Alam,” kata Darman dalam pesannya kepada para pendukung.

Bagi Darman, para relawan bukan sekadar orang-orang yang berada di barisan pemenangan. Mereka telah menjadi bagian dari perjalanan panjang yang dilalui bersama sejak proses pencalonan hingga hari pencoblosan.

“Kalian adalah pejuang sejati, pemilik hati yang ikhlas, yang sudah membersamai selama ini, yang sudah mengorbankan segalanya. Kalian adalah bagian daripada keluarga saya,” ujarnya.

703 Suara dan Sebuah Penghormatan

Darman juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf karena belum mampu memberikan hasil yang diharapkan oleh seluruh pendukungnya.

Namun, di balik hasil tersebut, ia melihat sesuatu yang tidak kalah penting: kepercayaan masyarakat.

Sebanyak 703 suara yang diperolehnya disebut sebagai buah dari kerja keras para relawan yang selama ini bergerak meyakinkan masyarakat.

“Terima kasih buat kalian yang sudah bekerja keras dengan ikhlas. Saya sangat bangga dengan kalian. Kalian adalah pejuang sejati, sudah mampu meyakinkan rakyat memberikan 703 suaranya dan mempercayai kepemimpinan kepada saya,” tuturnya.

Pernyataan itu menjadi salah satu pesan penting Darman setelah kontestasi berakhir. Ia tidak ingin perbedaan pilihan politik membuat hubungan yang selama ini terbangun ikut terputus.

Sebaliknya, ia meminta para pendukung tetap menjaga komunikasi dan persaudaraan.

“Buat para pejuang saya, jangan keluar dari grup ini. Insya Allah orang yang sudah sefaham dengan visi misi kita, kita ikat dengan satu ikatan kekeluargaan untuk masa depan kita,” ucapnya.

Menerima Hasil dengan Sabar dan Ikhlas

Darman mengajak seluruh pendukungnya menerima hasil Pilkades dengan rasa syukur, kesabaran dan keikhlasan.

Baginya, manusia memiliki kewajiban untuk berikhtiar, sementara hasil akhir berada di luar kendali manusia.

“Yakinlah bahwa Allah berikan yang terbaik di antara yang baik, di antara doa yang kita panjatkan selama ini,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penanda bahwa berakhirnya kontestasi tidak harus melahirkan permusuhan. Perbedaan pilihan, menurut semangat yang disampaikan Darman, seharusnya tidak menghapus hubungan sosial yang telah terjalin di tengah masyarakat.

Relawan: Tutup Lembaran Politik, Buka Lembaran Baru

Pesan Darman kemudian mendapat respons dari sejumlah anggota tim pemenangan.

Salah seorang relawan menyampaikan bahwa seluruh ikhtiar telah dijalankan dan hasil akhirnya merupakan ketentuan Tuhan.

“Kontestasi telah berakhir, ikhtiar sudah dikerjakan, hasil Allah SWT yang menentukan. Tutup lembaran politik, buka lembaran baru,” tulisnya.

Relawan tersebut juga mengajak Darman untuk kembali melanjutkan aktivitas dan pengabdian melalui ruang-ruang lain yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

“Pak Lurah Darman tetap istiqomah dan mari kita lakukan dan memulai semua lagi untuk ke depannya,” tulisnya.

Sementara itu, anggota tim pemenangan lainnya, Santo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Darman selama proses perjuangan.

Santo juga meminta maaf karena merasa belum maksimal dalam membantu perjuangan tersebut.

“Walaupun dengan hasil belum beruntung, teriring doa buat Pak Lurah dan keluarga. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran, kesehatan dan kemudahan untuk menjalani kehidupan ke depan,” tulis Santo.

Silaturahmi Jangan Berhenti

Pesan untuk tetap menjaga persaudaraan juga datang dari Danil Darsono.

Ia menilai tim di lapangan telah berupaya menjalankan cita-cita yang selama ini diperjuangkan bersama.

“Qodarullah wa maa sya’a fa’ala, Pak Lurah,” tulis Danil.

Menurutnya, berakhirnya pemilihan tidak berarti berakhir pula hubungan antarsesama. Ia berharap seluruh pihak tetap menjaga tali silaturahmi dan ikut memberikan perhatian terhadap jalannya pemerintahan Desa Pantai Mekar.

“Walaupun pemilihan telah usai, kami berharap kita semua tetap menjaga tali silaturahmi serta dapat ikut mengawal pemerintah desa kita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Prabu Dimas Saka yang turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama perjuangan Darman Sah Alam.

Baginya, ikhtiar telah dilakukan semaksimal mungkin, sementara hasil akhir harus diterima sebagai bagian dari perjalanan.

Setelah Pilkades, Ada Desa yang Harus Dijaga Bersama

Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 digelar pada Minggu (20/9/2026) di 154 desa. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyebut pelaksanaan pemungutan suara berlangsung lancar dan kondusif, sementara laporan sementara menunjukkan partisipasi pemilih di sejumlah wilayah mencapai 90 hingga 95 persen.

Di tengah selesainya pesta demokrasi tersebut, pekerjaan yang lebih panjang justru menanti masyarakat: menjaga persaudaraan dan memastikan kehidupan desa tetap berjalan setelah perbedaan pilihan politik berakhir.

Bagi Darman Sah Alam, 703 suara bukan sekadar angka yang tercatat dalam hasil pemilihan. Angka itu menjadi tanda bahwa ada masyarakat yang memberikan kepercayaan, sekaligus menjadi penghormatan bagi para relawan yang telah menghabiskan tenaga, waktu dan pikiran selama proses Pilkades.

Kini, panggung kontestasi telah ditutup.

Yang tersisa adalah masyarakat Pantai Mekar dengan kehidupan sehari-harinya, keluarga-keluarga yang harus kembali beraktivitas, serta masa depan desa yang harus dijalani bersama.

Karena pesta demokrasi mungkin hanya berlangsung sehari.

Tetapi persaudaraan, silaturahmi dan masa depan sebuah desa harus dijaga jauh lebih lama.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *