Jelang Pilkades Karangasih, Tim Rudi Rochman Soroti Puluhan Warga Belum Terdata: Satu Suara Sangat Menentukan

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi, perhatian terhadap hak pilih warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, semakin menguat.

Di tengah hitungan hari menuju pencoblosan pada Minggu, 20 September 2026, Tim Pemenangan Rudi Rochman Center meminta seluruh kader, relawan, dan simpatisan bergerak cepat memastikan warga yang memenuhi syarat memilih telah tercatat dan memperoleh informasi pencoblosan.

Ketua Tim Pemenangan Rudi Rochman Center, Devied, dalam pernyataannya pada Jumat (11/9/2026), mengungkapkan adanya laporan warga yang belum tercatat dalam data pemilih atau belum memperoleh stiker maupun undangan pencoblosan.

Menurut Devied, jumlah laporan tersebut terus bergerak. Dari awalnya 18 orang, kemudian meningkat menjadi 22 orang, hingga pembaruan terakhir mencapai 30 warga yang dilaporkan belum memperoleh hak pilih sebagaimana mestinya.

“Sudah ada 45 orang yang akan kita perjuangkan biar dapat hak pilih. Kemungkinan angka ini akan terus bertambah,” ujar Devied.

Devied menegaskan, kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti. Ia meminta seluruh kader, relawan, dan simpatisan untuk tidak pasif menghadapi persoalan administrasi pemilih yang muncul menjelang hari pencoblosan.

“Jangan sampai para pemilih kita tidak mendapatkan hak pilihnya. Tolong teman-teman fokus untuk mendata para pemilih kita. Jangan sampai mereka tidak terdata dan tidak mendapatkan haknya,” tegas Devied.

Ia meminta seluruh jajaran tim di tingkat wilayah untuk tidak menunggu hingga hari pencoblosan. Pemeriksaan data, menurut dia, harus dilakukan sedini mungkin sehingga setiap persoalan administrasi dapat segera disampaikan kepada pihak yang berwenang.

Devied juga menyoroti kemungkinan adanya pemilih yang baru memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), termasuk warga yang baru berdomisili di Karangasih dan belum tercatat dalam proses pendataan pemilih.

Karena itu, ia menginstruksikan jaringan kordus, korwe, dan korte untuk meneruskan informasi tersebut kepada seluruh kader dan simpatisan.

“Tongkat estafet dan gotong royong diperlukan di detik-detik akhir ini,” ujarnya.

Jangan Ada Warga Kehilangan Hak Pilih

Bagi tim pemenangan, persoalan data pemilih bukan sekadar urusan administratif. Setiap warga yang memenuhi ketentuan sebagai pemilih harus mendapat kesempatan menggunakan hak politiknya secara sah.

Devied bahkan menekankan pentingnya setiap suara dalam kontestasi Pilkades.

“Pastinya itu mempengaruhi kemenangan kita, karena satu suara di Pilkades sangat menentukan kemenangan,” katanya.

Namun demikian, proses pengecekan dan pemutakhiran data pemilih tetap harus mengikuti ketentuan serta mekanisme resmi yang ditetapkan panitia Pilkades.

Tim pemenangan juga mengingatkan warga agar memastikan status kepemilihannya melalui jalur resmi, bukan sekadar berdasarkan daftar internal tim.

Seruan tersebut menjadi penting mengingat waktu menuju pencoblosan semakin singkat.

Usulkan Rapat Luar Biasa

Situasi tersebut turut mendorong munculnya usulan agar Tim Pemenangan Rudi Rochman Center menggelar rapat luar biasa.

Anggota Tim Pemenangan, Edi Suedi, menilai persoalan data pemilih memiliki tingkat urgensi tinggi karena waktu yang tersisa semakin terbatas.

Ia khawatir informasi penting yang hanya disampaikan melalui grup komunikasi tidak segera dibaca seluruh anggota tim.

“Mohon izin Ketua, ini kami anggap urgensi karena waktu juga terbatas. Khawatir teman-teman terlambat membacanya di grup. Mohon diadakan rapat dadakan atau rapat luar biasa,” demikian inti usulan Edi.

Edi juga mengusulkan agar tim bersama-sama memantau surat undangan pencoblosan yang kemungkinan dikembalikan ke RT maupun panitia.

Menurutnya, pengawasan pada tahap akhir diperlukan agar setiap persoalan yang berkaitan dengan data pemilih dapat segera diketahui dan dicarikan jalan keluar sesuai aturan.

Devied Pilih Perkuat Koordinasi, Bukan Habiskan Waktu

Menanggapi usulan tersebut, Devied mengatakan koordinasi dapat dilakukan melalui struktur tim yang sudah terbentuk.

Ia menyebut keberadaan koordinator dusun, koordinator wilayah, dan koordinator RT menjadi jalur penting untuk mempercepat penyebaran informasi tanpa harus selalu mengumpulkan seluruh anggota dalam sebuah rapat.

“Saya punya kordus, korwe dan korte. Tolong struktural diinformasikan atau diteruskan instruksi ini ke semua kader dan simpatisan,” kata Devied.

Menurut dia, dalam kondisi waktu yang semakin mendekati pencoblosan, kecepatan pergerakan menjadi salah satu kunci.

“Kalau semua kompak, pasti bisa tanpa rapat. Karena dengan adanya rapat, itu mengurangi waktu pergerakan,” ujarnya.

Bagi Devied, yang terpenting saat ini adalah kekompakan seluruh jajaran untuk saling mengingatkan, meneruskan informasi, serta menjalankan arahan tim secara terkoordinasi.

H-9, Karangasih Dihadapkan pada Ujian Partisipasi

Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Artinya, pada Jumat (11/9/2026), masyarakat Karangasih memasuki fase krusial menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Bagi warga, hak pilih bukan sekadar angka dalam daftar pemilih. Hak tersebut merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam menentukan arah kepemimpinan desa untuk periode berikutnya.

Karena itu, seruan untuk melakukan pengecekan data pemilih menjadi pesan penting: jangan sampai warga yang memenuhi syarat justru tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena persoalan administratif yang sebenarnya masih bisa diklarifikasi sebelum hari pencoblosan.

Di sisi lain, seluruh pihak diharapkan menjaga suasana Pilkades tetap tertib, damai, dan menghormati aturan yang berlaku. Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi, sementara persatuan warga Karangasih harus tetap menjadi kepentingan bersama.

Menjelang 20 September, perjuangan bukan hanya tentang memenangkan pilihan politik, tetapi juga memastikan demokrasi desa berjalan dengan jujur, tertib, dan memberi ruang kepada setiap warga yang berhak untuk menentukan pilihannya.

Karangasih boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai kehilangan persaudaraan.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *