Breaking News
Beranda » DAERAH
DAERAH

Jalan Terangkat dan Tembok Gerbang Retak, Proyek Galian Kabel PLN di Jatireja Dikeluhkan Warga

Jalan Terangkat dan Tembok Gerbang Retak, Proyek Galian Kabel PLN di Jatireja Dikeluhkan Warga

BEKASI — MEDIA GANAS.ID

Proyek galian kabel PLN di Jalan Raya Citarik, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan warga setelah permukaan jalan dilaporkan terangkat, pondasi tembok gerbang bergeser dan retak, serta pintu gerbang tidak dapat berfungsi normal. Warga meminta pihak pelaksana segera melakukan pemeriksaan teknis dan memperbaiki dampak yang terjadi di sekitar lokasi pekerjaan.

Warga bernama Tri Nuryanto melaporkan, persoalan bermula dari keluarnya lumpur di dalam halaman rumahnya. Kondisi tersebut sempat ditangani. Namun, pada hari berikutnya, permukaan jalan raya dilaporkan mulai terangkat, diikuti bagian gerbang yang ikut naik dan mengalami kemiringan.

Perubahan kondisi itu berdampak pada fungsi pintu gerbang yang tidak lagi dapat dibuka dan ditutup secara normal. Pondasi tembok di sekitar gerbang juga dilaporkan mengalami pergeseran disertai keretakan.

Selain itu, kondisi saluran drainase di sekitar lokasi turut menjadi sorotan. Permukaannya disebut tidak lagi rata dan sebagian saluran tertutup, sehingga warga mengkhawatirkan fungsi infrastruktur di sekitar area pekerjaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan tersebut melibatkan PT Sufindo Power Energi, sedangkan PT Jatimulya Indonesia disebut sebagai kontraktor pelaksana. Namun, hubungan kerja dan pembagian tanggung jawab kedua perusahaan tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.

Nalim ketua RT 02 RW 01 Desa Jatireja saat dikonfirmasi media mengatakan bahwa dirinya tidak pernah di beritahu akan adanya proyek galian kabel tersebut.

Nalim berharap pihak perusahaan bertanggung jawab atas keluhan warga nya terkait kerusakan rumah seperti retak pada dinding, pondasi terangkat,serta saluran air jadi mampat yang dialami warganya akibat dampak pergeseran tanah oleh aktivitas penggalian, ujar Nalim saat di konfirmasi madia, Senin, 26/10/2026.

Pantuan awak media dillokasi kerusakan juga terjadi pada badan jalan raya Citarik jalan terihat retak dan belah dan ini sangat rawan bagi pengguna jalan dan menyebabkan kemacetan lalulintas saat aktivitas jam berangkat maupun pulang kerja

Semetara itu Rudi selaku pengawas pelaksana proyek dari PT Jatimulya Indonesia saat di konfirmasi Tim Investigasi LSM Gada Sakti Nusantara (LSM GANAS) dan wartawan mengatakan bahwa pihak nya tetap mengutamakan penanganan jika terjadi keluhan warga akibat dampak dari proyek, namun Rudi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Rudi juga menyampaikan bahwa pihak nya sudah berkonsolidasi dengan kepolisian yakni, Polsek Cikarang Timur tekait pelaksanaan proyek tersebut,katanya.

Ketua Umum LSM GANAS Brian Shakti menyoroti dampak yang diakibatkan proyek galian Kabel yang dikerjakan pihak Swasta.

Brian menyampaikan akibat proyek tersebut keluhan beberapa warga yang terdampak walaupun sudah ditangani oleh pihak Perusahaan pelaksana proyek tersebut, namun tetap mengalami kerusakan karena getaran bergeser nya tanah dan mampat nya saluran air warga.

Selain itu sambung Brian proyek tersebut juga mengganggu lalulintas kemacetan terjadi di jalan raya Citarik pada jam masuk dan pulang kerja tanpa adanya pengaturan jalan.

Kerusakan dan kereta kan pada jalan raya Citarik akan berdampak fatal bagi keselamatan pengguna jalan, dan semestinya pihak perusahaan yang mengerjakan proyek galian kabel listrik tersebut bertanggung jawab sepenuhnya, pungkas Brian.

Warga berharap pihak pelaksana segera memeriksa kondisi jalan, pondasi tembok, pintu gerbang, dan saluran drainase. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab perubahan kondisi tersebut, termasuk kemungkinan kaitannya dengan metode pelaksanaan galian kabel atau faktor teknis lainnya.

Hasil pemeriksaan teknis diharapkan menjadi dasar perbaikan menyeluruh, bukan sekadar penanganan sementara. Warga menginginkan seluruh bagian yang terdampak kembali aman dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai penyebab kejadian, tanggung jawab atas dampak yang dilaporkan, dan rencana perbaikan di lokasi.

Pihak pelaksana serta instansi terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi dan menjelaskan langkah penanganan yang akan dilakukan agar warga memperoleh kepastian atas kondisi tersebut.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga