Breaking News
Beranda » POLITIK
POLITIK

Bukan Sekadar Seremoni! KNPI Cijaku Bangkit, 16 Perwakilan Pemuda Satukan Barisan Jelang Sumpah Pemuda ke-98

Ketua KNPI Kecamatan Cijaku, Wahyudin Firmansyah, bersama perwakilan pemuda menggelar konsolidasi pembentukan kepengurusan baru sekaligus mematangkan persiapan Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kantor Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Minggu (25/10/2026).

 

MEDIAGANAS.ID – Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Mereka harus bergerak, bersatu, dan mengambil peran nyata dalam menentukan masa depan daerahnya.

Semangat itulah yang mulai digaungkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten.

Melalui konsolidasi organisasi yang digelar di Kantor Kecamatan Cijaku, Minggu (25/10/2026), KNPI Cijaku mengambil dua langkah sekaligus: membentuk kepengurusan baru dan mematangkan persiapan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026.

Pertemuan ini bukan sekadar agenda organisasi. Pembentukan kepengurusan baru menjadi momentum untuk menyatukan kembali kekuatan pemuda lintas desa sekaligus mendorong KNPI agar lebih aktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan di tingkat kecamatan.

Ketua KNPI Kecamatan Cijaku, Wahyudin Firmansyah, menegaskan bahwa konsolidasi tersebut merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali peran organisasi sebagai rumah bersama bagi generasi muda.

“Betul, hari ini kita ada dua acara. Pertama pembentukan kepengurusan KNPI Kecamatan Cijaku yang baru, dan kedua persiapan untuk upacara Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2026,” ujar Wahyudin.

16 Perwakilan Pemuda Satukan Barisan, Wahyudin Dipercaya Memimpin

Sebanyak 16 perwakilan pemuda dari berbagai desa di Kecamatan Cijaku hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka menyepakati pembentukan kepengurusan baru dan mempercayakan Wahyudin Firmansyah untuk memimpin KNPI Kecamatan Cijaku.

Kesepakatan ini menjadi titik awal untuk membangun komunikasi yang lebih solid, memperkuat solidaritas antarpemuda, serta membuka ruang kolaborasi lintas desa.

Namun, tantangan sesungguhnya bukan berhenti pada terbentuknya susunan pengurus. Organisasi kepemudaan dituntut membuktikan bahwa keberadaannya benar-benar membawa manfaat, bukan sekadar hidup dalam struktur dan nama besar.

KNPI harus mampu menjadi tempat lahirnya gagasan, gerakan sosial, kegiatan pemberdayaan, serta solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Wahyudin menyebut pembentukan pengurus baru sebagai langkah awal untuk mengaktifkan kembali KNPI Cijaku dan memperkuat fungsinya sebagai wadah pemersatu pemuda.

“Pengurus sudah terbentuk. Ini adalah langkah awal untuk mengaktifkan kembali KNPI Cijaku sebagai wadah pemersatu pemuda,” katanya.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menjaga kekompakan, merangkul berbagai kelompok pemuda, dan membangun kerja bersama demi kemajuan Kecamatan Cijaku.

Sumpah Pemuda Bukan Pajangan Sejarah, KNPI Siap All Out

Di tengah konsolidasi organisasi, persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi agenda penting berikutnya.

KNPI Kecamatan Cijaku menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pihak kecamatan dalam menyukseskan upacara yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Bagi Wahyudin dan jajaran pemuda yang terlibat, peringatan Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti pada pengibaran bendera, pembacaan ikrar, dan seremoni tahunan.

Nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat.

Persatuan tidak cukup diteriakkan di atas podium jika hubungan antarpemuda masih terpecah.

Semangat kebangsaan juga tidak cukup dirayakan setiap Oktober apabila generasi muda belum diberi ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Karena itu, keterlibatan KNPI dalam persiapan upacara diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara pemuda dan pemerintah kecamatan.

“Untuk persiapan 28 Oktober, KNPI siap all out membantu kecamatan. Kita ingin pemuda Cijaku tampil terdepan di momentum Sumpah Pemuda,” tegas Wahyudin.

Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan KNPI untuk terlibat aktif dalam kegiatan peringatan sekaligus mengajak generasi muda mengambil bagian dalam menjaga semangat kebersamaan.

Ujian Sesungguhnya: Bergerak Setelah Upacara Usai

Pembentukan kepengurusan baru dan persiapan Sumpah Pemuda menjadi langkah awal. Akan tetapi, ukuran keberhasilan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh ramainya pertemuan atau khidmatnya upacara.

Ujian sesungguhnya justru dimulai setelah seluruh rangkaian seremoni berakhir.

Pemuda Cijaku membutuhkan ruang untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Di sinilah KNPI dituntut menghadirkan program yang berkelanjutan dan mampu menjangkau pemuda di berbagai desa.

Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Wahyudin Firmansyah diharapkan dapat memperkuat koordinasi, membuka ruang dialog, dan menjalin sinergi dengan pemerintah kecamatan serta berbagai unsur masyarakat.

Jika konsolidasi ini diikuti kerja nyata, KNPI Cijaku berpeluang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, tenaga, dan potensi generasi muda untuk menjawab kebutuhan daerah.

Sebaliknya, tanpa program dan keterlibatan berkelanjutan, semangat kebangkitan organisasi berisiko berhenti sebagai slogan.

Momentum Sumpah Pemuda ke-98 pun menjadi pengingat bahwa masa depan tidak dibangun hanya dengan kata-kata. Ia membutuhkan keberanian untuk bergerak, kesediaan untuk bekerja sama, dan komitmen untuk menjaga persatuan.

Kini, tantangan bagi KNPI Cijaku adalah membuktikan bahwa konsolidasi yang dimulai pada 25 Oktober 2026 bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal dari gerakan pemuda yang lebih aktif, terbuka, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah. Ia adalah tanggung jawab yang harus dihidupkan melalui tindakan nyata. (Iwan H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga