Breaking News
Beranda » DAERAH
DAERAH

Audiensi Menu MBG SDN Curuglanglang 1 Berujung Dugaan Intimidasi, Iwan Gaib: Kami Tidak Takut!

Ketua DPC GAIB Perjuangan Pandeglang Selatan, Iwan Gaib, menegaskan audiensi terkait pelaksanaan MBG di SDN Curuglanglang 1 tetap digelar meski muncul dugaan intimidasi dan ancaman pelaporan kepada aparat penegak hukum.

 

PANDEGLANG, MEDIAGANAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menghadirkan gizi terbaik bagi anak-anak sekolah kini menjadi sorotan di SDN Curuglanglang 1, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang.

Ketika masyarakat berencana meminta penjelasan mengenai menu dan porsi makanan, justru muncul dugaan intimidasi terhadap pihak yang hendak menggelar audiensi.

Ketua DPC GAIB Perjuangan Pandeglang Selatan, Iwan Gaib, mengaku mendapat telepon dari seorang pria berinisial R yang mengaku sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Iwan, pria tersebut menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila audiensi tetap dilaksanakan dan menyebut rencana pelaporan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Pernyataan tersebut memantik pertanyaan baru di tengah polemik pelaksanaan MBG di sekolah itu. Mengapa permintaan penjelasan mengenai program pemerintah yang menyangkut kebutuhan gizi siswa justru diwarnai dugaan ancaman pelaporan?

Bagi Iwan, audiensi bukanlah upaya untuk menyerang pihak tertentu, melainkan langkah untuk meminta keterbukaan informasi dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

Menu dan Porsi Disamaratakan, Standar Gizi Dipertanyakan

Polemik ini bermula ketika awak media melakukan pengecekan pada Rabu (7/10/2026). Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan dugaan keseragaman menu dan porsi makanan bagi siswa kelas I hingga kelas VI.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai dasar penentuan porsi makanan bagi anak-anak dengan rentang usia dan kebutuhan gizi yang berbeda.

Kebutuhan energi anak usia sekolah tidak selalu sama. Karena itu, masyarakat meminta penjelasan mengenai standar yang digunakan dalam menentukan komposisi menu, berat makanan, serta kecukupan gizi bagi setiap kelompok usia.

Apakah menu dan porsi yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN)? Bagaimana proses pengukuran dan pengawasan kualitas makanan dilakukan?

Pertanyaan tersebut dinilai layak dijawab secara terbuka oleh pihak yang berwenang agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjebak dalam spekulasi.

Selain persoalan porsi, transparansi nilai makanan per porsi juga menjadi perhatian. Rincian harga bahan pangan, berat makanan, dan komponen biaya perlu dijelaskan melalui mekanisme informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Korcam SPPI Munjul Belum Memberikan Klarifikasi

Di tengah berkembangnya polemik, upaya konfirmasi awak media kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPI Munjul mengenai standar menu, dasar penentuan porsi, dan mekanisme pengawasan belum mendapatkan tanggapan.

Belum adanya klarifikasi tersebut membuat sejumlah pertanyaan publik masih belum terjawab.

Padahal, penjelasan dari pihak terkait sangat diperlukan untuk meluruskan informasi, menghindari kesimpangsiuran, serta memastikan bahwa pelaksanaan MBG benar-benar berorientasi pada kebutuhan siswa.

Transparansi dan komunikasi terbuka menjadi penting agar polemik tidak berkembang menjadi ketidakpercayaan masyarakat terhadap program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Iwan Gaib: Silakan Laporkan, Ini Negara Hukum!

Iwan Gaib membenarkan bahwa dirinya menerima telepon dari pria berinisial R yang disebut mengaku sebagai mitra SPPG. Ia menyayangkan munculnya pernyataan mengenai pelaporan kepada APH ketika pihaknya hendak menggelar audiensi.

“Ya, info terbaru yang saya dapat, seorang berinisial R mengaku mitra SPPG menghubungi saya. Katanya, kalau kita terus memaksakan audiensi, kita akan dilaporkan ke APH. Ini lucu. Kita mau audiensi secara resmi, secara terbuka, mempertanyakan program pemerintah untuk kepentingan anak-anak, malah diancam lapor APH,” kata Iwan, Kamis (15/10/2026).

Menurut Iwan, rencana audiensi merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat terhadap pelaksanaan program pemerintah. Ia menegaskan, pihaknya ingin memperoleh jawaban mengenai standar gizi, transparansi, dan kesesuaian pelaksanaan MBG dengan petunjuk teknis yang berlaku.

“Silakan laporkan. Ini negara hukum. Justru bagus kalau sampai ke APH, biar APH juga bisa ikut memeriksa, apakah pelaksanaan MBG di SDN Curuglanglang 1 ini sudah sesuai juknis BGN atau belum? Apakah anggarannya sudah transparan? Kami tidak takut,” tegasnya.

Iwan memastikan rencana audiensi pada Senin (19/10/2026) tetap akan dilaksanakan. Surat permohonan audiensi, kata dia, akan disampaikan kepada BGN, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, SPPG Munjul, Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia, serta pihak-pihak terkait lainnya.

BGN Diminta Turun ke Lapangan, Bukan Sekadar Periksa Dokumen

Iwan juga mendesak BGN melakukan pemeriksaan langsung terhadap pelaksanaan MBG di SDN Curuglanglang 1. Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi perlu disertai pengecekan kondisi faktual di lapangan.

Pemeriksaan tersebut, antara lain, dapat mencakup penimbangan berat makanan, pemeriksaan komposisi menu, evaluasi kecukupan gizi berdasarkan kelompok usia, serta penelusuran kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa tidak hanya memenuhi aspek distribusi, tetapi juga sesuai dengan standar kualitas dan kebutuhan gizi penerimanya.

“Jangan alergi kritik. Program MBG ini program mulia. Kalau pelaksanaannya benar, kenapa harus takut diaudiensi? Kenapa harus mengancam warga yang ingin bertanya dengan laporan ke APH? Ada apa?” pungkas Iwan.

Menunggu Jawaban, Kepentingan Siswa Harus Diutamakan

Polemik di SDN Curuglanglang 1 kini menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai persoalan yang perlu segera dijawab. Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai menu, porsi, standar gizi, serta mekanisme pengawasan agar pelaksanaan program MBG dapat dievaluasi berdasarkan fakta.

Audiensi yang direncanakan pada Senin (19/10/2026) diharapkan menjadi ruang dialog untuk mempertemukan pihak-pihak terkait, mengklarifikasi persoalan, dan mencari solusi tanpa memperkeruh keadaan.

Sebab, di balik perdebatan mengenai menu dan porsi makanan, terdapat kepentingan yang jauh lebih penting: memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang layak, aman, dan sesuai kebutuhan gizinya.

Catatan Redaksi: MEDIAGANAS.ID menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, verifikasi, dan asas praduga tak bersalah. Dugaan intimidasi yang disampaikan Iwan Gaib serta persoalan pelaksanaan MBG dalam pemberitaan ini masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.

Redaksi membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi bagi pihak SPPG Munjul, Korcam SPPI Munjul, Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia, SDN Curuglanglang 1, BGN, serta pihak lainnya sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik. (Iwan H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga