Saba Desa di Dawuan, Kang Rey Tegaskan Pendidikan Subang Tak Cukup Hanya Bangun Ruang Kelas

 

SUBANG, MEDIAGANAS.ID – Sebuah ruang kelas yang berdiri kokoh bukanlah akhir dari pembangunan pendidikan.

Di dalamnya harus hadir guru yang berkualitas, lingkungan belajar yang aman, serta sistem pendidikan yang mampu menyiapkan anak-anak menghadapi masa depan.

Pesan itulah yang ditegaskan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita saat kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui agenda Saba Desa, Jumat (11/9/2026).

Dalam kunjungannya di Kecamatan Dawuan, Kang Rey meninjau langsung proses rehabilitasi ruang kelas SDN Buahdua, Desa Cisampih, yang tengah dikerjakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun Anggaran 2026.

Rehabilitasi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp199,1 juta termasuk pajak.

Kunjungan itu menjadi lebih dari sekadar agenda melihat progres pembangunan.

Kang Rey ingin memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan perubahan nyata bagi peserta didik.

Saat melihat kondisi sekolah secara langsung, ia masih menemukan ruang belajar yang kondisinya belum sepenuhnya layak.

“Tadi saya lihat, bahkan ada yang ditutup sama baliho, kasihan. Secepat-cepatnya, mungkin sebelum saya selesai nanti dengan Pak Wabup, saya ingin semuanya yang ada di Subang selesai,” ujar Kang Rey.

Ruang Kelas Diperbaiki, Kualitas Guru Harus Mengikuti

Bagi Kang Rey, pembangunan sarana pendidikan tidak boleh berhenti pada persoalan fisik.

Ruang kelas yang nyaman memang penting, tetapi kualitas pendidikan pada akhirnya sangat ditentukan oleh orang-orang yang berada di dalamnya.

Karena itu, pembenahan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik.

Menurutnya, perubahan zaman yang begitu cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi.

Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memahami perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, hingga tantangan era disrupsi.

“Ini penting agar sumber daya manusianya bisa berkualitas,” tegasnya.

Kang Rey menilai peningkatan mutu pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Subang.

Sebab, sekolah bukan sekadar tempat anak-anak memperoleh pengetahuan, melainkan ruang untuk membentuk karakter, membangun kepercayaan diri, menanamkan integritas, sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman.

Sekolah Harus Menjadi Tempat yang Aman

Selain berbicara mengenai sarana dan kualitas tenaga pendidik, Kang Rey juga memberikan perhatian serius terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung peristiwa yang baru-baru ini terjadi di salah satu SMA Negeri di wilayah Pamanukan.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Subang.

Kang Rey menegaskan, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi setiap peserta didik.

“Saya tidak ingin hal itu terjadi lagi. Apalagi di sekolah SD dan SMP Negeri. Saya mengimbau seluruh pengajar dan tenaga pendidik yang berada di Kabupaten Subang agar jangan sampai ada teman-teman kita melakukan penyimpangan-penyimpangan,” katanya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar pembangunan gedung.

Ada tanggung jawab moral untuk memastikan setiap anak dapat belajar tanpa rasa takut, memperoleh pendampingan yang baik, serta tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi.

Saba Desa, Pemerintah Turun Melihat Kenyataan

Melalui agenda Saba Desa, Pemerintah Kabupaten Subang berupaya memastikan pembangunan tidak hanya terlihat dalam laporan administrasi, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat.

Turun langsung ke lapangan menjadi penting karena pemerintah dapat melihat kondisi sebenarnya, mendengar kebutuhan warga, sekaligus mengevaluasi pembangunan yang sedang berjalan.

Bagi Kang Rey, setiap pembangunan harus memberikan manfaat yang jelas kepada masyarakat dan dikerjakan dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu menjadi semakin penting di sektor pendidikan. Sebab, sekolah merupakan tempat generasi masa depan Subang ditempa.

Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian, dan kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.

Kang Rey berharap rehabilitasi sarana pendidikan di Kabupaten Subang dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan kenyamanan bagi peserta didik.

Namun, di saat yang sama, ia mengingatkan agar peningkatan kualitas serta integritas tenaga pendidik tidak pernah berhenti.

Sebab, ruang kelas yang bagus akan jauh lebih bermakna ketika di dalamnya hadir guru-guru berkualitas yang membimbing anak-anak dengan ilmu, keteladanan, dan tanggung jawab.

Pada akhirnya, membangun pendidikan berarti membangun masa depan Subang. Gedung sekolah boleh menjadi wajah pembangunan, tetapi guru yang berkualitas dan lingkungan belajar yang amanlah yang akan menentukan bagaimana masa depan generasi Subang dibentuk. (Deny Suhendar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *