BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Ada momen ketika sebuah ucapan ulang tahun tidak berhenti sebagai rangkaian kata.
Di tengah suasana menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi, doa untuk Iis Sobariah justru menjelma menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan harapan bagi masa depan Desa Karangasih.
Genap berusia 45 tahun pada 7 September 2026, Iis Sobariah, istri calon Kepala Desa Karangasih, Rudi Rochman, mendapat kejutan doa dan ucapan dari para relawan serta Tim Pemenangan.
Bagi para pendukung Rudi Rochman, bertambahnya usia Iis bukan sekadar momentum pribadi.
Ada doa yang lebih luas—agar keluarga Rudi Rochman senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kesabaran, serta keteguhan dalam menjalani proses demokrasi desa.
“Selamat ulang tahun ke-45, Ibu Iis Sobariah. Semoga panjang umur, sehat selalu, diberikan keberkahan dalam kehidupan, dan segala cita-cita serta doa dikabulkan Allah SWT,” demikian doa yang disampaikan para relawan.
Ucapan Barakallah fii umrik dan Mabruk alfa mabruk pun mengalir. Di dalamnya terselip harapan agar Iis senantiasa mendapat keberkahan umur, rezeki yang halal dan melimpah, serta kekuatan dalam mendampingi keluarga dan masyarakat.
Dari Doa untuk Iis, Mengarah ke Harapan Karangasih
Menariknya, sejumlah relawan menyelipkan harapan politik desa dalam ucapan tersebut.
Sapaan “Bu Lurah” terdengar bukan sekadar panggilan, melainkan gambaran harapan para pendukung yang menginginkan Rudi Rochman mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Karangasih.
“Selamat ulang tahun, Bu Lurah. Semoga selalu sehat, panjang umur, rezekinya berkah dan barokah, serta segala hajat dikabulkan Allah SWT,” demikian salah satu doa yang disampaikan.
Harapan serupa juga ditujukan kepada Rudi Rochman.
“Semoga Bapak Rudi Rochman menang dalam pencalonan Kepala Desa Karangasih. Semoga cita-cita kita bersama dapat terwujud. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” ungkap salah satu relawan.
Namun di tengah dinamika politik desa, pesan yang muncul justru lebih menekankan kebersamaan dan niat baik.
Bagi para relawan, Pilkades bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih jauh, pesta demokrasi desa dinilai sebagai kesempatan masyarakat menentukan arah pembangunan dan memilih sosok yang dipercaya mampu membawa perubahan.
Rudi Rochman maju dengan visi “Karangasih Bahagia” dan semangat “Perubahan Nyata untuk Desa Karangasih.”
Menjaga Perjuangan Tetap Sejuk
Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Rudi Rochman mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Karangasih untuk periode 2026–2034.
Memasuki masa-masa akhir menjelang pencoblosan, para relawan terus menyerukan pentingnya menjaga kekompakan, persaudaraan, dan suasana demokrasi yang kondusif.
Karena itu, doa yang disampaikan untuk Iis Sobariah seakan menjadi pesan tersendiri: perjuangan politik boleh memiliki tujuan, tetapi hubungan antarmanusia tetap harus dijaga.
Ada optimisme. Ada ikhtiar. Ada pula doa yang terus dipanjatkan.
Iis Sobariah: Terima Kasih atas Doanya
Mendapat perhatian dan doa dari para relawan serta Tim Pemenangan, Iis Sobariah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
Ia berharap doa-doa tersebut tidak hanya menjadi kebaikan untuk dirinya dan keluarga, tetapi juga membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Karangasih.
“Aamiin ya Allah. Terima kasih banyak doanya, saudara-saudaraku semuanya. Semoga Allah senantiasa menganugerahi kesehatan, keberkahan umur, keberkahan rezeki, dan mengabulkan segala hajat serta niat baik kita. Aamiin,” ujar Iis Sobariah.
Jawaban tersebut terdengar sederhana. Namun, di tengah riuhnya kontestasi politik desa, kalimat itu membawa pesan yang cukup dalam: doa dan niat baik hendaknya tetap menjadi bagian dari setiap ikhtiar.
Kini, perhatian masyarakat Karangasih mengarah pada 20 September 2026, ketika suara warga akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin desa selama delapan tahun mendatang.
Bagi relawan Rudi Rochman, perjuangan tersebut bukan hanya tentang memenangkan seorang calon.
Mereka menyebutnya sebagai ikhtiar bersama menghadirkan Karangasih Bahagia—sebuah harapan agar perubahan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat dirasakan dalam kehidupan masyarakat.
Dari sebuah ucapan ulang tahun, akhirnya mengalir satu doa yang lebih besar:
semoga kebersamaan tetap terjaga, niat baik mendapat keberkahan, dan Karangasih melangkah menuju masa depan yang lebih maju, bersih, sejahtera, dan bahagia. [*]
