BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi, pertarungan gagasan di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, mulai mengerucut pada satu isu penting: kapasitas seperti apa yang dibutuhkan seorang kepala desa untuk membawa masyarakat melewati delapan tahun ke depan?
Calon Kepala Desa Pantai Mekar, Darman Sah Alam, mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara rasional dan tidak menjadikan kedekatan personal, emosi, maupun kepentingan sesaat sebagai satu-satunya dasar menentukan pilihan.
Menurut Darman, kompetensi, pengalaman, integritas, rekam jejak, serta visi pembangunan harus menjadi ukuran utama sebelum masyarakat menentukan pilihan pada 20 September 2026.
Pesan tersebut disampaikan Darman, Kamis (20/8/2026). Ia sekaligus mengajak seluruh keluarga besar masyarakat Pantai Mekar, termasuk para pendukungnya, menjaga persaudaraan dan kondusivitas selama proses demokrasi desa berlangsung.
“Jika kepala desa tidak memiliki dasar kompetensi, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, mulai dari pelayanan di tingkat desa hingga RT paling ujung,” ujar Darman.
Kepala Desa Bukan Sekadar Jabatan
Darman menegaskan bahwa menjadi kepala desa bukan hanya persoalan memiliki keinginan untuk memimpin. Jabatan tersebut menuntut pengetahuan, pengalaman, keterampilan, integritas, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat.
Kepala desa, kata dia, berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, pelayanan sosial, surat-menyurat, hingga koordinasi pembangunan.
Karena itu, seorang pemimpin desa harus memahami tata kelola pemerintahan dan birokrasi agar pelayanan publik berlangsung cepat, mudah dan tidak berbelit.
“Warga jangan sampai bolak-balik ke kantor desa hanya untuk menyelesaikan persoalan yang seharusnya bisa ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Selain pelayanan publik, Darman juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan desa. Menurutnya, perencanaan melalui RKPDes dan APBDes harus dilakukan secara cermat, transparan dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Potensi Pantai Mekar Harus Diubah Menjadi Kekuatan Ekonomi
Darman menilai Pantai Mekar memiliki potensi besar yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Potensi kelautan, pertanian, perikanan, tambak, UMKM hingga pariwisata dinilainya memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi desa.
“Jangan sampai potensi desa yang besar justru tidak berkembang karena kita tidak memiliki perencanaan yang matang. Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai pembangunan Pantai Mekar ke depan harus diarahkan pada kebutuhan strategis masyarakat, terutama infrastruktur, pertanian, perikanan budidaya, tambak, pengembangan UMKM dan sektor ekonomi produktif lainnya.
Menurut Darman, pemimpin tidak cukup hanya pandai menyusun program. Lebih penting lagi, program tersebut harus mampu dikawal hingga menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Enam Fondasi Pemimpin Desa
Dalam menyampaikan gagasannya, Darman menyebut enam nilai dasar yang menurutnya harus melekat pada seorang kepala desa.
Pertama, melayani. Kepala desa harus memahami tugas, fungsi dan standar pelayanan kepada masyarakat.
Kedua, amanah. Pemimpin harus mampu menjalankan aturan, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset desa secara bertanggung jawab.
Ketiga, berani. Kepala desa harus berani mengambil keputusan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Keempat, melindungi. Pemimpin harus memahami aspek hukum serta mampu menjaga hak dan kepentingan masyarakat.
Kelima, berkomitmen. Kepala desa harus mempunyai visi pembangunan jangka panjang yang diterjemahkan ke dalam perencanaan desa secara konkret.
Keenam, membangun. Pemimpin harus memiliki kemampuan manajemen pembangunan dan mampu mengembangkan potensi ekonomi desa, termasuk mengoptimalkan peran BUMDes.
“Siapapun bisa kita jadikan kepala desa. Tetapi pertanyaannya, apakah warga atau rakyat mau dijadikan bahan percobaan selama delapan tahun? Karena itu, mari kita berpikir jernih dan menggunakan akal sehat,” kata Darman.
Relawan Dorong Masyarakat Melihat Rekam Jejak
Gagasan tersebut mendapat dukungan dari relawan Darman Sah Alam.
Supendi Permana Putra menilai pengalaman dan keahlian merupakan faktor penting dalam menentukan seseorang untuk memegang tanggung jawab besar, termasuk mengelola pemerintahan desa.
“Segala pekerjaan, kecil maupun besar, kalau dipegang oleh yang bukan ahlinya, bisa terjadi kegagalan. Pengalaman dan keahlian adalah guru di segala bidang pekerjaan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat Pantai Mekar tetap menjaga persatuan dan menjadikan visi, misi, program serta rekam jejak sebagai pertimbangan dalam menentukan pilihan.
Sementara itu, relawan lainnya, Kadus Sufi, mengajak seluruh pendukung Darman memperkuat barisan untuk mendorong pembangunan Pantai Mekar agar kembali bergerak maju.
Ia menyebut sejumlah pembangunan pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Darman Sah Alam periode 2012–2018, antara lain pembangunan lingkungan kantor desa, jalan raya, fasilitas kesehatan rawat inap hingga pengembangan kawasan wisata Muara Jaya.
“Ini Perjuangan Masyarakat Pantai Mekar”
Dukungan relawan tersebut disikapi Darman dengan menegaskan bahwa pencalonannya tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan pribadi.
Ia menyebut pencalonannya sebagai bagian dari ikhtiar bersama masyarakat Pantai Mekar untuk mendorong pembangunan yang lebih merata dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Ini saatnya yang saya namakan perjuangan masyarakat Pantai Mekar. Yang ingin maju tanpa tebang bulu, ingin berhasil tanpa tebang pilih, dan ingin kerja nyata tanpa retorika,” tegas Darman.
Ia juga meminta seluruh tim pemenangan tetap solid, menjaga semangat dan mengedepankan suasana damai selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
“Semua tim pemenangan Darman harus yakin dan semangat. Saatnya kita kobarkan bahwa inilah saatnya perjuangan kita bersama,” ujarnya.
Delapan Tahun Bukan Waktu untuk Bereksperimen
Pilkades Pantai Mekar kini memasuki tahapan penting menuju pemungutan suara pada 20 September 2026.
Bagi Darman Sah Alam, pesta demokrasi desa harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara cerdas, dewasa dan bertanggung jawab.
Sebab, keputusan di bilik suara bukan sekadar menentukan siapa yang akan menduduki kursi kepala desa.
Pilihan tersebut juga akan berpengaruh terhadap arah pelayanan publik, pengelolaan anggaran, pembangunan infrastruktur, pengembangan potensi ekonomi, serta masa depan masyarakat Pantai Mekar selama delapan tahun mendatang.
Karena itu, Darman mengajak masyarakat tidak memilih semata-mata berdasarkan siapa yang paling dikenal atau paling dekat secara personal.
Yang lebih penting adalah melihat siapa yang memiliki kemampuan, memahami persoalan masyarakat, memiliki rekam jejak dan mempunyai visi yang jelas untuk membawa Pantai Mekar menuju masa depan yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.
Pada akhirnya, Pilkades bukan sekadar pertarungan untuk memenangkan kursi kekuasaan. Demokrasi desa adalah tentang menentukan arah masa depan masyarakat—dan delapan tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah eksperimen kepemimpinan.[*]
