Karangasih Bebas Banjir Jadi Gerakan Nyata, Tim Rudi Rochman dan Warga Bersihkan Saluran Air

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Tujuh hari menjelang masyarakat Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menentukan pilihan dalam Pilkades Serentak 2026, tensi politik semakin menghangat.

Namun, di tengah persaingan menuju hari pencoblosan, Tim Pemenangan Rudi Rochman Center memilih menunjukkan semangat perubahan dengan cara berbeda.

Bukan melalui panggung besar. Bukan pula sekadar menyampaikan janji.

Minggu pagi, 13 September 2026, jajaran tim pemenangan bersama warga turun langsung membersihkan saluran air di wilayah antara RW 09 dan RW 10.

Sampah diangkat. Material penyumbat disingkirkan. Saluran air dibersihkan agar aliran kembali lebih terbuka.

Tangan-tangan warga dan tim pemenangan bergerak bersama dalam satu pekerjaan: menjaga lingkungan sekaligus mengantisipasi persoalan genangan dan banjir.

Aksi tersebut menjadi perhatian karena dilakukan tepat tujuh hari sebelum pencoblosan Pilkades Karangasih yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.

Pesannya pun terasa kuat: perubahan tidak cukup diteriakkan, tetapi harus dikerjakan.

Kordus 2 Merapat, Gerakan Makin Kuat

Semangat gotong royong semakin terasa ketika Kordus 2 ikut merapat dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Alpin Baihaki mengatakan gerakan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus bagian dari upaya mendorong program “Karangasih Bebas Banjir.”

“Alhamdulillah Kordus 2 ikut membantu. Masih terus bergerak, kerja nyata untuk Karangasih. Program Bebas Banjir,” kata Alpin Baihaki di tengah kegiatan, Minggu (13/9/2026).

Dari satu titik ke titik lainnya, tim bersama warga terus bergerak.

Sampah yang menghambat aliran diangkat. Material yang memenuhi saluran disingkirkan. Jalur air dibersihkan agar dapat berfungsi lebih baik.

Sekilas, pekerjaan itu sederhana.

Namun bagi masyarakat, saluran air merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ketika hujan turun dan aliran tidak berjalan baik, persoalan kebersihan dapat berkembang menjadi genangan hingga banjir.

Karena itu, gagasan “Karangasih Bebas Banjir” mulai diterjemahkan bukan hanya sebagai slogan, tetapi melalui tindakan langsung di lingkungan masyarakat.

Bukan Sekadar Janji, Perubahan Dimulai dari Lingkungan

Sekretaris Tim Pemenangan Rudi Rochman Center, Efendi Subandono, menegaskan kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong warga.

Menurut Efendi, menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran saluran air bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah desa.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.

“Alhamdulillah, hasilnya memuaskan. Kegiatan kerja bakti ini kami lakukan bersama warga dan Tim Pemenangan Rudi Rochman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Efendi.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan visi, misi, serta program Rudi Rochman, khususnya gagasan “Karangasih Bebas Banjir.”

Bagi Efendi, program tidak boleh berhenti sebagai rangkaian kata dalam kampanye.

Program harus hadir dalam tindakan.

Harus dapat dilihat.

Dan yang paling penting, harus dapat dirasakan masyarakat.

“Rudi Rochman membawa semangat ‘Perubahan Nyata untuk Desa Karangasih’,” tegas Efendi.

Dari Saluran Air, Pesan Perubahan Menggema

Di antara RW 09 dan RW 10, kegiatan gotong royong itu memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan merupakan kebutuhan bersama.

Warga dan tim pemenangan berdiri dalam satu barisan.

Ada yang membersihkan saluran, mengangkat sampah, menyingkirkan material penyumbat, hingga memastikan jalur air kembali lebih terbuka.

Tidak ada panggung besar.

Tidak ada pidato panjang.

Yang terlihat adalah kerja bersama.

Dari lokasi sederhana tersebut, semangat “Perubahan Nyata untuk Desa Karangasih” kembali digaungkan.

Sebab, cita-cita menghadirkan “Karangasih Bahagia” tidak hanya berbicara mengenai pembangunan berskala besar.

Hal-hal sederhana yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga juga menjadi bagian penting dari pembangunan desa: lingkungan bersih, saluran air terawat, jalan yang nyaman, serta wilayah yang lebih tertata.

“Karangasih Bebas Banjir” Dimulai dari Langkah Kecil

Program “Karangasih Bebas Banjir” menjadi salah satu gagasan yang terus digaungkan Rudi Rochman.

Aksi membersihkan saluran air menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa persoalan banjir membutuhkan perhatian dan kerja bersama secara berkelanjutan.

Warga bersama tim pemenangan turun langsung membersihkan saluran yang berada di antara RW 09 dan RW 10.

Pesannya sederhana, tetapi kuat:

Program harus menyentuh kebutuhan rakyat. Perubahan harus dimulai dari lingkungan sendiri.

Gotong royong menjadi energinya.

Kepedulian menjadi kekuatannya.

Kerja nyata menjadi buktinya.

Tujuh Hari Lagi, Karangasih Menentukan Pilihan

Aksi gotong royong tersebut berlangsung tepat tujuh hari sebelum masyarakat Karangasih memberikan suara dalam Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi.

Jarum waktu menuju hari pencoblosan terus bergerak.

Persaingan politik semakin mendekati garis akhir.

Namun Tim Pemenangan Rudi Rochman Center menyatakan akan terus bergerak bersama masyarakat.

Efendi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran tim pemenangan, kordus, korwe, korte, korlap, serta warga yang ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih untuk Tim Pemenangan Rudi Rochman dan seluruh warga yang sudah ikut membantu,” katanya.

Dari saluran air di antara RW 09 dan RW 10, muncul pesan yang lebih luas tentang makna membangun desa.

Memimpin bukan hanya tentang menyampaikan gagasan, tetapi juga tentang kesediaan turun tangan ketika masyarakat membutuhkan.

Karangasih tidak hanya membutuhkan perubahan yang terdengar dalam slogan.

Karangasih membutuhkan perubahan yang hadir dalam tindakan.

Saluran air yang dibersihkan mungkin terlihat sederhana. Namun dari pekerjaan itu, semangat menjaga lingkungan dan gotong royong kembali dinyalakan.

Tujuh hari menjelang pencoblosan, Tim Pemenangan Rudi Rochman memilih tetap bergerak.

Masih bergerak. Masih bekerja. Masih bersama warga.

Dari lingkungan, untuk perubahan.

Dari gotong royong, untuk Karangasih.

Karangasih Bebas Banjir. Karangasih Bahagia.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *