Pormasi Cikoja Bertransformasi! Formasi Serang Bersatu Lahir, Nana Kuncir Terpilih Pimpin Organisasi

 

SERANG, MEDIAGANAS.ID – Bukan sekadar pergantian nama, tetapi sebuah babak baru perjuangan membangun kebersamaan.

Puluhan elemen organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Serang sepakat menyatukan langkah melalui wadah baru bernama Formasi Serang Bersatu.

Transformasi tersebut resmi diputuskan dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Pormasi Cikoja Kabupaten Serang yang digelar di Rumah Makan Sayur Asem, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Minggu (4/10/2026).

Tak hanya melahirkan identitas baru, forum musyawarah tersebut juga menetapkan Nana Supiana alias Nana Kuncir, Ketua BPPKB DPC Kabupaten Serang, sebagai Ketua Koordinator Formasi Serang Bersatu secara aklamasi.

Keputusan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi kekuatan organisasi masyarakat di Kabupaten Serang. Semangat persatuan, soliditas, dan sinergi antarlembaga menjadi pesan utama yang mengemuka dalam forum tersebut.

Muslub yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu dihadiri sekitar 50 peserta, terdiri dari para ketua dan perwakilan Ormas serta LSM yang sebelumnya tergabung dalam Pormasi Cikoja.

Sejumlah organisasi yang hadir antara lain Badak Banten, Lapbas, Jawara Banten Bersatu, Bela Rakyat, PSIB, DPLKN, BPPKB, GAPSI, SIMBA, BA’I, Yaperma, FKPPI, BAPERA, Info Fajar, Revolusi News, hingga Garda Banten Siliwangi (GABSI).

Hadir pula sejumlah unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan, di antaranya Asda II Kabupaten Serang H. Febriyanto, M.Si., Kabid Kesbangpol H. Dikdik, Kepala Dinas Kesbangpol Hariadi, Kabag Kesra Rohiyan, Kasat Intelkam Polres Serang AKP Saeful Sani, serta Kapolsek Kragilan AKP Ilman Robiana, S.H.

Turut hadir Ketua Muslub PCS 2026 M. Jaelani, Penasehat PCS 2026 H. Sujimin, serta Pembina I Muhayat, S.H., dari SIMBA.

Dalam kesempatan tersebut, Muhayat menyampaikan sejarah singkat perjalanan Pormasi Cikoja hingga akhirnya bertransformasi menjadi Formasi Serang Bersatu.

Sementara itu, Pembina II dari Ormas Bela Rakyat memimpin doa yang berlangsung khidmat, sebagai ikhtiar dan harapan agar organisasi baru ini mampu menjaga amanah serta menjadi wadah pemersatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Muslub Jadi Titik Balik Perjalanan Organisasi

Suasana musyawarah berlangsung dengan mengedepankan dialog dan semangat kebersamaan. Berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari perubahan identitas organisasi, arah perjuangan, hingga penataan kepengurusan ke depan.

Melalui musyawarah mufakat, peserta akhirnya menyepakati perubahan nama dari Pormasi Cikoja Kabupaten Serang menjadi Formasi Serang Bersatu.

Perubahan tersebut bukan hanya menyangkut identitas kelembagaan, melainkan juga menjadi simbol tekad untuk memperluas ruang persaudaraan dan memperkuat kolaborasi antarelemen Ormas dan LSM.

Adapun penetapan logo organisasi belum dilakukan dalam Muslub. Peserta sepakat menyerahkan pembahasan dan penentuannya kepada kepengurusan baru melalui rapat bersama.

Nana Kuncir Dipercaya Secara Aklamasi

Puncak agenda Muslub berlangsung saat pemilihan Ketua Koordinator Formasi Serang Bersatu.

Nama Nana Supiana alias Nana Kuncir akhirnya menjadi pilihan bersama peserta Muslub. Ketua BPPKB DPC Kabupaten Serang tersebut ditetapkan secara aklamasi untuk menakhodai organisasi yang kini mengusung semangat persatuan tersebut.

Kepercayaan itu sekaligus menjadi tanggung jawab besar dalam merawat kebersamaan di tengah keberagaman karakter, latar belakang, dan kepentingan organisasi yang tergabung di dalamnya.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Nana Supiana mengajak seluruh keluarga besar Ormas dan LSM untuk menjadikan perubahan ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan meninggalkan sekat-sekat yang dapat melemahkan organisasi.

“Hari ini Pormasi Cikoja telah selesai, kini lahir Formasi Serang Bersatu. Saya mengajak seluruh keluarga besar Ormas dan LSM untuk terus menjaga kekompakan, persatuan, dan meningkatkan soliditas dalam setiap kegiatan. Kita satu, kita bersatu untuk Serang yang lebih baik,” ujar Nana Supiana.

Menurut Nana, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari besarnya jumlah anggota atau banyaknya lembaga yang bergabung, tetapi juga dari kemampuan menjaga kekompakan, membangun komunikasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap Formasi Serang Bersatu dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen yang tergabung di dalamnya, sekaligus mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Aparat Pastikan Muslub Berlangsung Kondusif

Setelah seluruh agenda musyawarah dan pemilihan ketua rampung, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara.

Dokumen tersebut menjadi bukti resmi atas kesepakatan perubahan nama organisasi sekaligus penetapan Nana Supiana sebagai Ketua Koordinator Formasi Serang Bersatu.

Kapolsek Kragilan AKP Ilman Robiana, S.H., memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Situasi tetap terkendali,” ungkapnya.

Bersatu Bukan Sekadar Slogan

Lahirnya Formasi Serang Bersatu kini membawa harapan baru bagi perjalanan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Serang.

Perubahan nama dan kepemimpinan diharapkan tidak berhenti sebagai keputusan administratif dalam sebuah forum musyawarah. Lebih dari itu, harus menjadi awal gerakan kolektif yang mengedepankan persatuan, kepedulian sosial, dan kontribusi positif bagi daerah.

Di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang, keberadaan Ormas dan LSM dituntut mampu menjadi bagian dari solusi, menjaga komunikasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, serta menyuarakan kepentingan masyarakat secara konstruktif.

Dengan kepemimpinan Nana Supiana alias Nana Kuncir, Formasi Serang Bersatu diharapkan mampu membuktikan bahwa kekuatan terbesar organisasi bukan terletak pada perbedaan nama dan atribut, melainkan pada kesamaan tekad untuk membangun Kabupaten Serang yang aman, kondusif, bersatu, dan semakin maju.

Sebab, bersatu bukan sekadar slogan yang diteriakkan, melainkan komitmen yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata. (Ridwan Habibi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *