BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Di atas papan catur, setiap langkah harus diperhitungkan. Terlalu tergesa bisa berujung kekalahan, sementara kesabaran sering menjadi kunci kemenangan.
Filosofi itulah yang kini menjadi bagian dari keseharian bakal calon Kepala Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Rudi Rochman, di tengah padatnya aktivitas menyapa masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi.
Kesibukan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mendengar aspirasi warga tak membuat Rudi mengabaikan pentingnya menjaga kebugaran mental.
Saat memiliki waktu luang, ia memilih bermain catur sebagai cara sederhana untuk mengembalikan fokus sekaligus mengasah kemampuan berpikir strategis.
Bagi Rudi, catur bukan sekadar hiburan. Permainan yang dikenal sebagai olahraga otak itu menjadi ruang refleksi setelah seharian berdialog dengan masyarakat dan menyerap berbagai persoalan yang mereka sampaikan.
“Setelah seharian berkeliling menyapa warga, kami biasanya mencari cara sederhana untuk menyegarkan pikiran. Bermain catur menjadi salah satu pilihan karena membuat pikiran kembali fokus dan tenang,” ujar Rudi Rochman, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, setiap langkah dalam permainan catur mengajarkan pentingnya ketelitian, kesabaran, serta kemampuan membaca situasi sebelum mengambil keputusan.
Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih bagi seseorang yang ingin mengemban amanah sebagai pemimpin masyarakat.
Selain melatih konsentrasi, catur juga dipercaya mampu meningkatkan daya ingat, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menyusun strategi jangka pendek maupun jangka panjang.
Permainan ini bahkan sering disebut sebagai latihan mental untuk membentuk karakter yang disiplin, tenang, dan bertanggung jawab terhadap setiap keputusan.
Berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa bermain catur dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan memecahkan persoalan, hingga melatih perencanaan yang lebih matang.
Tak heran jika permainan ini banyak diminati oleh berbagai kalangan sebagai sarana mengasah kecerdasan sekaligus menjaga kesehatan mental.
Bagi Rudi Rochman, filosofi catur memiliki kesamaan dengan proses membangun desa.
Setiap kebijakan harus dipikirkan secara cermat, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar keputusan sesaat.
Di tengah dinamika Pilkades Serentak 2026, ia meyakini bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki semangat bekerja, tetapi juga ketenangan berpikir, kecermatan membaca situasi, serta kemampuan menyusun langkah yang terukur demi mewujudkan perubahan yang berkelanjutan.
Usai menikmati permainan catur bersama rekan-rekannya, Rudi kembali melanjutkan agenda menyapa warga dari pintu ke pintu.
Baginya, mendengar langsung keluhan, harapan, dan aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga Desa Karangasih.
Di balik setiap bidak yang digerakkan di atas papan catur, tersimpan pelajaran tentang strategi, kesabaran, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai itulah yang ingin terus dibawa Rudi Rochman dalam setiap langkah pengabdiannya menuju Karangasih yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera. [*]
