BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Menjelang pengambilan nomor urut calon Kepala Desa Karangasih pada 9 September 2026, suhu politik di tengah masyarakat mulai menghangat.
Namun, di tengah geliat persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi, calon Kepala Desa Karangasih, Rudi Rochman, justru memilih mengirimkan pesan yang menyejukkan: jangan sampai perbedaan pilihan merusak persaudaraan.
Bagi Rudi Rochman, nomor urut memang akan menjadi identitas setiap calon dalam surat suara.
Tetapi jauh lebih penting dari sekadar angka adalah bagaimana seluruh tahapan demokrasi dapat berlangsung tertib, damai, dan tetap menjaga hubungan baik antarmasyarakat.
“Nyok! Kita kawal bersama,” seru Rudi Rochman kepada masyarakat Karangasih, Minggu, 6 September 2026.
Seruan itu sekaligus menjadi ajakan agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah terpancing provokasi, terutama oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi menimbulkan perpecahan.
Jangan Biarkan Pilihan Politik Memutus Persaudaraan
Rudi Rochman menilai perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi.
Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani. Karena itu, perbedaan tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Tetap jaga kekompakan dan jangan mudah terprovokasi,” pesannya.
Menurutnya, Pilkades bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Ada sesuatu yang jauh lebih besar yang harus dijaga, yakni persaudaraan dan masa depan desa.
Sebab, setelah seluruh tahapan politik selesai, masyarakat Karangasih akan kembali bertemu dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka akan kembali bertetangga, bergotong royong, bekerja bersama, menghadiri kegiatan sosial, serta membangun lingkungan yang sama.
Karena itu, perbedaan pilihan semestinya hanya berlangsung di ruang politik, bukan dibawa menjadi sekat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Karangasih Bahagia” Dimulai dari Kebersamaan
Mengusung semangat “Karangasih Bahagia”, Rudi Rochman juga membawa pesan “Bersama Kita Bisa. Bersatu untuk Karangasih. Bersama Membangun Masa Depan.”
Baginya, Karangasih Bahagia bukan sekadar slogan yang terpampang dalam berbagai materi kampanye.
Semangat tersebut harus dimulai dari hal paling mendasar: masyarakat yang rukun, kompak, dan saling menghargai.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga seluruh warga dari berbagai lingkungan di Karangasih, menurutnya, memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan desa.
“Perubahan tidak akan lahir dari satu orang saja,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam perjuangan menuju Karangasih yang lebih baik.
Perubahan membutuhkan kebersamaan, keberanian untuk bergerak, kemauan bekerja, sekaligus kesediaan mendengar suara masyarakat.
Perubahan Nyata Tak Cukup Menjadi Slogan
Semangat “Perubahan Nyata untuk Desa Karangasih” juga menjadi bagian penting dari gagasan yang dibawa Rudi Rochman.
Baginya, perubahan tidak boleh berhenti pada kata-kata. Perubahan harus hadir dalam bentuk kerja nyata dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, momentum Pilkades 2026 dipandang sebagai kesempatan untuk membangun kesadaran bersama bahwa masa depan Karangasih bukan hanya tanggung jawab calon kepala desa, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Pilkades Karangasih adalah momentum semangat perubahan. Bersama Rudi Rochman, semoga dapat menjadikan Karangasih lebih baik lagi,” menjadi salah satu pesan yang terus disampaikan kepada masyarakat.
Politik Boleh Berbeda, Karangasih Tetap Satu
Menjelang pengambilan nomor urut pada 9 September 2026, Rudi Rochman kembali mengingatkan para pendukungnya agar menjaga sikap dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling menjauh.
Menurutnya, kemenangan dalam demokrasi tidak semata-mata diukur dari perolehan suara.
Demokrasi juga dinilai dari bagaimana seluruh proses dapat berjalan secara damai, tertib, dan bermartabat.
Politik boleh berbeda. Pilihan boleh tidak sama. Tetapi persaudaraan harus tetap dijaga.
Pesan tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan menuju Pilkades Karangasih.
Sebab, Karangasih bukan milik satu calon, bukan milik satu kelompok, dan bukan pula milik satu kepentingan.
Karangasih adalah rumah bersama.
Rumah yang harus dijaga, dirawat, dan dibangun secara gotong royong oleh seluruh masyarakat.
Menuju Karangasih Bahagia
Kini, perhatian masyarakat mulai tertuju pada tahapan pengambilan nomor urut calon Kepala Desa Karangasih yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026.
Bagi Rudi Rochman dan para pendukungnya, momentum tersebut bukan sekadar tahapan administratif dalam rangkaian Pilkades.
Lebih dari itu, pengambilan nomor urut menjadi salah satu titik dimulainya perjalanan politik yang diharapkan tetap menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat.
Pesannya sederhana, tetapi sarat makna:
“Boleh berbeda pilihan, jangan sampai kehilangan persaudaraan.”
Sebab ketika pesta demokrasi berakhir, seluruh warga Karangasih akan kembali menjadi satu keluarga besar yang hidup berdampingan.
Dan dari sanalah, semangat “Karangasih Bahagia” seharusnya benar-benar dimulai.[*]
