BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Detik-detik menuju pencoblosan Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi mulai terasa panas di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong.
Hanya hitungan hari sebelum masyarakat menentukan pilihannya, nama Darman Sah Alam, calon Kepala Desa Pantai Mekar nomor urut 3 untuk periode 2026–2034, semakin ramai diperbincangkan warga.
Bukan sekadar soal kontestasi politik desa, perhatian terhadap Darman muncul seiring penilaian sejumlah warga yang melihat pengalaman, rekam jejak kepemimpinan, serta gagasan pembangunan yang ditawarkannya untuk masa depan Pantai Mekar.
Pada Selasa, 15 September 2026, sejumlah warga dari berbagai wilayah menyampaikan pandangan mereka mengenai sosok Darman Sah Alam.
Bagi mereka, pengalaman masa lalu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pemimpin desa untuk delapan tahun mendatang.
Dari Solokan Gatet hingga Kampung Kedung Bokor, Suara Warga Menggema
Mualih, 65 tahun, warga Solokan Gatet, mengaku tertarik dengan visi dan misi yang diusung Darman Sah Alam.
Menurutnya, pembangunan desa ke depan harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat dan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
Pembangunan, kata dia, harus mampu membuka peluang ekonomi sekaligus mendorong masyarakat agar semakin mandiri.
Pandangan senada disampaikan Pendi, 45 tahun, warga Solokan Gatet.
Ia berharap Darman Sah Alam kembali memperoleh kepercayaan masyarakat Pantai Mekar. Pendi mengaku telah mengetahui gagasan dan integritas Darman dalam menjalankan kepemimpinan desa.
“Sangat berharap Pak Darman jadi. Saya tahu gagasan dan integritas Pak Darman,” ujar Pendi.
Sementara itu, Saat, 67 tahun, warga Perbatasan Kampung Kongsi, mengungkapkan kekagumannya terhadap gaya kepemimpinan Darman ketika sebelumnya menjabat sebagai kepala desa.
“Saya mengidolakan kepemimpinan Darman. Semoga beliau terpilih kembali dan berjuang untuk kami,” katanya.
Suara dukungan lainnya datang dari Sahit, 50 tahun, warga Kampung Cabang.
Ia menyoroti pembangunan infrastruktur yang menurut pengamatannya berkembang cukup masif di berbagai sektor pada masa kepemimpinan Darman Sah Alam.
“Pembangunan infrastruktur di era Darman Sah Alam sangat masif di segala sektor,” ungkap Sahit.
Dukungan bahkan disebut telah menjalar hingga lintas generasi.
Ma Iyam, 65 tahun, warga Kampung Kedung Bokor, mengaku telah mengarahkan anak dan cucunya untuk memberikan dukungan kepada Darman Sah Alam dalam Pilkades 2026.
“Karena hanya beliau yang bisa membawa dan mewujudkan harapan warga Desa Pantai Mekar,” ujarnya.
Pernyataan-pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa rekam jejak kepemimpinan menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam percakapan warga menjelang hari pemungutan suara.
Bukan Sekadar Infrastruktur, Darman Tawarkan Arah Baru Pembangunan
Di tengah semakin dekatnya hari pencoblosan, visi Darman Sah Alam turut menjadi perhatian.
Darman mengusung visi:
“Mewujudkan Desa Pantai Mekar yang maju, mandiri, adil, aman, nyaman dan sejahtera melalui penguatan ekonomi masyarakat serta pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.”
Visi tersebut menempatkan penguatan ekonomi masyarakat dan pengelolaan potensi desa sebagai bagian penting dari arah pembangunan Pantai Mekar.
Artinya, pembangunan tidak hanya dipandang dari seberapa banyak infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur tetap menjadi bagian penting. Namun, pembangunan ekonomi produktif, pengembangan potensi desa, serta terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman juga menjadi pekerjaan besar yang menanti pemimpin Pantai Mekar berikutnya.
Di titik inilah pertarungan gagasan menjadi semakin penting.
Sebab, masyarakat tidak hanya akan memilih siapa yang paling dikenal, tetapi juga siapa yang diyakini mampu membawa desa menghadapi tantangan selama periode kepemimpinan 2026–2034.
Minggu, 20 September, Suara Warga Jadi Penentu
Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.
Menjelang hari penentuan, suhu politik desa di Pantai Mekar semakin menghangat. Para calon dan pendukungnya terus bergerak, sementara masyarakat mulai memantapkan pilihan masing-masing.
Bagi pendukung Darman Sah Alam, momentum Pilkades bukan sekadar pergantian kepemimpinan.
Lebih jauh, pemilihan tersebut dipandang sebagai momentum untuk menentukan arah pembangunan Pantai Mekar selama delapan tahun ke depan.
Namun, seluruh dinamika dukungan itu pada akhirnya akan berhadapan dengan satu penentu: suara masyarakat di bilik pencoblosan.
Minggu, 20 September 2026, menjadi hari ketika harapan, rekam jejak, gagasan, dan pilihan warga akan bertemu dalam satu keputusan.
Pantai Mekar akan menentukan arah masa depannya. Dan suara warga akan menjadi penentu siapa yang dipercaya memimpin Desa Pantai Mekar periode 2026–2034.[]
