Dipicu Provokasi Instagram, Remaja di Surabaya Dikeroyok Belasan Pemuda di Depan McD Graha Family
Aksi kekerasan jalanan menimpa seorang remaja berinisial AB di kawasan Jalan Mayjen Jonosewojo, tepat di depan gerai McDonald’s Graha Family, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Pengeroyokan massal yang mengakibatkan korban mengalami luka fisik di sekujur tubuh dan trauma psikis berat ini diduga kuat dipicu oleh perselisihan dan provokasi di media sosial Instagram.
Pihak keluarga korban telah resmi melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Surabaya. Guna memperkuat proses hukum, bukti medis berupa visum et repertum juga telah diserahkan kepada tim penyidik. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi pada Sabtu 24/5/2026 bermula saat korban menerima pesan singkat di media sosial Instagram dari seorang remaja perempuan berinisial NS.
Pesan tersebut berisi informasi bahwa ada pihak lain yang ingin menantang korban berkelahi dengan kalimat, “ko ada sg ngajak berantem HAHAHA”.Korban awalnya mengira pesan tersebut hanya gurauan belaka. Namun, situasi berubah mencekam saat korban mendatangi lokasi kejadian.
Setibanya di sana, korban langsung disambut teriakan makian dan tantangan dari sekelompok pemuda yang telah berkumpul.
Provokasi tersebut memicu ketegangan hingga korban menghampiri remaja berinisial AA, yang diduga sebagai penggerak utama aksi tersebut.
Tanpa ada dialog, AA langsung melepaskan pukulan ke arah korban. Tindakan agresif ini seketika diikuti oleh belasan rekan AA yang berada di lokasi, sehingga terjadi aksi pengeroyokan massal.
Keluarga Korban Tutup Pintu Damai
Ayah korban yang juga merupakan Pimpinan Lawfirm TSR, Dr. Teguh S. Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M., mengecam keras aksi kekerasan yang menimpa putranya. Ia menegaskan tidak akan membuka ruang damai atau toleransi bagi para pelaku.
“Kami mengecam tindakan tidak manusiawi ini. Pengeroyokan massal ini melanggar hukum dan mencederai rasa aman masyarakat. Kami akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia secara tuntas. Keadilan harus ditegakkan dan tanggung jawab hukum harus dipikul oleh semua pihak yang terlibat,” tegas Teguh, Minggu 25/5/2026.
Teguh juga mendesak jajaran Polrestabes Surabaya dan aparat penegak hukum terkait untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan.
Pihak keluarga bersama tim hukum berkomitmen mengawal seluruh proses peradilan guna memastikan para pelaku mendapat sanksi hukum yang memberikan efek jera.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP), serta memanggil pihak-pihak terkait guna mengungkap tuntas motif dan peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut.
(Red)
