Darman Sah Alam Bawa Gagasan Rp2 Miliar untuk Ekonomi Warga, Pendukung: Kami Memilih Bukan karena Materi

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, semakin menarik perhatian menjelang hari pemungutan suara pada 20 September 2026.

Di tengah dinamika politik desa yang mulai menghangat, isu kepemimpinan dan gagasan pembangunan mulai menjadi bahan pertimbangan sejumlah warga.

Salah satunya terlihat dari dukungan yang disampaikan keluarga Kadus Sufi kepada calon Kepala Desa Pantai Mekar, Darman Sah Alam.

Sufi, yang merupakan bagian dari tim pemenangan Darman Sah Alam, menyatakan dirinya bersama keluarga telah mantap memberikan dukungan kepada Darman.

“Kami beserta keluarga siap mendukung calon Kepala Desa Pantai Mekar, Darman Sah Alam, dan mencoblos di TPS pada tanggal 20 September 2026,” ujar Sufi, Senin (31/8/2026).

Menurut Sufi, keputusan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada persoalan materi. Ia mengaku lebih mempertimbangkan karakter dan keberanian calon dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

Bahkan, Sufi menegaskan bahwa dukungannya bersama keluarga tidak bergantung pada ada atau tidaknya pemberian uang menjelang hari pemungutan suara.

“Walaupun seandainya tidak ada pemberian amplop di malam ‘H’, kami tetap mencoblos Pak Darman,” tegasnya.

Cari Pemimpin yang Tegas dan Berani

Sufi menilai Pantai Mekar membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya mampu menyampaikan gagasan, tetapi juga berani hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan.

“Karena kami ingin mempunyai pemimpin yang tegas, bijak dan berani untuk kemajuan desa. Beliau selalu tampil di depan setiap warga ada permasalahan,” tuturnya.

Ia menyebut posisi Pantai Mekar sebagai salah satu wilayah penting di Kecamatan Muaragembong membuat desa tersebut membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan berwibawa.

“Pantai Mekar ini desa kota kecamatan, pemimpinnya mesti tegas dan berwibawa. Siap mendukung, maju bersama,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa bagi sebagian pendukung Darman, Pilkades tidak hanya dipandang sebagai momentum memilih nama di surat suara, tetapi juga sebagai kesempatan menentukan arah pembangunan desa untuk periode pemerintahan berikutnya.

Dukungan serupa disampaikan Hasan bersama keluarga besarnya. Ia mengatakan pilihannya kepada Darman didorong keinginan mendapatkan pemimpin yang tegas dan berani membawa perubahan.

“Siap, kami dan keluarga besar mendukung Pak Darman. Tujuan kami mencari pemimpin yang tegas dan berani untuk kemajuan Desa Pantai Mekar. Tujuan kami memilih bukan mencari materi. Kompak selalu,” kata Hasan.

Tawarkan Rp2 Miliar untuk Pemberdayaan Ekonomi

Di tengah menghangatnya dinamika Pilkades, Darman Sah Alam turut menawarkan sejumlah gagasan pembangunan apabila kembali mendapatkan amanah memimpin Desa Pantai Mekar untuk periode 2026–2034.

Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah mengalokasikan sekitar Rp2 miliar setiap tahun untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Darman menyebut angka tersebut setara dengan sekitar 35,7 persen dari asumsi Rp5,6 miliar anggaran yang masuk ke rekening desa setiap tahun.

“Jika periode 2026–2034 Pantai Mekar kembali memberikan amanah untuk saya memimpin kembali di pemerintahan desa, maka saya akan gelontorkan Rp2 miliar per tahunnya, setara 35,7 persen dari Rp5,6 miliar uang yang masuk ke rekening desa setiap tahunnya untuk mengantisipasi penyakit riba di Pantai Mekar,” kata Darman.

Menurut Darman, gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya apabila kebutuhan infrastruktur dasar desa telah terpenuhi.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan menggeser sebagian prioritas anggaran desa ke sektor pemberdayaan ekonomi ketika kondisi infrastruktur dinilai sudah layak.

“Jika anggaran desa yang masuk ke rekening desa Rp5,6 miliar dan desa tersebut sudah layak infrastruktur, apakah bisa dialokasikan Rp2 miliar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat?” ujarnya.

Namun, Darman menegaskan bahwa gagasan tersebut harus tetap ditempuh melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran desa sesuai ketentuan yang berlaku.

BUMDes, UMKM hingga Nelayan Jadi Sasaran

Konsep pemberdayaan ekonomi yang ditawarkan Darman menyasar sejumlah sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat Pantai Mekar.

Pertama, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui penyertaan modal untuk mengembangkan potensi lokal, termasuk wisata desa, pasar desa dan unit usaha pelayanan masyarakat.

Kedua, penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan lumbung desa, pembukaan lahan produktif serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan sesuai potensi wilayah.

Ketiga, dukungan kepada petani dan peternak melalui penyediaan bibit unggul, alat dan mesin pertanian, pupuk hingga pembangunan kandang komunal.

Darman juga menggagas program permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) desa.

Ia mengusulkan bantuan modal sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta tanpa agunan dan tanpa bunga, dengan mekanisme pengembalian yang disesuaikan dengan kemampuan penerima.

Sasaran program tersebut mencakup petani, petambak, nelayan, perajin, pelaku industri rumah tangga hingga pedagang kecil.

“Tujuannya agar pemuda desa siap kerja atau mampu membangun usaha secara mandiri,” demikian gagasan yang disampaikan Darman.

Pemuda Disiapkan Menghadapi Dunia Kerja

Pembangunan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari gagasan Darman.

Melalui Karang Taruna, ia mengusulkan penguatan pelatihan kerja dan sertifikasi keterampilan bagi generasi muda.

Sejumlah bidang yang disebut antara lain pembuatan perahu, perbengkelan, perkebunan, budidaya perikanan, menjahit, otomotif hingga pengolahan pangan.

Bagi Darman, pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan jalan dan infrastruktur fisik.

Menurutnya, pembangunan manusia perlu mendapatkan perhatian agar generasi muda memiliki keterampilan, peluang kerja dan kemampuan membangun usaha secara mandiri di desa sendiri.

Tekankan Musyawarah dan Legalitas Anggaran

Darman juga menekankan bahwa rencana pengalokasian anggaran untuk pemberdayaan ekonomi tidak dapat dilakukan secara sepihak.

Gagasan tersebut, menurutnya, perlu dibahas melalui mekanisme resmi pemerintahan desa, antara lain Musyawarah Desa (Musdes) atau Musrenbangdes dengan melibatkan tokoh masyarakat, RT/RW serta kelembagaan desa.

Selanjutnya, program harus masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), kemudian dituangkan dalam APBDes melalui mekanisme yang berlaku dan dibahas bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dengan mekanisme tersebut, Darman ingin gagasan pemberdayaan ekonomi tidak berhenti sebagai wacana politik, tetapi memiliki dasar perencanaan, penganggaran dan pengawasan.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pendukung.

“Ini brilian sekali,” ujar Oman.

Supendi Permana Putra dari tim pemenangan Darman Sah Alam juga berharap gagasan tersebut dapat menjadi jalan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat Pantai Mekar.

“Aamiin Ya Allah, kabulkanlah niat calon pemimpin yang punya hati tulus dan ikhlas untuk kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.

Pilkades Pantai Mekar dan Pertaruhan Masa Depan Desa

Menjelang 20 September 2026, persaingan Pilkades Pantai Mekar diperkirakan semakin dinamis. Adu gagasan, program, pengalaman serta rekam jejak kepemimpinan akan menjadi bagian dari pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan.

Bagi para pendukung Darman Sah Alam, Pilkades bukan sekadar momentum untuk memilih seorang kepala desa.

Lebih jauh, kontestasi tersebut dipandang sebagai kesempatan masyarakat menentukan arah pembangunan Pantai Mekar untuk periode pemerintahan 2026–2034.

Suara yang disampaikan para pendukung Darman membawa satu pesan utama: mereka menginginkan pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan, berani menghadapi persoalan dan memiliki gagasan untuk membuka ruang kesejahteraan.

Pantai Mekar kini bukan hanya menghadapi pertarungan politik untuk memperebutkan kursi kepala desa.

Di balik pencoblosan pada 20 September 2026, terdapat harapan masyarakat tentang bagaimana desa tersebut akan bergerak dalam delapan tahun ke depan.

Bagi mereka yang telah menyatakan dukungan kepada Darman Sah Alam, perjuangan tersebut bukan semata-mata tentang kemenangan dalam sebuah kontestasi, melainkan tentang tekad untuk maju bersama, membangun desa bersama dan menghadirkan perubahan yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *