BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Pagi itu, yang tersisa bukan lagi sekadar selembar banner. Di balik kain yang robek dan diduga terbakar, muncul sebuah pertanyaan yang hingga kini belum menemukan jawaban: siapa yang tega merusak alat peraga kampanye menjelang Pilkades Serentak 2026?
Peristiwa yang terjadi di Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, pada Jumat (11/7/2026) itu sontak menjadi perbincangan di kalangan relawan dan masyarakat.
Banner bergambar bakal calon Kepala Desa Karangasih, Rudi Rochman, ditemukan sudah terlepas dari tiangnya di sekitar kediaman H. Barkah dengan kondisi rusak dan diduga mengalami pembakaran.
Relawan yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut langsung mengamankan banner itu dan membawanya ke Posko Pemenangan Rudi Rochman sebagai dokumentasi.
Hingga kini, belum diketahui siapa pelaku maupun motif di balik dugaan perusakan tersebut.
Alih-alih terpancing emosi, tim pemenangan justru memilih meredam situasi.
Mereka meminta seluruh relawan dan simpatisan untuk tidak melakukan tindakan balasan ataupun mencari pihak yang diduga bertanggung jawab.
“Jangan terpancing emosi. Selama tidak ada tindakan yang mengarah pada kekerasan fisik, kita hadapi dengan tenang. Ini mungkin menjadi ujian kesabaran bagi kita,” ujar salah seorang relawan.
Imbauan serupa juga disampaikan kepada seluruh pendukung agar tidak membalas dengan merusak alat peraga milik calon lain.
Menurut mereka, menjaga suasana damai jauh lebih penting dibanding memperturutkan emosi.
“Kalau kita menang emosi di jalan, bisa saja kita kalah di hati warga. Masyarakat membutuhkan calon pemimpin beserta tim yang mampu menjaga ketenangan, kedewasaan, dan persatuan,” kata anggota tim pemenangan lainnya.
Bagi tim pemenangan, kontestasi Pilkades seharusnya menjadi ruang untuk beradu gagasan, program, dan komitmen membangun desa, bukan diwarnai tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat atau memicu konflik antarpendukung.
Juru Bicara Tim SENYAP, Efendi Subandono, mengajak seluruh relawan tetap menjaga semangat perjuangan yang santun dan bermartabat.
“Sabar, ikhlas, yakin, dan percaya. Menuju Karangasih BAHAGIA bersama Rudi Rochman.”
Menurutnya, menjaga persaudaraan antarmasyarakat merupakan modal utama agar Pilkades berlangsung aman, damai, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar memperoleh kepercayaan rakyat.
Tim pemenangan juga menegaskan akan terus memperkuat konsolidasi hingga hari pemungutan suara pada 20 September 2026 dengan mengedepankan kebersamaan, persatuan, serta politik yang santun.
Masyarakat pun diajak untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menghormati seluruh tahapan Pilkades demi menjaga marwah demokrasi di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Karangasih, Yaya Ropandi, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan perusakan banner tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diberikan.
Hingga berita ini ditayangkan, identitas pelaku maupun motif dugaan perusakan masih belum diketahui.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai peristiwa tersebut sehingga proses penelusuran masih berlangsung.
Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat perkembangan ataupun keterangan resmi dari pihak-pihak terkait. [*]
