MEDIAGANAS.ID – Kamis pagi (22/10/2026), Alun-Alun Malingping berubah total. Bukan hiruk-pikuk pasar, bukan riuh politik. Yang ada hanya lautan putih.
Ratusan santri dengan peci, sarung, dan busana muslim memutihkan lapangan, berdiri tegak dalam satu barisan doa dan cinta untuk negeri.
Inilah Upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Malingping yang meledak dengan khidmat.
Tepat pukul 07.00 WIB, upacara dimulai. Yang memimpin bukan pejabat biasa. Kapolsek Malingping, AKP Pipih Iwan, berdiri gagah sebagai inspektur upacara. Simbol sinergi yang nyata: aparat dan santri dalam satu nafas menjaga negeri.
Suasana hening, tertib, tapi energinya terasa sampai ke dada. Ini bukan seremoni kalender. Ini adalah pernyataan sikap.
Hadir lengkap semua unsur kekuatan Malingping: pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah, UPTD RS Malingping, UPTD SDA Cibaliung-Cisawarna, UPTD Samsat, Korwil Pendidikan, Korwil Pertanian, KUA, tokoh masyarakat. Semua melebur, semua tunduk pada satu tema besar tahun ini:
“Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
SANTRI MUDA CURI PANGGUNG!
Jika ada yang paling menyita perhatian, itu adalah mereka: Santri Yayasan Islam Nurul Hidayah (NH) Kampung Lebak Jaha.
Mereka bukan pelengkap. Mereka adalah bintang lapangan.
Dipercaya sebagai petugas inti – Pengibar Bendera Merah Putih, paduan suara, pembaca teks Pancasila – mereka tampil tanpa grogi. Barisan Paskibraka santri bergerak presisi. Lantunan paduan suara menggetarkan alun-alun. Pembacaan Pancasila lantang dan berwibawa.
Penampilan mereka adalah tamparan bagi yang menganggap santri hanya di balik dinding pesantren. Hari ini, di Malingping, mereka membuktikan: Santri bisa memimpin, santri bisa disiplin, santri adalah garda terdepan cinta Tanah Air.
LEBIH DARI SEREMONI
HSN 2026 di Malingping menjadi alarm keras: peran santri tidak akan pernah selesai.
Mereka bukan hanya penjaga moral dan spiritual. Di era disrupsi, santri dituntut menjadi problem solver – lewat pendidikan, pengabdian, dan karya nyata untuk mengantarkan Indonesia ke gerbang Indonesia Emas 2045.
Upacara ditutup dengan doa bersama yang khusyuk dan foto bersama. Tapi pesannya tidak selesai di lapangan. Pesan itu pulang bersama setiap santri: Negeri ini kuat karena santrinya kuat.
Dari Malingping, untuk Indonesia Emas. (Iwan H)






