Masa Tenang Dimulai, Darman Sah Alam Ajak Warga Pantai Mekar Cermati Rekam Jejak Calon

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Tiga hari sebelum suara warga Pantai Mekar menentukan siapa yang akan memimpin desa untuk periode mendatang, calon Kepala Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Darman Sah Alam, mengajak masyarakat menggunakan masa tenang untuk berpikir jernih.

Bagi Darman, Pilkades bukan sekadar datang ke tempat pemungutan suara, mencoblos, lalu pulang. Di balik satu suara, menurut dia, terdapat keputusan masyarakat mengenai arah pembangunan dan pelayanan desa dalam beberapa tahun ke depan.

Pesan itu disampaikan Darman pada Kamis (17/9/2026), ketika tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi memasuki masa tenang menjelang pemungutan suara pada Minggu, 20 September 2026.

Darman meminta warga Pantai Mekar tidak terburu-buru menentukan pilihan. Ia mengajak masyarakat mencermati rekam jejak, pengalaman, kemampuan, visi, serta keberanian masing-masing calon dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Jangan asal pilih. Jangan sia-siakan waktu berpikir mencari figur,” ujar Darman.

Menurutnya, pemimpin desa tidak cukup hanya mengandalkan popularitas. Kepala desa membutuhkan kemampuan memahami persoalan masyarakat sekaligus keberanian mengambil keputusan dan menjalankan amanah pemerintahan desa.

Darman: Kepemimpinan Harus Punya Kompetensi

Dalam seruannya kepada masyarakat, Darman juga mengangkat pesan keagamaan mengenai pentingnya menyerahkan sebuah tanggung jawab kepada orang yang memiliki kemampuan.

Ia mengutip hadis yang secara umum dipahami sebagai peringatan tentang konsekuensi ketika suatu urusan diserahkan kepada pihak yang tidak memiliki kompetensi.

“Jika suatu jabatan diserahkan kepada yang tidak mengerti apa-apa, maka tunggulah kehancuran,” ujar Darman.

Darman menyebut pesan tersebut sebagai pengingat bahwa kepemimpinan membutuhkan pengetahuan, pengalaman, integritas, keberanian, sekaligus rasa tanggung jawab.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menilai para calon berdasarkan hal-hal yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata berdasarkan janji maupun informasi yang belum jelas.

“Semoga warga cerdas dalam menilainya, karena warga cerdas lebih mengutamakan kepentingan bersama,” katanya.

Nomor 3 dan Gagasan Perubahan

Dalam pernyataan politiknya sebagai calon, Darman juga menegaskan nomor urut 3 sebagai pilihan yang ia perjuangkan.

Ia mengaitkan nomor tersebut dengan gagasan perubahan, pembangunan di berbagai bidang, keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta peningkatan pelayanan kepada warga.

“Jika ingin perubahan, pembangunan di segala bidang dan berani untuk rakyat, nomor 3 pilihannya,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pesan Darman kepada masyarakat menjelang berakhirnya masa kampanye dan memasuki hari pemungutan suara.

Sebelumnya, Darman juga telah menyampaikan gagasan mengenai pembangunan dan masa depan Desa Pantai Mekar.

Dalam pemberitaan sebelumnya, ia menekankan bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan dan Harapan Warga

Seruan Darman mendapat respons dari sejumlah warga. Salah satunya Anah yang menyampaikan dukungan melalui pesan singkat.

“Insyaallah siap, Pak Lurah,” tulis Anah.

Darman kemudian menyampaikan apresiasi sekaligus mengajak masyarakat tetap menggunakan pertimbangan objektif dalam menentukan pilihan.

“Semoga saudara kita yang lain sadar dan berpikir objektif, karena banyak hal yang perlu dibenahi untuk delapan tahun ke depan yang sangat diperlukan hadirnya pemimpin yang berani untuk rakyat,” ujarnya.

Dukungan lain disampaikan Rizky Meidiansyah, seorang lawyer, yang berharap proses demokrasi di Pantai Mekar dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan perubahan bagi desa.

“Dengan memilih Darman Sah Alam adalah langkah awal perubahan Desa Pantai Mekar yang lebih baik, maju desanya, sejahtera warganya,” ujar Rizky.

Masa Tenang, Warga Menentukan Pilihan

Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya menyebut Pilkades tahun ini digelar serentak di 154 desa.

Menjelang pemungutan suara, pemerintah daerah juga terus mengingatkan seluruh pihak agar menjaga keamanan, ketertiban dan persaudaraan. Perbedaan pilihan dinilai sebagai bagian dari proses demokrasi yang tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan sosial masyarakat.

Bagi warga Pantai Mekar, masa tenang menjadi kesempatan untuk mencermati kembali visi, program, rekam jejak dan kapasitas seluruh calon sebelum memberikan suara sesuai pilihan masing-masing.

Di tengah perbedaan pilihan, satu hal tetap menjadi kepentingan bersama: menjaga Pantai Mekar tetap aman, damai dan bersaudara setelah pencoblosan usai.

“Ingat, 20 September 2026,” demikian pesan penutup Darman kepada warga.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *