BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Menjelang pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, calon Kepala Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Darman Sah Alam, mengajak masyarakat kembali melihat perjalanan pembangunan desa melalui rekam jejak dan karya yang pernah dilakukan pada masa kepemimpinannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Darman pada Rabu (16/9/2026), empat hari menjelang pemungutan suara Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026). Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya menyebut Pilkades serentak 2026 akan berlangsung di 154 desa.
Dengan mengusung pesan “Melawan Lupa”, Darman menyebut sejumlah pembangunan dan program yang menurutnya pernah dilakukan ketika memimpin Desa Pantai Mekar.
“Melawan lupa. Rekam jejak dan karya nyata era kepemimpinan Kepala Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Darman Sah Alam, yang menjadi kebanggaan warga Desa Pantai Mekar dan diakui hingga tingkat nasional,” demikian pernyataan Darman.
Ia kemudian memaparkan sejumlah pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat hingga program pemberdayaan ekonomi yang disebutnya menjadi bagian dari perjalanan Desa Pantai Mekar.
Di bidang infrastruktur, Darman menyebut pembangunan Puskesmas rawat inap, kantor desa, aula desa, jalan Pemda, PAUD/TK, sekolah rakyat, jaling dan laning, serta pembangunan pariwisata.
Ia juga menyebut pembangunan turap penahan banjir di Solokan Gatet sepanjang 460 meter sebagai salah satu bagian dari upaya menghadapi persoalan lingkungan dan banjir yang dihadapi masyarakat.
Tak hanya pembangunan fisik, Darman juga menyoroti program pemberdayaan masyarakat. Di antaranya pembinaan Karang Taruna, UKM, nelayan, pertanian, serta kelompok usaha bersama.
Menurutnya, pembinaan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membuka ruang bagi berkembangnya aktivitas ekonomi warga.
“Pembinaan Karang Taruna desa juara hingga tingkat provinsi, pembinaan UKM, nelayan, pertanian dan kelompok usaha bersama,” kata Darman dalam pernyataannya.
Darman juga memasukkan sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan dalam daftar rekam jejak yang ia sampaikan, seperti acara Nadran setiap tahun, peringatan HUT Kemerdekaan, pendampingan hukum bagi warga, pendampingan kesehatan, Raskin, Rutilahu, serta tanggap bencana banjir.
Sementara di bidang administrasi pertanahan, ia menyebut adanya program Prona atau sertifikat tanah gratis pada 2015 dan 2017. Darman juga mencatat pelatihan bagi ibu-ibu dalam bidang pengolahan ikan pada 2017.
Bukan Sekadar Menoleh ke Masa Lalu
Bagi Darman, mengingat kembali program masa lalu bukan sekadar bernostalgia. Ia ingin rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pertimbangan masyarakat dalam melihat arah pembangunan Desa Pantai Mekar ke depan.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga mencatat Darman sebagai calon Kepala Desa Pantai Mekar nomor urut 3 dan mengangkat gagasan pembangunan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Dalam pernyataannya kali ini, Darman sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan pemberian uang menjelang pencoblosan sebagai ukuran dalam menentukan pilihan.
Ia menyampaikan kritik terhadap praktik politik uang dan meminta masyarakat mempertimbangkan gagasan serta program pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon.
“Jangan ikut-ikutan yang lain kalau kita tawarkan gagasan untuk memajukan ekonomi desa, bukan menawarkan iming-iming uang malam H yang ujungnya menyengsarakan rakyat,” tegasnya.
Darman mengatakan, dirinya memilih untuk mengedepankan gagasan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi dibandingkan pemberian sesaat kepada masyarakat.
“Biarkan calon lain memberikan contoh yang tidak baik dengan membayar suara rakyat. Tidak dengan saya dan kita yang sama-sama dengan rakyat berjuang untuk masa depan dan kemajuan ekonomi warga Desa Pantai Mekar,” ujarnya.
Empat Hari Menuju Pencoblosan
Pilkades Pantai Mekar kini memasuki tahapan akhir. Empat hari lagi, warga akan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan kepala desa periode 2026–2034.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menetapkan pelaksanaan Pilkades Serentak pada Minggu, 20 September 2026, dengan pemilihan berlangsung di 154 desa. Pemkab Bekasi juga menekankan pentingnya pelaksanaan pemilihan yang aman, tertib, transparan dan kondusif.
Di tengah semakin dekatnya hari pencoblosan, Darman kembali menyerukan persatuan masyarakat Pantai Mekar.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Ayo kita berjuang,” serunya.
Ia berharap masyarakat dapat melihat perjalanan pembangunan desa secara utuh dan menjadikan Pilkades sebagai momentum untuk menentukan arah masa depan Pantai Mekar.
Bagi Darman, pembangunan desa tidak berhenti pada siapa yang duduk di kursi kepala desa. Lebih jauh, ia menempatkan pembangunan ekonomi, pelayanan publik, infrastruktur dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai bagian dari perjuangan yang harus dilanjutkan.[]
