BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Di tengah geliat menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi, sebuah gagasan ekonomi rakyat mencuat dari Desa Panti Mekar, Kecamatan Muaragembong.
Calon Kepala Desa Panti Mekar periode 2026–2034, Darman Sah Alam, menawarkan konsep pemberdayaan ekonomi yang menempatkan permodalan usaha masyarakat sebagai salah satu prioritas utama.
Bukan sekadar membangun infrastruktur, Darman membawa narasi bahwa desa harus mampu menciptakan ruang ekonomi bagi masyarakatnya—mulai dari nelayan, petani, pedagang, pelaku UMKM, pengusaha mikro hingga masyarakat yang memiliki berbagai profesi.
Salah satu program yang ditawarkan adalah rencana penyediaan pinjaman permodalan hingga Rp2 miliar per tahun atau Rp16 miliar selama satu periode, yang menurut Darman dirancang tanpa agunan dan tanpa bunga.
Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Drs. Ruslan Roy, MM, praktisi dan pelaku pemberdayaan agribisnis yang memiliki pengalaman panjang dalam membina petani melalui pola kemitraan.
Bagi Ruslan, penguatan ekonomi masyarakat akan menjadi lebih berarti apabila potensi lokal desa dapat dipadukan dengan akses permodalan, pendampingan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha.
Pengalaman Ruslan sendiri tidak bisa dilepaskan dari dunia agribisnis. Ia dikenal sebagai pimpinan PT Daya Petani Indonesia (DAPETIN) yang membina petani belut melalui pola kemitraan budi daya belut terpadu dan berkesinambungan di berbagai daerah Indonesia.
Jejaknya di dunia agribisnis bermula sejak selepas SMA ketika dirinya mulai mengamati perilaku belut di Bogor dan sekitarnya.
Ketertarikan yang awalnya berangkat dari rasa ingin tahu itu berkembang menjadi perjalanan panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar master pada awal 1987, Ruslan kembali aktif menekuni budi daya belut.
Kini, pengalamannya dalam bidang agribisnis dan pemberdayaan petani telah menjangkau sejumlah wilayah di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Ruslan juga pernah tampil dalam talk show TVRI untuk membahas prospek agribisnis budi daya belut. Kiprahnya di bidang kewirausahaan turut mengantarkannya memperoleh penghargaan dalam ajang The Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2006 serta Profesi Award 2006 dari Citra Profesi Indonesia, DKI Jakarta.
Melawan Kemiskinan dari Desa
Di Panti Mekar, Darman mencoba membawa semangat serupa dalam konteks pembangunan desa.
Ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian serius seorang kepala desa.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki usaha jangan sampai berhenti berkembang hanya karena persoalan modal.
“Musuh kita adalah kemiskinan,” tegas Darman, Sabtu (5/9/2026).
Ia menyampaikan, apabila mendapat amanah masyarakat, dirinya ingin menghadirkan skema permodalan yang dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
“Dengan pengalaman dan keilmuan saya, jika saya terpilih, saya ingin memastikan masyarakat Desa Panti Mekar dapat terbantu dalam permodalan usaha. Tujuannya agar masyarakat tidak tercekik persoalan modal dan dapat mengembangkan usaha secara lebih mandiri,” ujarnya.
Bagi Darman, pemberdayaan ekonomi bukan hanya persoalan memberikan modal. Program tersebut, menurut dia, harus berjalan bersama pembinaan, pengembangan potensi desa dan pemahaman terhadap regulasi pemerintahan desa.
Potensi Nelayan, Pertanian dan Pariwisata
Darman juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Panti Mekar.
Karakter wilayah pesisir dan kehidupan masyarakat yang bersentuhan dengan sektor nelayan, pertanian dan perikanan dinilai dapat menjadi modal penting untuk membangun ekonomi desa.
Sektor pariwisata juga disebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Konsepnya adalah potensi lokal menjadi kekuatan lokal.
Masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi didorong menjadi pelaku utama dalam menggerakkan perekonomian desa.
Darman menilai, pengembangan potensi tersebut harus dilakukan dengan tetap memahami substansi regulasi tentang desa, termasuk ketentuan mengenai sumber dan pengelolaan keuangan desa.
Ia juga menekankan pentingnya penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan, perlindungan dan pengayoman masyarakat.
“Tujuan utama negara adalah mensejahterakan warganya serta melayani, melindungi dan mengayomi agar terciptanya keamanan dan kenyamanan,” katanya.
Dari Gagasan Menuju Perubahan
Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Bekasi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.
Bagi Darman, momentum Pilkades bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan desa. Lebih dari itu, pesta demokrasi tersebut harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memilih gagasan terbaik mengenai masa depan Panti Mekar.
Ia menawarkan visi Panti Mekar maju, mandiri, adil dan sejahtera, dengan pembangunan ekonomi masyarakat sebagai salah satu fondasinya.
Program permodalan yang ditawarkan pun menjadi bagian dari gagasan tersebut.
Namun, di balik angka Rp16 miliar yang digaungkan, terdapat pesan yang lebih besar: bagaimana masyarakat desa memiliki kesempatan untuk berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri.
Darman ingin nelayan dapat mengembangkan usahanya, petani memiliki akses untuk meningkatkan produksi, pedagang mampu memperbesar usahanya, dan pelaku UMKM tidak lagi mudah tersandera keterbatasan modal.
“Jika ingin terbukti, ayo datang ke TPS pada 20 September,” ajaknya kepada masyarakat Panti Mekar.
Kini, keputusan berada di tangan masyarakat.
Pada 20 September 2026, warga Desa Panti Mekar akan menentukan arah kepemimpinan desa untuk periode 2026–2034.
Dari desa, perjuangan melawan kemiskinan dimulai. Dari potensi rakyat, harapan kesejahteraan dibangun.[*]
