BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi mulai memasuki fase penting.
Di Desa Panti Mekar, Kecamatan Muaragembong, gagasan tentang masa depan desa menjadi salah satu perhatian menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.
Calon Kepala Desa Panti Mekar periode 2026–2034, Darman Sah Alam, membawa gagasan perubahan dengan menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan perang melawan kemiskinan sebagai salah satu agenda utama.
Tidak sekadar berbicara mengenai kepemimpinan, Darman Sah Alam menawarkan konsep penguatan ekonomi warga melalui program permodalan yang disebut mencapai Rp2 miliar per tahun.
Gagasan tersebut diarahkan untuk membuka ruang lebih besar bagi masyarakat agar mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong Panti Mekar menjadi desa yang semakin mandiri.
Bagi Darman Sah Alam, pembangunan desa tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Kemajuan harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, kesempatan berusaha, serta keberpihakan terhadap warga yang membutuhkan.
Semangat itu sejalan dengan visi yang digaungkan tim pemenangan, yakni menghadirkan kepemimpinan yang gagah, berwibawa, tegas dan mampu membawa Desa Panti Mekar menjadi desa yang mandiri, adil dan sejahtera.
“Berdirinya seorang pemimpin yang gagah dan berwibawa untuk mewujudkan Desa Panti Mekar yang mandiri, adil dan sejahtera,” ujar Supendi Permana Putra, Tim Pemenangan Darman Sah Alam, Sabtu (5/9/2026).
Kepemimpinan Tegas dan Bijak
Dukungan terhadap gagasan tersebut juga disampaikan Kadus Sufi, bagian dari Tim Pemenangan Darman Sah Alam.
Menurutnya, Panti Mekar membutuhkan sosok pemimpin yang mempunyai ketegasan sekaligus kebijaksanaan dalam mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat.
Ia menilai karakter tersebut diperlukan agar Panti Mekar mampu berkembang menjadi desa yang memiliki peran strategis sebagai kawasan perkotaan di wilayah Kecamatan Muaragembong.
“Setuju demi kemajuan Desa Panti Mekar sebagai desa kota kecamatan. Sosok yang tegas dan bijak itu dimiliki oleh seorang yang berwibawa. Calon Kepala Desa Panti Mekar, Darman Sah Alam, lah yang tepat memimpin Desa Panti Mekar,” ujarnya.
Menurutnya, kepemimpinan desa harus mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dan menjadikan kepentingan warga sebagai landasan utama dalam menjalankan pemerintahan desa.
Rapatkan Barisan, Jangan Salah Pilih
Sementara itu, Sarman alias Jack, Tim Pemenangan Darman Sah Alam, menyerukan agar seluruh tim dan relawan merapatkan barisan menghadapi Pilkades 2026.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa masa jabatan kepala desa merupakan periode panjang yang akan menentukan arah pembangunan dan kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun.
“Rapatkan barisan untuk kemenangan Pak Darman Sah Alam. Delapan tahun ke depan adalah waktu yang sangat lama dan akan berakibat kepada masyarakat, baik buruknya seorang pemimpin,” tegas Sarman.
Ia juga mengajak masyarakat agar menjadikan Pilkades sebagai momentum menentukan masa depan desa, bukan semata-mata berdasarkan kepentingan sesaat.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan pembangunan dan kemajuan Desa Panti Mekar.
“Jangan salah pilih. Berikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pemimpin yang benar-benar peduli terhadap keberlangsungan dan kemajuan Desa Panti Mekar,” katanya.
Sarman menekankan bahwa pilihan politik masyarakat pada akhirnya akan berpengaruh terhadap arah pembangunan desa.
Ia pun mengajak seluruh tim untuk menjaga semangat perjuangan dengan tetap mengedepankan ketulusan, persatuan dan kepentingan masyarakat.
“Semoga niat dan ketulusan untuk menuju perubahan Desa Panti Mekar yang lebih baik dimudahkan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Perubahan Harus Dirasakan Rakyat
Sementara itu, Darman Sah Alam menegaskan bahwa pembangunan Panti Mekar ke depan harus diarahkan pada upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gagasan permodalan Rp2 miliar per tahun menjadi bagian dari tawaran program yang diharapkan dapat mendorong geliat ekonomi masyarakat apabila dirinya mendapat amanah memimpin Panti Mekar.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi warga, terutama dalam mengembangkan usaha produktif dan membuka peluang ekonomi baru.
Bagi Darman, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki infrastruktur baik, tetapi juga desa yang masyarakatnya memiliki kemampuan ekonomi, kesempatan berkembang dan masa depan yang lebih pasti.
Semangat tersebut menjadi pesan utama yang dibawa dalam perjuangannya menuju Pilkades Panti Mekar 2026: melawan kemiskinan, memperkuat ekonomi rakyat dan membangun desa dengan keberpihakan kepada masyarakat.
Kini, keputusan berada di tangan masyarakat Panti Mekar.
Pada 20 September 2026, warga akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin desa untuk periode 2026–2034.
Bagi para pendukung Darman Sah Alam, momentum tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan kesempatan untuk mendorong lahirnya perubahan yang mereka yakini dapat membawa Panti Mekar menuju masa depan yang lebih mandiri, adil dan sejahtera.[*]
