BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Di tengah menghangatnya kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangasih 2026, isu transparansi pengelolaan Tanah Bengkok dan Tanah Kas Desa mulai menjadi perhatian masyarakat.
Aset yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber ekonomi desa dinilai perlu dikelola secara terbuka agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga.
Isu tersebut menjadi salah satu fokus yang disampaikan bakal calon Kepala Desa Karangasih, Rudi Rochman, saat bersilaturahmi dan berdialog dengan warga Korte RT 02, Kecamatan Cikarang Utara, Sabtu (11/7/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, Rudi memaparkan gagasannya tentang pentingnya membangun pemerintahan desa yang menjunjung tinggi keterbukaan, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Menurutnya, tata kelola aset desa yang baik merupakan fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan.
“Tanah Bengkok dan Tanah Kas Desa bukan sekadar aset pemerintahan, tetapi merupakan kekayaan desa yang harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Rudi.
Ia menilai keterbukaan dalam pengelolaan aset desa akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa sekaligus memperkuat pengawasan publik.
“Saya mendengar berbagai aspirasi masyarakat mengenai perlunya transparansi dalam pengelolaan aset desa. Ke depan, seluruh prosesnya harus terbuka sehingga masyarakat mengetahui bagaimana aset itu dikelola dan bagaimana hasilnya dimanfaatkan,” katanya.
Menurut Rudi, pendapatan yang diperoleh dari Tanah Bengkok maupun Tanah Kas Desa seharusnya mampu menjadi salah satu penopang pembangunan desa.
Ia menyebut hasil pengelolaan aset desa dapat diarahkan untuk pembangunan jalan lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, bantuan pendidikan, pemberdayaan pelaku UMKM, penguatan kegiatan kepemudaan, hingga program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Pengelolaan aset desa harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada ruang bagi pengelolaan yang tertutup, karena manfaatnya adalah hak seluruh masyarakat desa,” tegasnya.
Dialog yang berlangsung interaktif itu juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai harapan terkait pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rudi menegaskan, apabila memperoleh amanah memimpin Desa Karangasih, salah satu langkah yang akan menjadi prioritas adalah memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan aset desa.
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama yang semakin mempererat hubungan antara warga dan tim pemenangan.
“Alhamdulillah sosialisasi berjalan lancar dan penuh hikmah. Terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir. Semoga silaturahmi ini menjadi awal kebersamaan untuk membangun Karangasih yang lebih maju, bersih, dan sejahtera,” tutur Rudi.
Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Rudi Rochman, Efendi Subandono, mengajak seluruh relawan untuk terus menjaga semangat perjuangan dengan mengedepankan persatuan dan nilai-nilai demokrasi yang sehat.
“Bismillah. Semua adalah skenario dan kehendak Allah SWT. Alhamdulillah kita tetap bersyukur atas segala nikmat-Nya. Semoga ikhtiar ini membawa Desa Karangasih menuju perubahan yang lebih baik bersama Rudi Rochman,” ujarnya.
Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Bekasi akan digelar pada 20 September 2026.
Bagi masyarakat Karangasih, pesta demokrasi tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan arah pembangunan desa melalui kepemimpinan yang dinilai mampu mewujudkan pemerintahan yang terbuka, profesional, dan berpihak kepada kepentingan warga. [*]
