BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Menjelang pesta demokrasi tingkat desa, suasana politik di Desa Karangasih mulai bergerak dinamis.
Banner dan spanduk memang mulai menghiasi sejumlah sudut jalan, namun di balik itu ada pendekatan yang dinilai lebih bermakna: hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, dan membangun kedekatan tanpa sekat.
Itulah langkah yang ditempuh bakal calon Kepala Desa Karangasih periode 2026–2034, Rudi Rochman, saat menggelar rangkaian silaturahmi dan sosialisasi di berbagai wilayah Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Jumat (10/7/2026).
Mengusung semangat “Perubahan Nyata untuk Desa Karangasih”, Rudi Rochman memilih menjadikan dialog sebagai jembatan utama membangun kepercayaan masyarakat. Baginya, pembangunan desa yang baik harus diawali dengan mendengar, bukan sekadar berbicara.
Salah satu agenda berlangsung di kediaman seorang tokoh masyarakat di Perumahan Kebon Kopi RT 06 RW 06.
Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan, warga berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pembangunan lingkungan, pelayanan publik, hingga harapan terhadap pemerintahan desa di masa mendatang.
Silaturahmi itu kemudian berlanjut ke Gang Kelinci, Pilar Barat, tepatnya di kediaman almarhum H. Otong.
Kehadiran Rudi Rochman kembali disambut hangat oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Bagi Rudi Rochman, setiap pertemuan dengan warga bukan sekadar bagian dari agenda sosialisasi, melainkan kesempatan untuk memahami kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.
“Alhamdulillah, silaturahmi berjalan lancar dan penuh keberkahan. Semoga ikhtiar ini mendapat ridha Allah SWT dan menjadi jalan untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi Desa Karangasih. Bersama kita bisa. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin,” ujar Rudi Rochman.
Di waktu yang sama, tim relawan juga bergerak memperluas jangkauan sosialisasi melalui pemasangan banner dan spanduk di sejumlah titik strategis.
Kawasan Perumahan Puri Cikarang Hijau menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan karena dinilai memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga efektif untuk memperkenalkan visi dan semangat perubahan kepada warga.
Relawan Rudi Rochman, Edi Suedi, menilai kombinasi antara komunikasi langsung dan media sosialisasi menjadi strategi yang mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Ini merupakan gebrakan yang bagus. Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui pemasangan banner dan spanduk, tetapi juga dengan turun langsung bertemu masyarakat. Cara seperti ini membuat warga lebih mengenal sosok calon sekaligus memahami visi dan program yang ditawarkan,” katanya.
Ia pun mengingatkan seluruh relawan agar tetap menjaga semangat perjuangan hingga hari pemungutan suara.
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Tatap ke depan, maju terus, pantang mundur selama musuhmu bukan Tuhan, malaikat, dan kedua orang tua. Sukses selalu,” ujarnya.
Optimisme juga datang dari relawan lainnya, Hadi Gobang. Menurutnya, dukungan masyarakat yang terus bertambah menjadi motivasi bagi seluruh tim pemenangan untuk bekerja lebih keras.
“Alhamdulillah, semakin banyak masyarakat yang memberikan dukungan. Hal ini membuat kami semakin yakin meraih kemenangan. Semangat terus para pejuang tim pemenangan Bapak Rudi Rochman,” katanya.
Hadi menambahkan, perjuangan yang dilakukan tim bukan hanya diwujudkan melalui aktivitas sosialisasi, tetapi juga dibarengi dengan doa yang terus dipanjatkan.
“Doa yang tak pernah kurang setiap saat selalu saya panjatkan. Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah perjuangan ini dan memberikan amanah kepada Bapak Rudi Rochman untuk menjadi Kepala Desa Karangasih. Semoga beliau mampu membawa desa ini menjadi lebih maju, bersih, sejahtera, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi yang akan digelar pada 20 September 2026 dipandang sebagai momentum penting bagi masyarakat Desa Karangasih dalam menentukan arah pembangunan desa untuk enam tahun ke depan.
Di tengah semakin intensnya aktivitas sosialisasi para bakal calon, pendekatan yang mengedepankan dialog dan kedekatan dengan warga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat.
Pada akhirnya, Pilkades bukan hanya soal meraih suara terbanyak, tetapi juga tentang membangun kepercayaan.
Sebab dari setiap pintu rumah yang diketuk, setiap tangan yang disalami, dan setiap aspirasi yang didengar, lahir harapan baru akan hadirnya pemimpin desa yang mampu membawa Karangasih menuju masa depan yang lebih maju, bersih, dan sejahtera. (Red)
