LEBAK, MEDIAGANAS.ID — Tujuh gol tanpa balas menjadi cara Taruna Cisonggom United (TCU) menjawab keraguan yang selama ini melekat.
Bertandang ke Lapangan Bolang (Bocis), Malingping, Kabupaten Lebak, Selasa (29/9/2026), TCU tampil menggila dan menghancurkan tuan rumah PS Malingping dengan skor telak 7-0.
Sejak menit awal, Laskar Cisonggom langsung menunjukkan agresivitasnya. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan PS Malingping hingga membuat lini belakang tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
Kemenangan besar tersebut sekaligus menjadi sinyal kebangkitan TCU pada musim 2026.
Tim yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata dan dianggap hanya sebagai pelengkap turnamen itu kini menunjukkan bahwa mereka datang dengan ambisi berbeda.
Tujuh gol yang bersarang di gawang PS Malingping menjadi bukti bahwa TCU bukan sekadar numpang lewat dalam persaingan sepak bola di wilayah Malingping dan Lebak Selatan.
Lebih menarik lagi, laga tersebut menjadi debut manis rekrutan anyar TCU, Muhammad Alhaji alias El Hadji, striker asal Senegal yang sebelumnya diperkenalkan manajemen sebagai salah satu amunisi baru Laskar Cisonggom musim 2026.
Kehadiran El Hadji memberikan warna tersendiri bagi permainan TCU. Perpaduan pemain lokal Cisonggom yang dikenal militan dengan kecepatan dan kekuatan fisik pemain asal Senegal itu membuat serangan TCU semakin agresif.
Permainan terbuka yang diperagakan kedua tim juga membuat pertandingan berlangsung atraktif.
Dukungan penonton yang memadati lapangan semakin menambah atmosfer pertandingan.
Bagi TCU, kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil 7-0 menjadi momentum untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menunjukkan keseriusan tim menghadapi kompetisi musim 2026.
Pelatih sekaligus bagian dari manajemen TCU, Ade Kucay, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain.
“Alhamdulillah, pertama saya ucapkan terima kasih untuk semua pemain yang sudah kerja keras luar biasa hari ini. Skor 7-0 melawan PS Malingping bukan kebetulan, ini hasil dari latihan keras, disiplin, dan kekompakan tim.”
Ade mengatakan, sebelum pertandingan dirinya meminta para pemain tampil berani dan tidak gentar menghadapi tuan rumah.
“Saya bilang ke anak-anak sebelum pertandingan, kita datang bukan untuk disegani, kita datang untuk menerkam. Jangan kasih ampun. Dan mereka buktikan.”
Menurutnya, kehadiran El Hadji dan pemain anyar lainnya memberikan energi positif bagi skuad TCU. Namun, kemenangan besar tersebut tidak boleh membuat para pemain terlena.
“Kehadiran El Hadji dan kawan-kawan sangat membantu. Dia bukan hanya pemain luar, tapi dia jadi motivasi buat pemain lokal kita. Dia tunjukkan mental juara.”
Ade menegaskan perjalanan TCU masih panjang. Karena itu, ia meminta seluruh pemain tetap fokus dan tidak larut dalam euforia kemenangan.
“Kemenangan 7-0 ini baru awal. Perjalanan masih panjang. Kami tidak akan jumawa. Kami akan tetap membumi dan terus tunjukkan taring kami di setiap laga. Taruna Cisonggom bukan lagi tim yang bisa dianggap sepele! Laskar Cisonggom menyala!”
Dukungan juga datang dari jajaran Karang Taruna Kadujajar yang menaungi TCU.
Ondon menyebut kemenangan telak atas PS Malingping menjadi kebanggaan sekaligus kado bagi masyarakat Cisonggom.
“Kami dari Karang Taruna Kadujajar menyatakan sangat bangga dan terharu. Kemenangan 7-0 atas PS Malingping ini adalah kado untuk seluruh warga Cisonggom yang selalu setia mendukung kami.”
Ia mengatakan, kemenangan tersebut menjadi jawaban atas anggapan bahwa TCU hanyalah tim kecil dan pelengkap dalam turnamen.
“Sudah lama Taruna Cisonggom dianggap tim kecil, tim pelengkap. Hari ini kami jawab semua keraguan itu dengan tujuh gol tanpa balas di kandang lawan. Ini bukti kalau kami serius membangun tim musim 2026 ini.”
Menurut Ondon, keputusan mendatangkan El Hadji dan pemain lainnya merupakan bagian dari upaya memperkuat skuad sekaligus membangun kebersamaan.
“Mendatangkan El Hadji dan kawan-kawan adalah langkah tepat. Dia cepat menyatu dengan tim dan warga. Kami tidak hanya mendatangkan pemain, kami mendatangkan keluarga baru untuk Cisonggom.”
Ia pun memberikan apresiasi kepada para suporter yang hadir langsung memberikan dukungan.
“Untuk suporter, terima kasih sudah datang dan bikin stadion bergemuruh. Kemenangan ini milik kalian. Jangan berhenti support kami. Kami butuh kalian di laga selanjutnya.”
Kemenangan 7-0 di Malingping menjadi modal penting bagi TCU untuk menatap pertandingan berikutnya.
Semangat kebangkitan yang ditunjukkan di lapangan kini menjadi energi baru bagi tim kebanggaan masyarakat Cisonggom.
Pesannya jelas: TCU datang bukan untuk menjadi pelengkap.
Taring Laskar Cisonggom telah kembali. (Ridwan Habibi)
