Persoalan Ijazah Anak Warga Karangasih Mendapat Pendampingan, Efendi: Masa Depan Mereka Harus Diperjuangkan

 

BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Persoalan ijazah yang dihadapi sejumlah anak warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mendapat perhatian dari Sekretaris Tim Pemenangan Rudi Rochman, Efendi Subandono.

Bagi Efendi, persoalan ijazah tidak sekadar menyangkut dokumen administrasi pendidikan. Di balik selembar ijazah terdapat harapan anak untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan, serta membangun masa depan yang lebih baik.

Karena itu, Efendi menyatakan kesiapannya untuk ikut mendampingi warga dan membantu mencari jalan keluar sesuai kapasitas serta kewenangannya.

“Bismillah. Proses pendampingan anak-anak warga Desa Karangasih terkait masalah ijazah. Insyaallah semua ada jalannya, atas skenario dan kehendak Allah SWT,” ujar Efendi Subandono, Jumat (21/8/2026).

Ijazah Menyangkut Masa Depan Anak

Efendi menilai persoalan pendidikan yang menyentuh masa depan anak perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Menurutnya, ijazah dapat menjadi dokumen penting bagi seorang anak untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Ketika dokumen tersebut mengalami persoalan, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh anak dan keluarganya.

“Bersama kita atasi,” kata Efendi, menegaskan semangat pendampingan yang ingin dibangun bersama masyarakat.

Ia berharap komunikasi antara warga dan pihak-pihak terkait dapat terus dilakukan sehingga persoalan yang ada dapat ditemukan jalan keluarnya secara baik, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Pendidikan Bukan Sekadar Urusan Administrasi

Persoalan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur.

Pendidikan, pelayanan publik, persoalan sosial, serta kesejahteraan masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Efendi mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk ketika warga membutuhkan pendampingan dalam menghadapi persoalan yang menyangkut masa depan anak-anak mereka.

“Bersama kita bisa, bersama kita atasi,” ujarnya.

Semangat Membangun Karangasih yang Lebih Peduli

Kepedulian terhadap persoalan pendidikan tersebut sejalan dengan gagasan “Karangasih Bahagia” yang digaungkan Calon Kepala Desa Karangasih, Rudi Rochman.

Semangat tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan desa.

Perubahan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mendapatkan perhatian, pelayanan dan ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Bagi Efendi, membangun desa berarti bersedia turun ke tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi dan ikut mencari solusi atas persoalan yang muncul.

Mengaku Dekat dengan Masyarakat

Selain sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Rudi Rochman, Efendi Subandono juga aktif dalam sejumlah kegiatan kemasyarakatan. Ia dikenal sebagai Ketua JPKP Kabupaten Bekasi, Korwil Media Newsbidik Jabar, sekaligus Ketua KIM PG Kabupaten Bekasi.

Sebutan “Wong Ndeso” yang kerap ia gunakan menjadi simbol kedekatannya dengan masyarakat akar rumput.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat bukan hanya hadir dalam berbagai kegiatan, tetapi juga bersedia mendengar ketika warga menghadapi persoalan.

Masa Depan Anak Adalah Masa Depan Desa

Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting bagi kemajuan sebuah desa. Anak-anak yang tumbuh dan belajar hari ini merupakan generasi yang nantinya akan menentukan arah pembangunan Karangasih.

Karena itu, persoalan yang menyangkut pendidikan dan masa depan anak dinilai perlu menjadi perhatian bersama.

Semangat gotong royong, kepedulian sosial, komunikasi serta upaya mencari solusi menjadi modal penting untuk membangun lingkungan masyarakat yang lebih kuat.

Persoalan ijazah yang kini mendapat pendampingan di Karangasih diharapkan dapat menemukan jalan keluar yang terbaik bagi anak-anak dan keluarganya.

Sebab, bagi masyarakat, ijazah bukan sekadar selembar kertas.

Di dalamnya ada perjuangan bertahun-tahun, harapan orang tua, cita-cita seorang anak dan impian tentang masa depan.

Karangasih bukan sekadar tempat tinggal. Karangasih adalah rumah bersama. Dan masa depan anak-anak Karangasih adalah tanggung jawab bersama.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *