BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Kisah haru menyelimuti proses pencarian seorang bocah laki-laki berusia sekitar lima tahun yang sempat ditemukan sendirian di depan Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi.
Berkat kepedulian warga, gerak cepat relawan PMI, dan respons sigap aparat kepolisian, bocah tersebut akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan ibu kandungnya.
Kabar menggembirakan itu disampaikan Ketua PMI Kabupaten Bekasi, H. Akhmad Kosasih, pada Selasa (14/7/2026). Ia memastikan anak yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat kini telah kembali ke pelukan keluarganya dalam keadaan sehat dan selamat.
“Alhamdulillah, anak tersebut sudah bertemu dengan orang tuanya (ibunya) tadi di Polsek Cikarang Barat,” ujar H. Akhmad Kosasih.
Sebelumnya, bocah tersebut ditemukan seorang diri di depan Markas PMI Kabupaten Bekasi pada Senin (13/7/2026). Saat ditemukan, tidak ada orang tua maupun anggota keluarga yang mendampinginya sehingga memunculkan kekhawatiran akan keselamatannya.
Melihat kondisi tersebut, relawan PMI segera memberikan perlindungan dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Demi menjamin keamanan serta mempermudah proses pencarian keluarga, bocah itu kemudian dibawa ke Polsek Cikarang Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Secara bersamaan, PMI dan kepolisian mengajak masyarakat ikut membantu mencari keberadaan keluarga sang anak dengan menyebarluaskan informasi melalui media sosial dan berbagai grup komunikasi warga.
Upaya kolaboratif tersebut membuahkan hasil. Informasi yang masuk dari masyarakat mengarah pada identitas keluarga bocah itu hingga akhirnya ibu kandungnya berhasil ditemukan dan datang ke Polsek Cikarang Barat untuk menjemput putranya.
Pertemuan ibu dan anak itu menjadi momen penuh haru yang disambut rasa syukur oleh relawan PMI, personel kepolisian, serta masyarakat yang sejak awal ikut berpartisipasi dalam proses pencarian.
Kini, bocah tersebut dipastikan berada dalam kondisi sehat, aman, dan telah kembali bersama keluarganya.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masyarakat, relawan kemanusiaan, dan aparat kepolisian mampu menghadirkan solusi cepat dalam situasi darurat.
Di sisi lain, kejadian tersebut juga menjadi pengingat bagi para orang tua agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di tempat umum, guna mencegah peristiwa serupa terulang di masa mendatang. [*]
