Pemkab Bekasi Buka Muscab HMI 2026 Harapkan Jadi Mitra Kritis dan Solutif
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi tahun 2026. Acara yang digelar di Gedung Wibawa Mukti pada Kamis (14/5/2026) tersebut menjadi momentum krusial untuk menentukan arah perjuangan organisasi selama tiga tahun ke depan.
Plt. Bupati Bekasi yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Asep Buchori, membuka forum tersebut secara resmi.
Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa HMI memiliki peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah daerah.Tiga Peran Strategis Kader HMIPemkab Bekasi menantang kader HMI agar tidak sekadar menjadi penonton dalam fase pembangunan daerah.
Organisasi ini didorong untuk mengoptimalkan tiga fungsi utama
1. Kawal Kebijakan Memastikan kebijakan publik berpihak pada rakyat, pemuda, dan mahasiswa.
2. Jembatan Intelektual: Menghubungkan dunia akademis kampus dengan realitas sosial masyarakat.
3. Penjaga Kebangsaan: Merawat persatuan di tengah tantangan disintegrasi dan polarisasi sosial.
*Kritik Harus Solutif. dan Konstruktif*
Asep Buchori juga menyatakan bahwa pemerintah daerah berharap kepengurusan baru yang terpilih mampu membangun komunikasi yang elegan. Kritik yang dilayangkan kepada pemerintah tidak boleh asal-asalan, melainkan harus berbasis data.
“Kritik yang dilayangkan kepada pemerintah harus bersifat solutif dan berbasis data,” imbuh Asep.
Di akhir sambutan, Asep menyampaikan pesan khusus dari Plt. Bupati Bekasi. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga independensi serta integritas gerakan mahasiswa.
“Jadilah HMI yang kritis tapi tidak sinis, idealis tapi tetap membumi, dan setia pada nilai Islam dan Indonesia,” tutupnya.
Muscab ini dihadiri oleh jajaran pengurus PB HMI, Badko HMI Jawa Barat, HMI Cabang Bekasi, serta para alumni. Forum ini diharapkan melahirkan pemimpin berkarakter yang siap mengabdi demi kemajuan Kabupaten Bekasi.
(Red)
