Peredaran Obat Keras di Jalur Pantura Ciasem Kian Masif, APH Diduga “Tutup Mata” dan Bungkam ? 

Peredaran Obat Keras di Jalur Pantura Ciasem Kian Masif, APH Diduga “Tutup Mata” dan Bungkam ? 

SUBANG – Mediaganas.id

Peredaran obat-obatan terlarang golongan G jenis Tramadol dan Eksimer di wilayah hukum Kabupaten Subang, tepat nya di sepanjang Jalan Pantura Ciasem Baru, kini berada dalam taraf yang mengkhawatirkan. Ironisnya, meski praktik ilegal ini terjadi secara terang-terangan, Aparat Penegak Hukum (APH) setempat diduga memilih bungkam dan terkesan melakukan pembiaran.

Keterangan foto : Sumber tim Investigasi
Keterangan foto : Sumber tim Investigasi

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, sejumlah titik lokasi di Ciasem Baru dan Ciasem Girang telah bertransformasi menjadi “pusat transaksi” yang ramai dikunjungi pembeli.

Aktivitas ini seolah berjalan tanpa sentuhan hukum, meski lokasinya mudah dijangkau dan telah menjadi rahasia umum bagi masyarakat sekitar.

Sosok “Bos Munir” di Balik Layar

Hasil penelusuran lebih mendalam mengungkap satu nama yang diduga kuat menjadi pengendali utama bisnis haram ini. Sosok berinisial M, yang akrab disapa “Bos Munir”, disebut-sebut sebagai otak yang mengendalikan jaringan peredaran obat keras di wilayah tersebut.

Kelancaran bisnis Munir di tengah pengawasan aparat memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Keterangan foto : Sumber tim Investigasi
Keterangan foto : Sumber tim Investigasi

APH Tak Merespons, Ada Apa?

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada pihak Kepolisian, baik di tingkat Polsek Ciasem maupun Polres Subang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada respons konkret terkait tindakan tegas yang akan diambil.

Tidak adanya langkah penggerebekan atau penangkapan di titik-titik yang telah diinformasikan memperkuat dugaan publik mengenai adanya “main mata” antara pengusaha obat ilegal dengan oknum aparat.

“Kami sudah memberikan informasi dan titik koordinatnya, tapi aktivitas mereka masih tetap berjalan normal seolah kebal hukum. Ini ada apa? Kenapa polisi diam saja?”
ujar salah satu warga yang merasa resah namun enggan disebutkan identitasnya.

Keterangan foto : Sumber tim Investigasi
Keterangan foto : Sumber tim Investigasi

Sorotan Publik: Dugaan Main Mata

Sikap bungkam APH ini kini menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis di Subang. Publik mendesak agar Polda Jawa Barat turun tangan melakukan supervisi, mengingat peredaran obat keras ini mengancam masa depan generasi muda di wilayah Ciasem.

Masyarakat menanti keberanian Kapolres Subang untuk membuktikan komitmen pemberantasan narkoba dan obat-obatan terlarang tanpa pandang bulu. Jika praktik ini terus dibiarkan, citra institusi kepolisian dipertaruhkan demi kepentingan segelintir oknum yang diduga menerima upeti dari bisnis haram tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *