Akses Ekonomi Terhambat, Warga dan Petani Mekarjaya Keluhkan Kerusakan Jalan Kapuk

Akses Ekonomi Terhambat, Warga dan Petani Mekarjaya Keluhkan Kerusakan Jalan Kapuk

BEKASI – Mediaganas.id

Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kampung Cebong dan Kampung Kemurang (Jalan Kapuk) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kedungwaringin, kini sangat memprihatinkan.

Jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan akses utama bagi para petani tersebut mengalami kerusakan parah hingga menyulitkan mobilitas sehari-hari.

Kondisi Jalan Menyerupai “Kubangan”
Berdasarkan pantauan di lapangan, saat diguyur hujan, akses jalan ini berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

Lubang-lubang besar yang tertutup air sering kali menjadi jebakan bagi pengguna jalan yang melintas.

Keluhan paling berat dirasakan oleh para petani. Pasalnya, jalan ini merupakan jalur utama untuk mengangkut hasil bumi, terutama padi.

Akibat rusaknya jalan, distribusi hasil panen menjadi terhambat dan biaya logistik membengkak.
Karna (50), seorang warga sekaligus petani dari Kampung Cebong, mengungkapkan kekecewaannya.

Ia menyebut jalan tersebut sudah lama tidak tersentuh perbaikan permanen.

“Sudah lama jalan ini tidak diperbaiki secara menyeluruh. Kalau hujan, kami harus ekstra hati-hati karena lubangnya tertutup air, sering ada warga yang jatuh terpeleset,” ujar Karna pada Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan bahwa kerusakan ini berdampak langsung pada penghasilan petani.

“Hasil panen kami sulit dibawa keluar. Sopir truk pengangkut kadang tidak mau masuk kalau jalannya berlumpur seperti ini. Kalaupun mau, ongkos angkutnya jadi lebih mahal,” keluhnya.

Tanggapan Pemerintah Desa

Kepala Desa Mekarjaya, H. Apendi, saat ditemui di kediamannya menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya sudah mulai melakukan langkah perbaikan sepanjang 700 meter dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, ia mengakui adanya kendala teknis di lapangan.

“Pihak desa sudah melakukan perbaikan sepanjang 700 meter. Saat ini batu kapur sudah mulai diatur di lokasi dan rencananya akan segera diuruk dengan bescos,” kata H. Apendi.

Menurutnya, pengerjaan sempat terhambat karena faktor cuaca dan waktu perbaikan yang berbarengan dengan musim panen raya.

“Karena jalan ini satu-satunya akses, mobilitas kendaraan material jadi terganggu. Mobil material masuk lalu harus mundur lagi karena berpapasan dengan aktivitas panen.

Insya Allah minggu depan akan saya maksimalkan pengurukannya serapi mungkin,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Apendi menegaskan bahwa kewenangan untuk pengerasan jalan secara permanen ada di tangan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Untuk masalah pengerasan (beton/aspal), kita serahkan dan harapkan dari pihak Pemda,” tambahnya.

Harapan Warga

Warga Desa Mekarjaya sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar pengurukan tanah yang. sementara.

“Kami hanya ingin jalan ini layak dilalui. Ini adalah akses kunci untuk anak sekolah, warga yang sakit, dan jalur ekonomi petani. Mohon pemerintah segera memperhatikan nasib kami di desa,” tutup Karna.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *