BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar mendapatkan status sebagai abdi negara.
Di balik seragam dan jabatan yang disandang, terdapat amanah besar yang harus diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, produktivitas, dan pelayanan nyata kepada masyarakat.
Pesan tegas tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh saat menghadiri kegiatan senam bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang diikuti Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe, jajaran pejabat, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi itu tidak sekadar menjadi agenda olahraga bersama.
Momentum tersebut dimanfaatkan Prof. Zudan untuk mengingatkan para aparatur agar tidak memandang profesi ASN sebagai pekerjaan rutin semata.
Menurutnya, kesempatan menjadi ASN merupakan amanah sekaligus sesuatu yang patut disyukuri. Sebab, tidak semua masyarakat yang mengikuti proses seleksi berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengabdi sebagai aparatur negara.
“Bersyukurlah menjadi ASN Kota Bekasi. Kita berada di salah satu dari tiga kota dengan kesejahteraan terbaik di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Zudan.
Syukur Harus Dibuktikan dengan Kinerja
Prof. Zudan menekankan, rasa syukur menjadi ASN tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan. Syukur harus diwujudkan dalam bentuk kedisiplinan, tanggung jawab, loyalitas terhadap tugas, serta produktivitas yang dapat diukur.
Ia mengingatkan bahwa proses untuk menjadi ASN bukanlah sesuatu yang mudah. Dari banyak masyarakat yang mengikuti proses seleksi CPNS, hanya sebagian yang akhirnya mendapatkan kesempatan menjadi aparatur pemerintah.
“Yang mendaftar CPNS itu hanya sekitar tujuh persen. Jadi, ketika kita mendapatkan kesempatan menjadi ASN, ini harus kita syukuri,” katanya.
Menurut Prof. Zudan, ASN di Kota Bekasi juga memiliki sejumlah keunggulan dalam menjalankan tugas. Posisi Kota Bekasi yang berada di Pulau Jawa ditunjang berbagai infrastruktur, akses transportasi, fasilitas kesehatan, hingga perguruan tinggi yang relatif lengkap.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung aktivitas masyarakat maupun aparatur dalam menjalankan pekerjaan.
Namun, berbagai kemudahan tersebut, kata dia, harus dibarengi dengan tanggung jawab dan kinerja yang semakin baik.
Tiga Pesan Kepala BKN untuk ASN Kota Bekasi
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan menyampaikan tiga pesan penting yang perlu menjadi perhatian ASN Kota Bekasi dalam menerjemahkan rasa syukur menjadi pengabdian nyata.
Pertama, memenuhi kontrak kerja.
ASN harus menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk memenuhi jam kerja, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, serta menyelesaikan seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Kehadiran di tempat kerja, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penyelesaian pekerjaan.
Kedua, menjaga disiplin dan ketaatan terhadap sistem.
Prof. Zudan mengingatkan bahwa disiplin bukan hanya menjadi tanggung jawab masing-masing pegawai. Para pejabat juga memiliki kewajiban memastikan jajaran di bawahnya menjalankan sistem dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Sistem kerja yang baik tidak akan berjalan maksimal apabila kedisiplinan aparatur tidak dijaga.
Meski demikian, ketentuan tersebut tetap memperhatikan pegawai yang menjalankan pola kerja resmi seperti Work From Home (WFH) maupun Work From Anywhere (WFA).
Ketiga, mengukur produktivitas.
Menurut Prof. Zudan, setiap ASN harus mampu mengetahui capaian pekerjaannya secara berkala. Target dan kontribusi harus dapat diukur, bukan sekadar mengandalkan kehadiran.
“Ukur produktivitas kita. Setiap bulan dapat berapa, target yang masuk berapa, dan setiap bulan kewajiban negara sudah tersampaikan belum. Harus ada keseimbangan antara penghasilan yang kita terima dengan kinerja dan produktivitas kita,” tegasnya.
Jangan Hanya Hadir, Harus Memberi Hasil
Pesan Kepala BKN tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme ASN tidak semata-mata diukur dari seberapa sering seorang pegawai hadir di kantor.
Lebih dari itu, keberadaan ASN harus menghasilkan pekerjaan yang jelas, pelayanan yang semakin baik, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ASN Kota Bekasi diharapkan mampu menjadikan kedisiplinan sebagai budaya kerja, sistem sebagai pedoman, dan produktivitas sebagai ukuran keberhasilan.
Prof. Zudan berharap pesan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjalankan amanah pemerintahan secara profesional.
Pada akhirnya, menjadi ASN bukan hanya tentang menerima penghasilan dari negara. Ada tanggung jawab yang harus dikembalikan kepada negara dan masyarakat melalui kerja nyata, pelayanan terbaik, serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, status sebagai abdi negara bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah yang harus dibuktikan melalui pengabdian.[*]
