BEKASI, MEDIAGANAS.ID – Persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 Kabupaten Bekasi mulai terasa di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong.
Di tengah menghangatnya dinamika politik desa, masyarakat diingatkan agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk mengorbankan persaudaraan.
Pesan tersebut disuarakan Tim Pemenangan calon Kepala Desa Pantai Mekar, Darman Sah Alam, yang mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara cerdas, bijak, dan berdasarkan hati nurani.
Salah satu anggota Tim Pemenangan Darman Sah Alam, Kadus Sufi, mengatakan Pilkades bukan sekadar momentum untuk menentukan siapa yang akan menduduki kursi kepala desa.
Lebih jauh, pesta demokrasi tersebut menjadi kesempatan masyarakat menentukan arah pembangunan Pantai Mekar untuk beberapa tahun mendatang.
Pesan itu disampaikan Kadus Sufi, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu melihat calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, serta keberanian dalam mengambil keputusan dan memperjuangkan kepentingan warga.
“Semoga warga Desa Pantai Mekar sudah cerdas dan tidak salah menentukan pilihan. Jangan karena amplop sesaat, tetapi benar-benar memilih pemimpin yang mempunyai sikap bijak, tegas, dan berani mengambil keputusan,” ujar Kadus Sufi.
Memilih Pemimpin, Menentukan Arah Desa
Kadus Sufi menilai tantangan pembangunan desa membutuhkan sosok pemimpin yang bukan hanya mampu menyampaikan gagasan, tetapi juga memiliki keberanian untuk bekerja dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Menurut dia, kepala desa harus memahami persoalan warga secara langsung. Mulai dari pembangunan, pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat hingga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kehadiran pemerintah desa dan keputusan yang cepat serta tepat.
“Pemimpin harus berani turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga dan mencari jalan keluar dari persoalan yang mereka hadapi,” katanya.
Ia menambahkan, harapan tersebut menjadi bagian dari semangat perubahan yang dibawa Darman Sah Alam bersama tim dan para pendukungnya.
Gagasan “Perubahan untuk Desa Pantai Mekar”, kata dia, diharapkan tidak berhenti sebagai slogan politik. Perubahan harus diwujudkan melalui kerja nyata demi mendorong Pantai Mekar menjadi desa yang lebih maju, bersih, sejahtera dan mampu memberikan rasa bahagia bagi masyarakat.
Beda Pilihan, Tetap Satu Persaudaraan
Di tengah kompetisi politik desa yang semakin dinamis, pesan persatuan juga menjadi perhatian Tim Pemenangan Darman Sah Alam.
Perbedaan pilihan politik dinilai sebagai sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai berkembang menjadi konflik yang merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.
Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani. Karena itu, perbedaan pilihan tidak semestinya membuat hubungan antartetangga, sahabat maupun keluarga menjadi renggang.
“Pilkades harus menjadi ruang demokrasi yang sehat, tempat masyarakat menentukan masa depan desa dengan penuh kedewasaan dan tetap menjaga persatuan,” demikian semangat yang disampaikan Darman Sah Alam.
Pesan tersebut menjadi penting karena siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai kepala desa akan memimpin seluruh masyarakat Pantai Mekar, bukan hanya mereka yang memilihnya.
Pantai Mekar, kata mereka, merupakan rumah bersama. Karena itu, persatuan dan keharmonisan masyarakat harus tetap menjadi fondasi dalam membangun desa.
Kontestasi politik memiliki batas waktu. Sementara hubungan kekeluargaan dan kehidupan bermasyarakat harus terus berjalan setelah pesta demokrasi berakhir.
Pilkades boleh selesai setelah suara dihitung, tetapi persaudaraan harus tetap hidup.
Menuju 20 September 2026
Dengan jadwal pemungutan suara yang disebut akan berlangsung pada 20 September 2026, Tim Pemenangan Darman Sah Alam menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan Pilkades dengan optimisme.
Kadus Sufi mengajak seluruh tim, relawan dan pendukung untuk menjaga semangat perjuangan sekaligus menciptakan suasana demokrasi yang aman, tertib, damai dan bermartabat.
“Semangat untuk tim kemenangan calon Kepala Desa Pantai Mekar, Darman Sah Alam. Mari kita sukseskan Pilkades 20 September 2026 dan tampil sebagai pemenang,” ujarnya.
Namun, bagi Darman Sah Alam dan timnya, kemenangan tidak semata-mata diukur dari perolehan suara terbanyak.
Kemenangan sejati, menurut semangat yang mereka bangun, adalah ketika kepercayaan masyarakat mampu dijawab dengan kerja nyata setelah pemimpin terpilih menerima amanah.
Sebab, setelah spanduk diturunkan, kampanye berakhir dan suara masyarakat dihitung, pekerjaan sesungguhnya justru baru dimulai.
Pekerjaan itu adalah membangun desa, memperbaiki pelayanan, memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Pantai Mekar dan Harapan Perubahan
Pantai Mekar membutuhkan persatuan. Pantai Mekar membutuhkan keberanian. Dan Pantai Mekar membutuhkan pemimpin yang mampu berdiri bersama masyarakat ketika berbagai persoalan datang menghadang.
Momentum Pilkades 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam membangun desa.
Desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah tempat masyarakat tinggal, bekerja, membesarkan keluarga dan menggantungkan harapan masa depan.
Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam pesan yang terus digaungkan Tim Pemenangan Darman Sah Alam:
“Bersama Kita Bisa. Bersatu untuk Pantai Mekar. Bersama Membangun Masa Depan.”
Pada akhirnya, Pantai Mekar bukan sekadar desa. Pantai Mekar adalah rumah bersama.
Dan masa depan rumah bersama itu akan ditentukan oleh pilihan masyarakatnya.[*]
