Bekasi, mediaganas.id – Di tengah laju urbanisasi dan dinamika pembangunan yang kian kompleks, Desa Wisata Kampung Ciranggon di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, hadir sebagai narasi optimisme baru tentang masa depan desa. Peresmian kawasan wisata berbasis masyarakat ini pada Jumat (19/12/2025) bukan sekadar penanda lahirnya destinasi wisata baru, melainkan refleksi kolaborasi lintas generasi yang menempatkan pemuda sebagai energi utama pembangunan desa.
Kampung Ciranggon menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Sejak memasuki kawasan, pengunjung langsung disuguhkan atmosfer partisipatif yang kuat melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai lini pengelolaan. Mulai dari pelayanan wisata, pemanduan edukatif, hingga pengembangan UMKM lokal, seluruhnya dijalankan dengan semangat profesional, kreatif, dan kebanggaan terhadap potensi desa sendiri. Inilah wajah baru desa yang tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat, bukan sekadar hasil program seremonial.

Di balik tumbuhnya Desa Wisata Kampung Ciranggon, terdapat figur Gunawan atau Mbah Goen, yang dikenal sebagai tokoh inspiratif teladan masyarakat Kabupaten Bekasi. Dengan kreativitas dan ketekunan, Mbah Goen berhasil menunjukkan bahwa gagasan sederhana yang dikelola dengan konsistensi dan keteladanan mampu mendongkrak nilai sebuah wilayah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Pendekatan humanis yang ia terapkan menjadi contoh nyata bahwa pembangunan berbasis karakter dan partisipasi warga dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi.
Apresiasi terhadap kehadiran Desa Wisata Kampung Ciranggon datang dari berbagai kalangan, salah satunya Brian Shakti, Ketua Umum DPP GANAS (Gada Sakti Nusantara) sekaligus tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi. Ia menyampaikan kebanggaannya atas semakin beragamnya pilihan destinasi wisata yang kini dimiliki Kabupaten Bekasi.

“Kabupaten Bekasi hari ini memiliki banyak pilihan destinasi wisata dengan karakter dan keunggulan masing-masing. Kehadiran Desa Wisata Kampung Ciranggon menjadi alternatif tersendiri bagi masyarakat Bekasi, terutama bagi mereka yang ingin menikmati wisata berbasis budaya, kebersamaan, dan nilai-nilai lokal,” ujar Brian Shakti.
Menurutnya, Kampung Ciranggon tidak hanya menawarkan ruang rekreasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman sosial yang bernilai edukatif. Keterlibatan aktif generasi muda dalam pengelolaan desa wisata dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat identitas daerah.

“Yang membuat Kampung Ciranggon istimewa adalah peran generasi mudanya, yang didorong oleh keteladanan tokoh masyarakat seperti Mbah Goen. Ini membuktikan bahwa kreativitas yang lahir dari desa mampu mengangkat citra wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tambahnya.
Lebih jauh, Desa Wisata Kampung Ciranggon dikembangkan sebagai ruang pembelajaran sosial yang aplikatif. Pola pengelolaan berbasis komunitas mendorong generasi muda untuk belajar berorganisasi, mengelola potensi ekonomi kreatif, serta mengembangkan UMKM lokal yang adaptif terhadap perkembangan digital. Proses ini membentuk ekosistem desa yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga matang secara sosial dan budaya.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam peresmian Desa Wisata Kampung Ciranggon semakin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian desa dan penguatan peran pemuda sebagai subjek pembangunan. Dukungan tersebut diharapkan menjadi katalis lahirnya lebih banyak desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat dan prinsip keberlanjutan.
Kini, Kampung Ciranggon tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata alternatif, tetapi juga sebagai simbol optimisme baru Kabupaten Bekasi—ruang di mana nilai budaya, semangat kebersamaan, kreativitas pemuda, dan keteladanan tokoh masyarakat berpadu dalam harmoni pembangunan.

Dari Ciranggon, tersampaikan pesan yang menenangkan sekaligus menggugah: masa depan daerah tidak selalu ditentukan oleh gedung-gedung tinggi, melainkan oleh kreativitas, karakter kuat, dan kepemimpinan teladan yang tumbuh dari desa. Sebuah inspirasi yang layak dirawat dan direplikasi di berbagai penjuru Indonesia.**red
