INDONESIA JADI PRESIDEN DEWAN STANDAR HALAL INTERNASIONAL, MUI SAMBUT BAIK PRESTASI GLOBAL

INDONESIA JADI PRESIDEN DEWAN STANDAR HALAL INTERNASIONAL, MUI SAMBUT BAIK PRESTASI GLOBAL

Jakarta – Mediaganas.id

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi tinggi pencapaian Indonesia yang kini memegang tampuk kepemimpinan sebagai Presiden International Halal Standard World Council (Dewan Standar Halal Dunia Internasional), sebuah lembaga yang beranggotakan 20 negara.

Prestasi ini dinilai sebagai bukti nyata peran sentral Indonesia dalam ekosistem halal global.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, dalam acara Jakarta Halal Market di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

“Atas kesepakatan, alhamdulillah Indonesia dalam hal ini tentu BPJPH diangkat sebagai Presiden International Halal Standard World Council,” kata Haikal.

Kebanggaan di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

Ketua MUI Pusat Bidang Halal, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., AAAIS., AAAIJ., menyambut baik penetapan ini melalui rilis resminya. Ia menyampaikan ucapan selamat dan kebanggaan atas prestasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dan secara khusus mengapresiasi kinerja Kepala dan jajaran BPJPH.

“Kita ucapkan Tahniah (selamat), menjadi kebanggaan atas prestasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, secara khusus bagi Kepala dan Lembaga BPJPH,” ujar Kyai Masyhuril.

Ia menekankan pentingnya sinergi yang lebih erat antara BPJPH, MUI, kementerian terkait, dan pelaku industri halal untuk menjadikan Indonesia sebagai “kampiun halal dunia” yang sesungguhnya.

Halal Sebagai Gaya Hidup dan Penguat Ekonomi

Kyai Masyhuril, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Jam’iyyatul Washliyyah, mempertegas posisioning Indonesia sebagai “soko guru halal dunia”. MUI, baik di tingkat pusat maupun daerah, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan program halal, mengingat hal ini telah menjadi kebutuhan umat, kebutuhan pasar, dan bahkan lifestyle (gaya hidup) masyarakat.

Penguatan industri halal diyakini akan memberikan dampak yang luas, tidak hanya untuk kebersihan jasmani dan rohani umat, tetapi juga dalam skala nasional dan internasional. Potensi pasar baru, pembukaan lapangan kerja, serta dorongan bagi inovasi dan kreativitas anak muda dalam industri halal menjadi dampak positif yang diharapkan.

Kemitraan Strategis dan Akselerasi Program

Menutup pernyataannya, Kyai Masyhuril menekankan perlunya program yang lebih cepat dengan transformasi teknologi dan multikolaborasi yang solid.

“Kami MUI siap menjadi mitra strategis pemerintah, para pemangku kepentingan antar Kementerian, Badan/Lembaga serta seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan kebijakan nasional dan program Halal secara utuh, menyeluruh, dan akseleratif,” pungkas Kyai Masyhuril.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *